Asah “Computational Thinking” Sejak Dini, Tim Dosen PNJ Latih Siswa SD Bikin Game Edukatif Lewat Platform Scratch

01.07.2026
Asah "Computational Thinking" Sejak Dini, Tim Dosen PNJ Latih Siswa SD Bikin Game Edukatif Lewat Platform Scratch
Asah "Computational Thinking" Sejak Dini, Tim Dosen PNJ Latih Siswa SD Bikin Game Edukatif Lewat Platform Scratch

Menghadapi pesatnya perkembangan teknologi di era digital, kemampuan berpikir komputasional (computational thinking) kini mulai ditanamkan sejak usia sekolah dasar. Langkah nyata ini ditunjukkan oleh tim dosen Politeknik Negeri Jakarta (PNJ) yang menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di SD Pajeleran 01 Cibinong, Kamis, 22 Juni 2026.

Melalui program bertema “Peningkatan Kreativitas dan Logika Berpikir Siswa SD Melalui Pelatihan Pemrograman Dasar Menggunakan Scratch”, tim PNJ berupaya meningkatkan literasi digital sekaligus memicu kreativitas dan logika berpikir logis anak-anak sejak dini.

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Rizki Elisa Nalawati, S.T., M.T., selaku Ketua Tim PkM, dengan melibatkan kolaborasi aktif antara dosen dan mahasiswa Politeknik Negeri Jakarta. Program ini menjadi wujud nyata implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi yang berdampak langsung bagi dunia pendidikan dasar.

Pelatihan dikemas secara interaktif menggunakan Scratch, sebuah platform pemrograman visual berbasis block programming. Platform ini sengaja dipilih karena dirancang khusus agar anak-anak dapat mengenal dunia coding secara mudah, visual, dan menyenangkan tanpa harus dipusingkan oleh baris kode yang rumit.

Selama pelatihan, para siswa diajak langsung merancang dan mempraktikkan pembuatan game edukatif sederhana. Melalui proses kreatif tersebut, peserta belajar menyusun alur logika program secara bertahap. Mereka diperkenalkan pada konsep dasar pemrograman seperti urutan perintah (sequence), percabangan (condition), hingga pengulangan (loop).

Tidak hanya bermain dengan logika, siswa juga dibebaskan mengeksplorasi imajinasi mereka dengan memanfaatkan berbagai karakter (sprite) dan latar belakang (backdrop) yang tersedia untuk menciptakan permainan yang interaktif.

Ketua Tim PkM PNJ, Rizki Elisa Nalawati, S.T., M.T., menegaskan bahwa mengenalkan pemrograman kepada anak usia sekolah dasar bukan bertujuan mencetak mereka menjadi programmer instan, melainkan untuk membangun pondasi berpikir kritis dalam menyelesaikan masalah.

“Melalui pelatihan Scratch, kami ingin memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan sehingga siswa dapat memahami bahwa pemrograman bukanlah sesuatu yang sulit. Dengan membuat game sederhana, mereka belajar berpikir logis, menyusun langkah-langkah penyelesaian masalah, berkreasi, dan bekerja sama,” ujar Rizki.

Ia menambahkan, pihak kampus berharap kegiatan ini mampu menumbuhkan minat generasi muda terhadap teknologi sekaligus membangun keterampilan abad ke-21 yang mencakup berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, kolaborasi, dan pemecahan masalah (problem solving).

Antusiasme tinggi terlihat di sepanjang jalannya acara. Para siswa SD Pajeleran 01 Cibinong tampak aktif berdiskusi dengan instruktur serta mahasiswa pendamping. Hasilnya, masing-masing siswa sukses merampungkan proyek game sederhana mereka sendiri sesuai dengan kreativitas dan imajinasi masing-masing.

Scr/Mashable




Don't Miss