Cara Menggunakan Muse, AI Agent Baru Meta

13.09.2026
2 mins read
Cara Menggunakan Muse, AI Agent Baru Meta
Cara Menggunakan Muse, AI Agent Baru Meta

Meta baru saja merilis Muse, AI agent pertamanya untuk konsumen. Berbeda dari Meta AI yang lebih berfungsi sebagai asisten untuk menjawab pertanyaan dan membantu berbagai kebutuhan pengguna, Muse dirancang untuk menjalankan tugas secara langsung atas nama pengguna.

Muse dapat menjelajah web, berbelanja online, mengisi formulir, merencanakan perjalanan, mengirim email, menjadwalkan agenda, hingga melakukan reservasi. AI agent ini juga dapat terhubung dengan layanan pihak ketiga seperti Google dan Spotify.

Sederhananya, Meta AI membantu pengguna mendapatkan jawaban atau membuat sesuatu, sedangkan Muse dapat mengambil langkah berikutnya dan mengerjakan tugas tersebut. Karena memiliki kemampuan untuk menjalankan proses secara mandiri, Muse juga membutuhkan pengaturan izin dan akses yang lebih diperhatikan pengguna.

Menurut Vice President of AI Products Meta, Vishal Shah, Muse bahkan dapat “membangun perangkat lunaknya sendiri”, sehingga mampu menangani tugas yang lebih kompleks dan terdiri dari beberapa tahapan.

Muse Bukan Sekadar Versi Baru Meta AI

Muse merupakan layanan terpisah dari aplikasi Meta AI yang sudah ada. Muse memiliki aplikasi khusus untuk iOS dan Android, serta tersedia melalui situs web.

Perbedaan paling penting terletak pada cara keduanya bekerja. Meta AI pada dasarnya berperan sebagai asisten percakapan, sementara Muse dikembangkan sebagai agentic AI yang dapat merencanakan dan menjalankan serangkaian tindakan untuk mencapai tujuan tertentu.

Contohnya, pengguna dapat meminta bantuan AI untuk mencari pilihan penerbangan. Meta AI dapat membantu memberikan informasi atau rekomendasi, sedangkan Muse dapat melangkah lebih jauh dengan mencari penerbangan sesuai kriteria, menemukan beberapa opsi, hingga membuat pelacak harga.

Kemampuan tersebut membuat Muse lebih berguna untuk pekerjaan yang terdiri dari banyak langkah. Namun, konsekuensinya juga lebih besar ketika AI melakukan kesalahan.

Cara Memulai Menggunakan Muse

Anda tidak membutuhkan akun Facebook atau Instagram untuk menggunakan Muse, tetapi tetap membutuhkan akun Meta. Saat masuk melalui web, prosesnya cukup sederhana dengan memasukkan nomor telepon. Muse kemudian dapat langsung menghubungkan akun-akun yang relevan.

Saat pertama kali digunakan, Muse akan meminta pengguna mengganti namanya. Pengguna juga bisa mengubah avatar AI agent tersebut. Nama dan avatar ini pada dasarnya tidak memengaruhi fungsi Muse.

Sebelum mulai memberikan berbagai tugas, ada baiknya memeriksa pengaturan privasi Muse terlebih dahulu.

Salah satu pengaturan yang penting adalah pilihan untuk mengizinkan Meta menggunakan interaksi pengguna dengan Muse untuk melatih model AI. Pengaturan ini dapat ditemukan melalui Settings > Data Controls, kemudian menonaktifkan opsi “Help improve our AI models.”

Mengapa Pengaturan Izin Muse Penting?

Karena Muse dapat melakukan tindakan secara langsung, pengguna perlu memperhatikan bagian Permissions. Pengaturan ini menentukan seberapa sering Muse harus meminta izin sebelum menjalankan suatu tindakan.

Secara default, Meta mengatur Muse agar meminta izin untuk beberapa tindakan yang membutuhkan akses ke web maupun layanan pihak ketiga.

Meta mengatakan sistem pengaman internal Muse dirancang untuk meminta persetujuan ketika tindakan tersebut membutuhkan “consent”, sementara untuk situasi yang dianggap lebih berisiko rendah, Muse dapat bertindak secara mandiri.

Namun, pengaturan tersebut tetap membutuhkan kepercayaan terhadap kemampuan AI dalam menentukan apakah sebuah tindakan benar-benar berisiko rendah.

Mengingat Meta juga mengakui bahwa Muse bisa melakukan kesalahan, pengguna yang ingin lebih berhati-hati dapat mengubah pengaturan menjadi “Always Ask”.

Hubungkan Aplikasi Pihak Ketiga dengan Muse

Muse tetap dapat digunakan tanpa menghubungkannya dengan layanan lain. Namun, kemampuan yang bisa dilakukan akan lebih terbatas.

Daftar layanan yang dapat diakses Muse bisa dilihat melalui tab Connectors di menu Settings. Melalui koneksi inilah Muse dapat berinteraksi dengan layanan eksternal untuk menyelesaikan tugas pengguna.

Pengguna sebaiknya tetap berhati-hati ketika memberikan akses. Misalnya, menghubungkan Spotify atau OpenTable relatif memiliki risiko yang lebih mudah dikendalikan. Jika Muse membuat playlist yang tidak sesuai atau melakukan reservasi restoran yang salah, dampaknya masih relatif mudah diperbaiki.

Untuk email, sebagian pengguna memilih membuat akun Gmail khusus yang hanya digunakan oleh AI agent. Dengan cara ini, Muse tetap dapat mengakses email tanpa harus terhubung langsung dengan kotak masuk utama.

Jika layanan yang ingin digunakan tidak muncul dalam daftar Meta, masih ada kemungkinan layanan tersebut dapat dihubungkan. Meta mengatakan Muse dapat mengakses layanan apa pun yang memiliki public API, meskipun dalam beberapa kasus pengguna harus melakukan sejumlah langkah secara manual.

Muse Bisa Melakukan Pembelian, tetapi Ada Risikonya

Jika ingin memberikan kemampuan kepada Muse untuk melakukan pembelian atas nama pengguna, kartu kredit harus dihubungkan melalui bagian Wallet pada Settings.

Koneksi pembayaran tersebut menggunakan Stripe, sehingga Muse tidak mendapatkan akses langsung ke nomor kartu secara lengkap. Muse juga dirancang untuk melakukan konfirmasi sebelum pembelian dilakukan.

Meski demikian, Meta tetap mengingatkan adanya risiko ketika memberikan kemampuan tersebut kepada AI agent.

Meta memperingatkan bahwa Muse dapat melakukan tindakan yang tidak terduga, sehingga pengguna disarankan untuk tetap memantaunya dengan hati-hati.

Scr/Mashable