Apple dan Samsung sama-sama memiliki kaitan dengan teknologi yang dikembangkan oleh perusahaan atau tim engineering di Israel.
Isu ini kembali menjadi perhatian setelah muncul klaim bahwa iPhone 18 menggunakan chip buatan Israel, sementara aplikasi AppCloud pada sejumlah perangkat Samsung di kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara (MENA) juga dikaitkan dengan perusahaan teknologi asal Israel.
Namun, kedua isu tersebut memiliki konteks berbeda. Pada Apple, tim R&D di Israel memang berkontribusi dalam pengembangan sejumlah teknologi iPhone, tetapi prosesor utama A20 dan A20 Pro iPhone 18 diproduksi oleh TSMC, bukan di Israel.
Sementara pada Samsung, AppCloud menjadi sorotan karena laporan mengenai pengumpulan data dan privasi pengguna, bukan karena adanya bukti bahwa perangkat Galaxy menggunakan chip buatan Israel.
Apakah Chip iPhone 18 Dibuat di Israel?
Tidak. Tidak ada bukti kredibel bahwa prosesor A20 atau A20 Pro iPhone 18 diproduksi di Israel.
A20 Pro dikembangkan dalam organisasi silikon Apple secara global dan diproduksi oleh TSMC menggunakan proses fabrikasi 2nm. Teknologi ini ditujukan untuk meningkatkan performa sekaligus efisiensi daya.
Hal penting yang perlu dibedakan adalah pengembangan chip dan manufaktur chip. Insinyur dari suatu negara dapat berkontribusi dalam pengembangan teknologi, sementara chip tersebut diproduksi secara fisik di negara lain.
Karena itu, menyebut A20 Pro sebagai chip iPhone buatan Israel tidak tepat jika yang dimaksud adalah lokasi produksinya.
Apa Peran Israel dalam Pengembangan Teknologi Apple?
Dikutip dari Daily Pakistan Apple memiliki pusat R&D di Herzliya, Haifa, dan Yerusalem. Tim Apple di Israel telah berkontribusi dalam pengembangan berbagai teknologi perangkat keras.
Pada iPhone Duo, pusat R&D tersebut turut berkontribusi dalam pengembangan komponen silikon penting, termasuk modem seluler C2 dan chip nirkabel N1 untuk konektivitas.
Teknologi kamera Apple juga mendapat kontribusi dari tim di Israel serta teknologi yang berasal dari beberapa akuisisi perusahaan sebelumnya.
Apple memperkuat kemampuan teknologinya di Israel melalui akuisisi seperti Anobit, yang berkaitan dengan teknologi memori flash dan pengontrol penyimpanan, serta PrimeSense, perusahaan teknologi penginderaan 3D.
Apple juga memperoleh talenta engineering dari bisnis modem smartphone Intel setelah akuisisi pada 2019, termasuk sejumlah insinyur yang berbasis di Israel.
Jadi, ada peran Israel dalam pengembangan teknologi Apple, tetapi hal tersebut tidak berarti chip Apple diproduksi di Israel.
Bagaimana dengan C2 dan N1?
C2 dan N1 menjadi contoh komponen yang memperlihatkan kontribusi tim engineering Apple di Israel.
C2 merupakan bagian dari upaya Apple mengembangkan teknologi modem selulernya sendiri untuk mengurangi ketergantungan terhadap Qualcomm. Sementara N1 merupakan chip nirkabel yang dikembangkan untuk kebutuhan konektivitas.
Namun, kontribusi dalam pengembangan teknologi tetap berbeda dengan lokasi manufaktur.
A20 dan A20 Pro iPhone 18 diproduksi oleh TSMC, sehingga tidak tepat jika seluruh komponen tersebut disebut sebagai chip buatan Israel hanya karena terdapat kontribusi engineering dari tim Apple di Israel.
Samsung dan AppCloud Jadi Sorotan
Pada Samsung, persoalannya berbeda. Sebuah laporan yang dirilis pada Februari 2025, menyoroti aplikasi bawaan AppCloud pada sejumlah perangkat Samsung Galaxy A dan Galaxy M yang dipasarkan di kawasan MENA. Aplikasi tersebut disebut dikembangkan oleh IronSource, perusahaan teknologi asal Israel.
AppCloud berfungsi memberikan rekomendasi aplikasi melalui sistem bernama Aura. Namun, laporan tersebut menyebut aplikasi ini dapat mengumpulkan sejumlah informasi pengguna, termasuk:
- Lokasi atau geolokasi
- Device fingerprint
- Alamat IP
- Aktivitas aplikasi yang dipasang dan digunakan
- Informasi yang dapat dikaitkan dengan identitas pengguna
Laporan tersebut juga menyebut AppCloud sulit dihapus atau dinonaktifkan melalui cara biasa.
Kondisi ini kemudian memunculkan kekhawatiran mengenai privasi, transparansi, dan kendali pengguna terhadap data pribadi.
Apakah AppCloud Bukti Samsung Melakukan Pengawasan?
Belum ada dasar untuk menyimpulkan demikian hanya dari laporan tersebut.
Fakta bahwa AppCloud disebut dikembangkan oleh perusahaan Israel tidak otomatis membuktikan bahwa aplikasi tersebut digunakan untuk spionase atau pengawasan politik.
Kekhawatiran utama yang muncul adalah bagaimana data dikumpulkan, apakah pengguna memberikan persetujuan yang jelas, dan sejauh mana pengguna dapat mengendalikan aplikasi tersebut.
Isu ini menjadi lebih sensitif di kawasan MENA karena hubungan politik sejumlah negara dengan Israel.
Apple, Samsung, dan Isu Spyware Israel
Pembahasan mengenai teknologi Israel pada perangkat Apple dan Samsung juga memunculkan spekulasi mengenai spyware, terutama karena Israel merupakan negara asal NSO Group, perusahaan di balik spyware Pegasus.
Namun, keberadaan NSO Group tidak menjadi bukti bahwa teknologi Apple atau aplikasi Samsung yang memiliki hubungan dengan perusahaan Israel digunakan untuk spionase.
Dalam kasus Apple, tidak ada bukti publik yang kredibel bahwa insinyur Apple di Israel memasukkan spyware atau backdoor rahasia ke dalam A20, A20 Pro, C2, N1, maupun komponen iPhone lainnya.
Apple sendiri terus menambal kerentanan keamanan, memberikan pemberitahuan ancaman kepada pengguna yang menjadi target, serta menyediakan fitur perlindungan seperti Lockdown Mode.
Jadi, “ada teknologi yang dikembangkan dengan kontribusi Israel” tidak sama dengan “perangkat menggunakan chip buatan Israel.” Untuk Apple, isu utamanya adalah kontribusi dalam pengembangan teknologi. Sedangkan pada Samsung, persoalan yang disorot adalah aplikasi bawaan dan privasi pengguna.
Scr/Mashable















