Elon Musk Klaim Tesla Aktifkan Kembali Proyek Superkomputer Dojo

21.01.2026
Elon Musk Klaim Tesla Aktifkan Kembali Proyek Superkomputer Dojo
Elon Musk Klaim Tesla Aktifkan Kembali Proyek Superkomputer Dojo

Elon Musk kembali memicu perhatian publik teknologi setelah mengklaim bahwa Tesla akan melanjutkan kembali pengembangan superkomputer Dojo, proyek ambisius internal perusahaan yang sempat dihentikan tahun lalu.

Pernyataan ini disampaikan langsung oleh Musk melalui platform X (sebelumnya Twitter), menandai perubahan arah strategi Tesla di tengah perlombaan global pengembangan kecerdasan buatan (AI).

Dilansir dari engadget (20/01/26), menurut Musk, Tesla kini siap menghidupkan kembali Dojo3, generasi ketiga dari proyek superkomputer tersebut, setelah desain chip AI5 dinilai telah mencapai tahap matang.

Sebelumnya, tim Dojo bahkan sempat dibubarkan karena Tesla memilih memusatkan sumber dayanya pada pengembangan chip AI yang tertanam langsung di kendaraan.

Fungsi Vital Dojo dalam Ambisi Autopilot Tesla

Sejak awal, proyek Dojo dirancang sebagai tulang punggung komputasi Tesla untuk melatih sistem neural network yang mendukung perangkat lunak Full Self-Driving (FSD). Superkomputer ini bertugas memproses miliaran data visual berupa rekaman video dan sensor dari armada kendaraan Tesla di seluruh dunia.

Data tersebut kemudian digunakan untuk melatih AI agar mampu mengenali lingkungan jalan secara lebih akurat, mulai dari pejalan kaki, marka jalan, kendaraan lain, hingga skenario lalu lintas yang kompleks. Dengan kata lain, Dojo memiliki peran krusial dalam mewujudkan ambisi Tesla menghadirkan mobil otonom sepenuhnya.

Namun pada 2025, Musk sempat menyatakan bahwa tidak masuk akal bagi Tesla untuk mengembangkan dua arsitektur chip AI yang berbeda secara bersamaan. Fokus perusahaan saat itu diarahkan sepenuhnya ke chip AI5, AI6, dan generasi berikutnya, yang dinilai sudah cukup baik untuk kebutuhan inferensi dan relatif memadai untuk pelatihan.

Chip AI Tesla dan Kerja Sama dengan Samsung

Chip AI yang dimaksud Musk adalah prosesor khusus yang dirancang untuk menjalankan sistem FSD langsung di dalam kendaraan Tesla. Chip ini dioptimalkan untuk inferensi real-time, bukan untuk pelatihan model AI berskala besar seperti yang dilakukan di pusat data.

Untuk memperkuat lini ini, Tesla telah menjalin kesepakatan senilai US$16 miliar dengan Samsung, di mana chip AI6 akan diproduksi di fasilitas Samsung yang berlokasi di Texas, Amerika Serikat. Kerja sama ini menandai langkah besar Tesla dalam mengamankan pasokan chip AI generasi berikutnya secara jangka panjang.

Dengan desain AI5 kini dianggap “dalam kondisi baik”, Musk mengisyaratkan bahwa Tesla memiliki ruang untuk kembali mengalokasikan sumber daya ke proyek Dojo, tanpa mengganggu roadmap chip onboard kendaraan.

Dojo3 dan Gagasan Komputasi AI di Luar Angkasa

Yang membuat klaim terbaru Musk semakin kontroversial adalah pernyataannya bahwa Dojo3 akan mengusung konsep “space-based AI compute”, atau komputasi AI berbasis luar angkasa. Gagasan ini sejalan dengan pandangan Musk dan sejumlah futuris yang meyakini bahwa pusat data di orbit dapat menjadi alternatif lebih efisien dibandingkan data center konvensional di darat.

Menurut konsep tersebut, ruang angkasa menawarkan beberapa keunggulan teoritis, seperti akses energi matahari yang lebih melimpah serta suhu ekstrem dingin yang dapat mengurangi kebutuhan pendinginan server. Jika diterapkan, hal ini berpotensi menekan konsumsi energi dan biaya operasional dalam jangka panjang.

Namun, para pakar teknologi menilai ide ini masih sangat spekulatif. Tantangan besar seperti biaya peluncuran, perawatan infrastruktur di orbit, latensi komunikasi, serta risiko teknis membuat konsep data center luar angkasa belum realistis dalam waktu dekat.

Rekam Jejak Klaim Musk Jadi Sorotan

Seperti banyak pernyataan Elon Musk sebelumnya, klaim tentang kebangkitan proyek Dojo juga disambut dengan campuran antara antusiasme dan skeptisisme. Selama bertahun-tahun, Musk dikenal kerap melontarkan target ambisius yang tidak selalu terwujud sesuai jadwal, mulai dari janji mobil otonom penuh hingga proyek Hyperloop.

Meski demikian, tidak bisa dipungkiri bahwa Tesla memiliki rekam jejak inovasi yang kuat, terutama dalam menggabungkan perangkat keras, perangkat lunak, dan AI dalam satu ekosistem tertutup. Jika Dojo benar-benar kembali dikembangkan, proyek ini berpotensi menjadi senjata strategis Tesla untuk bersaing dengan raksasa AI lain seperti Nvidia, Google, dan OpenAI.

Scr/Mashable




Don't Miss