Samsung Galaxy Watch Bisa Prediksi Pingsan 5 Menit Sebelum Terjadi

11.05.2026
Samsung Galaxy Watch Bisa Prediksi Pingsan 5 Menit Sebelum Terjadi
Samsung Galaxy Watch Bisa Prediksi Pingsan 5 Menit Sebelum Terjadi

Samsung kembali menghadirkan inovasi di dunia wearable health technology. Kali ini, perusahaan asal Korea Selatan tersebut mengumumkan terobosan pertama di dunia yang memungkinkan smartwatch memprediksi kondisi pingsan atau vasovagal syncope (VVS) menggunakan Samsung Galaxy Watch6.

Inovasi ini merupakan hasil studi klinis bersama Chung-Ang University Gwangmyeong Hospital yang berhasil memvalidasi kemampuan Galaxy Watch dalam mendeteksi tanda-tanda awal pingsan dengan tingkat akurasi tinggi.

Teknologi tersebut memanfaatkan biosignal dari sensor smartwatch untuk memberikan peringatan dini kepada pengguna sebelum kehilangan kesadaran.

Vasovagal syncope sendiri merupakan kondisi ketika detak jantung dan tekanan darah menurun secara tiba-tiba akibat faktor tertentu seperti stres berlebihan, kelelahan, atau tekanan emosional.

Kondisi ini dapat menyebabkan seseorang pingsan mendadak. Meski umumnya tidak mematikan, risiko cedera akibat jatuh tetap menjadi perhatian serius, mulai dari patah tulang hingga gegar otak.

Professor Junhwan Cho dari Department of Cardiology Chung-Ang University Gwangmyeong Hospital mengatakan bahwa kondisi ini cukup umum terjadi di masyarakat.

“Sebanyak 40% orang diperkirakan mengalami vasovagal syncope sepanjang hidup mereka, dengan sepertiganya mengalami episode berulang. Peringatan dini dapat memberikan waktu bagi pasien untuk mengambil posisi aman atau meminta bantuan, sehingga secara signifikan mengurangi risiko cedera sekunder,” jelas Professor Cho.

Dalam penelitian tersebut, tim gabungan mengevaluasi 132 pasien yang memiliki dugaan gejala VVS melalui tes pemicu pingsan. Dengan memanfaatkan sensor photoplethysmography (PPG) pada Galaxy Watch6, para peneliti menganalisis data heart rate variability (HRV) menggunakan algoritma berbasis AI.

Hasilnya cukup menjanjikan. Sistem tersebut mampu memprediksi episode pingsan hingga lima menit sebelum terjadi dengan tingkat akurasi mencapai 84,6%. Selain itu, teknologi ini juga mencatat sensitivitas klinis sebesar 90% dan spesifisitas 64%.

Temuan tersebut menjadi pencapaian penting karena untuk pertama kalinya smartwatch komersial berhasil menunjukkan potensi prediksi dini terhadap kondisi syncope secara ilmiah. Hasil penelitian ini bahkan telah dipublikasikan di jurnal medis ternama European Heart Journal – Digital Health Volume 7 Edisi 4.

Head of Health R&D Group MX Business Samsung Electronics, Jongmin Choi, menyebut inovasi ini menjadi langkah penting dalam transformasi layanan kesehatan modern.

“Studi ini menjadi contoh bagaimana teknologi wearable dapat membantu mengubah layanan kesehatan dari yang berfokus pada post-care menjadi model preventive care. Kami berkomitmen untuk terus menghadirkan inovasi teknologi yang memberdayakan pengguna agar dapat menjalani kehidupan sehari-hari yang lebih sehat,” ujarnya.

Ke depan, Samsung berencana terus memperluas kemampuan pemantauan kesehatan di lini wearable miliknya. Perusahaan juga akan memperkuat kolaborasi dengan berbagai institusi medis global untuk menghadirkan solusi kesehatan digital yang lebih personal dan preventif.

Hadirnya teknologi ini sekaligus memperlihatkan bagaimana smartwatch kini bukan lagi sekadar perangkat pelengkap gaya hidup, tetapi juga mulai berkembang menjadi alat kesehatan pintar yang mampu membantu pengguna mendeteksi risiko kesehatan lebih dini.

Sumber foto: Samsung

Scr/Mashable




Don't Miss