Rumor terbaru mengenai Samsung Galaxy S26 FE mulai bermunculan di internet. Meski peluncurannya masih beberapa bulan lagi, bocoran terbaru menyebutkan bahwa Samsung kemungkinan besar kembali menggunakan chipset Exynos untuk lini Fan Edition terbarunya tersebut.
Informasi ini datang dari leaker teknologi Erencan Yılmaz yang mengungkap bahwa Galaxy S26 FE bakal ditenagai chipset Exynos.
Meski belum ada konfirmasi resmi mengenai tipe chipset yang digunakan, banyak pihak memperkirakan Samsung akan membenamkan Exynos 2500 ke perangkat tersebut.
(I don’t know the official market name, and I don’t care) Galaxy Z Fold 8 Wide – Snapdragon SoC – SM-F971
Galaxy Z Fold 8 – Snapdragon SoC – SM-F976
Galaxy Z Flip 8 – Exynos / Snapdragon SoC – SM-F776All of this has been confirmed by me through an analysis of the official…— Erencan Yılmaz (@erenylmaz075) May 6, 2026
Galaxy S26 FE Disebut Pakai Exynos 2500
Berdasarkan bocoran yang beredar, Exynos 2500 menjadi kandidat terkuat untuk Galaxy S26 FE. Chipset ini sebelumnya juga disebut akan digunakan pada Samsung Galaxy Z Flip7 di beberapa wilayah.
Pilihan ini sebenarnya cukup masuk akal. Samsung biasanya menempatkan chipset flagship generasi sebelumnya ke lini FE agar harga jual tetap kompetitif namun performanya masih tinggi.
Sebelumnya, Samsung Galaxy S25 FE hadir menggunakan Exynos 2400, sementara Samsung Galaxy S24 FE memakai Exynos 2400e. Dengan pola tersebut, penggunaan Exynos 2500 pada Galaxy S26 FE terasa sangat mungkin terjadi.
Menariknya, Samsung sendiri sebenarnya sudah memiliki chipset generasi lebih baru yakni Exynos 2600 yang dipakai di seri flagship Galaxy S26 reguler. Namun banyak analis menilai chipset tersebut kemungkinan besar tidak akan diberikan untuk varian FE demi menjaga jarak performa dengan model flagship utama.
Strategi Samsung di Seri FE Masih Sama
Lini Fan Edition memang dikenal sebagai versi “lebih terjangkau” dari seri flagship Galaxy S. Samsung biasanya mempertahankan fitur premium seperti desain, layar, dan kamera unggulan, tetapi melakukan penyesuaian di sektor chipset atau material agar harga lebih kompetitif.
Strategi ini cukup berhasil menarik pengguna yang ingin merasakan pengalaman flagship Samsung tanpa harus membeli model Ultra yang jauh lebih mahal.
Meski begitu, penggunaan Exynos di seri FE sering memunculkan perdebatan di kalangan penggemar gadget. Sebagian pengguna menilai chipset Snapdragon masih unggul dalam efisiensi daya dan stabilitas gaming dibanding Exynos.
Namun dalam beberapa tahun terakhir, Samsung mulai menunjukkan peningkatan besar pada performa chipset buatannya. Exynos terbaru disebut memiliki efisiensi yang jauh lebih baik dibanding generasi sebelumnya, terutama untuk kebutuhan AI, fotografi, dan multitasking.
Galaxy Z Fold 8 dan Flip 8 Juga Mulai Bocor
Selain membahas Galaxy S26 FE, bocoran yang sama juga mengungkap strategi chipset Samsung untuk lini ponsel lipat generasi berikutnya.
Disebutkan bahwa Samsung Galaxy Z Fold8 dan varian Galaxy Z Fold 8 Wide kemungkinan hanya akan menggunakan chipset Snapdragon. Sementara itu, Samsung Galaxy Z Flip8 disebut bakal hadir dalam dua varian chipset, yakni Snapdragon dan Exynos.
Jika benar terjadi, strategi ini mirip seperti pendekatan Samsung beberapa tahun lalu, di mana penggunaan chipset berbeda disesuaikan berdasarkan wilayah pemasaran.
Hingga saat ini Samsung masih belum memberikan informasi resmi mengenai jadwal peluncuran Galaxy S26 FE. Namun jika melihat pola sebelumnya, perangkat ini kemungkinan hadir beberapa bulan setelah seri Galaxy S26 reguler meluncur secara global.
Scr/Mashable





















