Langkah besar kembali diambil Tesla dalam mengembangkan teknologi kendaraan otonom.
Perusahaan yang dipimpin oleh Elon Musk ini resmi mempercayakan Samsung Foundry untuk memproduksi chip terbaru yang akan digunakan pada sistem self-driving generasi berikutnya.
Chip anyar ini dikenal dengan nama AI4 Plus (atau AI4.1), dan akan menjadi otak utama dari sistem HW4 Plus, komputer kendaraan yang dirancang untuk meningkatkan kemampuan Full Self-Driving (FSD) Tesla.
Chip AI4 Plus: Evolusi dari Teknologi Self-Driving Tesla
Dalam laporan keuangan kuartal pertama 2026, Elon Musk mengungkapkan bahwa AI4 Plus akan menjadi penyempurnaan dari chip AI4 yang saat ini sudah digunakan di kendaraan Tesla.
Chip ini diperkirakan akan diproduksi menggunakan proses fabrikasi 7nm milik Samsung, yang dikenal efisien dalam konsumsi daya sekaligus tetap bertenaga untuk komputasi AI.
Menariknya, setiap sistem HW4 Plus akan dibekali dua chip AI4 Plus sekaligus, dipadukan dengan RAM 32GB per unit. Artinya, total memori dalam satu sistem mencapai 64GB, angka yang tergolong besar untuk sebuah komputer kendaraan.
Kombinasi ini diharapkan mampu meningkatkan kemampuan mobil dalam memproses data real-time, seperti membaca lingkungan sekitar, mengenali objek, hingga mengambil keputusan saat berkendara secara otonom.
Produksi Dimulai 2027, Tunggu Kesiapan Samsung
Meski sudah diumumkan, produksi massal chip AI4 Plus tidak akan langsung dilakukan dalam waktu dekat. Tesla menyebutkan bahwa proses manufaktur baru akan dimulai paling cepat tahun depan, tergantung kesiapan fasilitas produksi Samsung.
Hal ini menunjukkan bahwa pengembangan chip AI untuk kendaraan otonom bukan sekadar soal desain, tetapi juga kesiapan infrastruktur manufaktur yang kompleks.
AI5 dan AI6: Bukan untuk Mobil, Tapi Robot dan Data Center
Selain AI4 Plus, Tesla sebelumnya juga telah mengembangkan chip AI5 dan AI6. Namun, Musk menegaskan bahwa chip tersebut tidak akan langsung digunakan pada mobil listrik dalam waktu dekat.
Sebaliknya, chip AI5 akan difokuskan untuk kebutuhan lain seperti robot humanoid Tesla Optimus dan juga infrastruktur data center perusahaan.
Keputusan ini menegaskan bahwa AI4 masih dianggap cukup mumpuni untuk mendukung fitur Full Self-Driving saat ini, sehingga Tesla memilih untuk mengoptimalkan teknologi yang sudah ada sebelum beralih ke generasi berikutnya.
Strategi Tesla: Fokus Efisiensi dan Skalabilitas AI
Langkah Tesla menggandeng Samsung menunjukkan strategi jangka panjang dalam mengembangkan ekosistem AI yang lebih luas. Tidak hanya untuk mobil, tetapi juga robotika dan komputasi skala besar.
Dengan pendekatan ini, Tesla tidak hanya bersaing sebagai produsen mobil listrik, tetapi juga sebagai perusahaan teknologi AI yang membangun masa depan transportasi otonom.
Meski belum tersedia dalam waktu dekat, kehadiran chip ini menjadi langkah penting menuju era kendaraan yang sepenuhnya dikendalikan oleh kecerdasan buatan.
Scr/Mashable















