Samsung Galaxy A37 5G untuk Pemakaian Jangka Panjang? Ini Kelebihan dan Kekurangannya

11.06.2026
Samsung Galaxy A37 5G untuk Pemakaian Jangka Panjang? Ini Kelebihan dan Kekurangannya
Samsung Galaxy A37 5G untuk Pemakaian Jangka Panjang? Ini Kelebihan dan Kekurangannya

Samsung Galaxy A37 5G adalah salah satu smartphone kelas menengah yang bermain di jalur aman. Tidak mencoba terlalu agresif, tapi justru fokus ke pengalaman penggunaan yang stabil dan nyaman untuk jangka panjang.

Di harga sekitar Rp 6 jutaan, menurut saya pendekatan seperti ini bisa jadi cocok untuk sebagian orang, tapi juga terasa kurang menarik bagi yang mencari “wow factor”.

Setelah melihat spesifikasinya, saya menilai Galaxy A37 5G ini lebih cocok disebut sebagai HP all-rounder yang rapi, bukan ponsel yang menonjol di satu sektor tertentu.

Kelebihan Samsung Galaxy A37 5G

1. Layar Super AMOLED yang Sangat Nyaman Dipakai Harian

Hal pertama yang paling saya suka dari Galaxy A37 5G adalah layarnya. Panel Super AMOLED 6,7 inci dengan refresh rate 120Hz benar-benar memberikan pengalaman visual yang halus.

Saat scrolling media sosial atau menonton video, transisinya terasa mulus dan tidak bikin mata cepat lelah.

Ditambah lagi, tingkat kecerahan hingga 1.900 nits membuat layar tetap jelas meski dipakai di luar ruangan. Menurut saya, ini nilai plus besar untuk penggunaan sehari-hari di kondisi Indonesia yang sering terang.

2. Performa Stabil, Bukan yang Terkencang Tapi Konsisten

Ditenagai Exynos 1480, saya melihat performanya bukan yang paling kencang di kelasnya, tapi cukup stabil untuk kebutuhan umum.

Skor benchmark yang tembus lebih dari 1 juta di AnTuTu menunjukkan bahwa ponsel ini masih sangat layak untuk multitasking dan gaming ringan sampai menengah.

Untuk game seperti PUBG Mobile, di setting seimbang, frame rate di kisaran 40–50 fps menurut pengujian terasa cukup nyaman. Memang tidak “kencang ekstrem”, tapi cukup stabil untuk dipakai lama tanpa banyak drama.

Menurut saya, ini tipe performa yang “aman dipakai tiap hari”, bukan untuk gamer kompetitif berat.

3. Baterai yang Bisa Diandalkan Seharian

Saya pribadi selalu menilai baterai sebagai faktor penting, dan Galaxy A37 5G menurut saya berhasil di sini. Kapasitas 5.000mAh dengan daya tahan hampir 15 jam di pengujian PCMark menunjukkan efisiensi yang solid.

Dalam pemakaian normal seperti chatting, media sosial, dan streaming, ponsel ini sangat mungkin bertahan dari pagi sampai malam tanpa harus sering cari charger.

4. Tahan Banting untuk Pemakaian Jangka Panjang

Satu hal yang saya apresiasi adalah proteksinya. Dengan Gorilla Glass Victus+ di depan dan belakang serta sertifikasi IP68, ponsel ini terasa cukup “tenang” dipakai sehari-hari.

Saya merasa ini cocok untuk pengguna yang tidak ingin terlalu khawatir soal cipratan air atau penggunaan outdoor. Di kelas menengah, ini masih termasuk fitur premium.

5. Kamera Utama yang Natural dan Bisa Diandalkan

Kamera 50MP di Galaxy A37 5G menurut saya cukup konsisten. Hasil fotonya cenderung natural, tidak terlalu dipoles berlebihan, dan masih terlihat tajam di kondisi cahaya bagus.

samsung galaxy a37 5g 10 u6tu

Untuk night mode, ada peningkatan, meskipun tetap paling terasa di kamera utama. Buat saya pribadi, ini bukan kamera yang “heboh”, tapi cukup bisa diandalkan untuk dokumentasi harian.

Kekurangan Samsung Galaxy A37 5G

1. Chipset Terasa Aman, Tapi Kurang Menggoda

Exynos 1480 menurut saya adalah titik paling “aman tapi tidak menarik” dari HP ini. Performanya cukup, tapi tidak ada lonjakan signifikan dibanding beberapa kompetitor baru.

Kalau kamu tipe pengguna yang mengejar performa tinggi atau gaming berat, HP ini mungkin terasa biasa saja.

2. Tidak Ada Slot microSD, Agak Membatasi

Saya cukup menyayangkan tidak adanya slot microSD. Dengan memori dasar 128GB, ini terasa kurang fleksibel.

Menurut saya, di tahun sekarang, fleksibilitas penyimpanan masih penting, terutama untuk pengguna yang sering simpan video atau file besar.

3. Kamera Sekunder Tidak Istimewa

Kalau kamera utama bisa saya bilang bagus, maka kamera ultrawide dan makro menurut saya hanya “sekadar ada”.

Tidak buruk, tapi juga tidak memberikan pengalaman yang benar-benar naik level. Ini membuat sektor kamera terasa tidak konsisten.

4. Material Rangka Masih Plastik

Di harga Rp 6 jutaan, saya pribadi agak berharap ada sentuhan material yang lebih premium. Namun Galaxy A37 5G masih menggunakan frame plastik.

Walaupun tetap terasa solid, tapi kesan premiumnya sedikit berkurang kalau dibandingkan kompetitor yang sudah mulai pakai material lebih “mahal”.

Kalau saya rangkum, Samsung Galaxy A37 5G adalah smartphone yang bermain di jalur aman dan konsisten. Bukan yang paling kencang, bukan yang paling canggih, tapi cukup lengkap untuk penggunaan harian.

Menurut saya, kekuatan utamanya ada di layar yang bagus, baterai tahan lama, proteksi IP68, dan pengalaman penggunaan yang stabil. Ini tipe HP yang cocok untuk orang yang ingin “pakai saja tanpa ribet”.

Namun kalau kamu mencari performa tinggi, kamera yang benar-benar fleksibel, atau fitur yang lebih inovatif, mungkin HP ini terasa agak kurang berani.

Scr/Mashable




Don't Miss