Tinggalkan Tekken, Katsuhiro Harada Kini Jadi CEO Studio Baru Milik SNK

13.05.2026
Tinggalkan Tekken, Katsuhiro Harada Kini Jadi CEO Studio Baru Milik SNK
Tinggalkan Tekken, Katsuhiro Harada Kini Jadi CEO Studio Baru Milik SNK

Katsuhiro Harada, sosok legendaris di balik kesuksesan seri Tekken, resmi mengumumkan langkah barunya di industri game setelah berpisah dari Bandai Namco.

Pria yang telah menghabiskan lebih dari tiga dekade membangun nama besar Tekken itu kini bergabung dengan SNK dan mendirikan studio pengembangan game anyar bernama VS Studio SNK di kawasan Shinagawa, Tokyo, Jepang.

Pengumuman tersebut langsung menarik perhatian komunitas game fighting global. Pasalnya, Harada dikenal sebagai salah satu figur paling berpengaruh dalam perkembangan genre fighting modern.

Kehadirannya di SNK dinilai berpotensi menghadirkan persaingan baru sekaligus membuka era segar di industri game pertarungan yang saat ini semakin ramai.

Dalam video pengumuman resminya, Harada memperkenalkan dirinya sebagai CEO dari VS Studio SNK. Ia menjelaskan bahwa nama VS bukan sekadar singkatan biasa, melainkan memiliki filosofi yang mencerminkan semangat studio tersebut.

“Versus dan Visual Studio mungkin menjadi arti yang langsung terpikirkan oleh para gamer dan pengembang,” ujar Harada dikutip Mashable Indonesia dari GameRant.

Namun menurutnya, makna di balik nama VS Studio jauh lebih luas. Ia menyebut istilah seperti Video Game Soft hingga semangat Versus sebagai simbol keberanian menantang tradisi lama di industri game.

“Semangat ‘Versus’ yang menantang tradisi adalah bagian penting dari akar studio ini,” kata Harada dalam pernyataannya yang telah diterjemahkan ke bahasa Indonesia.

Selain itu, Harada juga menyebut beberapa filosofi lain yang menjadi fondasi studionya, seperti Visionary Standard dan Vanguard Spirit. Filosofi tersebut disebut akan menjadi arah utama pengembangan game yang dikerjakan VS Studio ke depannya.

Keputusan Harada mendirikan studio baru bersama SNK muncul setelah dirinya meninggalkan Bandai Namco, perusahaan yang telah menjadi rumahnya sejak 1994.

Pada awal kariernya, Harada sempat menjadi pengisi suara untuk dua game Tekken pertama sebelum akhirnya dipercaya menyutradarai Tekken 3 dan Tekken Tag Tournament.

Nama Harada kemudian semakin besar setelah ia menjadi produser utama berbagai seri Tekken modern. Di bawah arahannya, Tekken berkembang menjadi salah satu franchise fighting terbesar di dunia dan bersaing ketat dengan Street Fighter maupun The King of Fighters.

Tak hanya fokus di Tekken, Harada juga terlibat dalam berbagai proyek Bandai Namco lainnya sebagai produser, supervisor, hingga direktur kreatif. Karena itu, kepindahannya ke SNK dianggap sebagai salah satu transfer terbesar dalam sejarah industri game fighting.

Harada mengaku keputusan membangun studio baru didorong oleh keinginannya untuk memanfaatkan sisa perjalanan kariernya di industri game dengan cara berbeda. Ia ingin bekerja bersama orang-orang yang benar-benar dipercaya untuk menciptakan proyek baru.

“Saya berpikir tentang bagaimana saya akan menggunakan sisa waktu saya sebagai pengembang game,” ujar Harada.

“Saya ingin fokus dan mendedikasikan waktu saya untuk membuat game bersama rekan-rekan yang bisa saya percaya,” lanjutnya.

Harada juga mengungkapkan bahwa VS Studio sudah mendapatkan dukungan jangka panjang dari SNK. Hal tersebut memungkinkan timnya untuk lebih bebas mengeksplorasi berbagai ide dan tantangan dalam pengembangan game modern.

“VS Studio ingin menjadi studio yang terus menghadapi tantangan seperti itu, dan kami sedang mencari individu berbakat yang memiliki aspirasi yang sama,” kata Harada.

Pernyataan itu sekaligus menjadi sinyal bahwa VS Studio tengah membuka peluang perekrutan untuk para pengembang game baru yang ingin terlibat dalam proyek mereka.

Kolaborasi antara Harada dan SNK dipandang sebagai kombinasi besar di genre fighting. SNK sendiri sudah dikenal lewat franchise legendaris seperti Fatal Fury, Samurai Shodown, hingga The King of Fighters.

Saat ini perusahaan tersebut juga tengah aktif mengembangkan Fatal Fury: City of the Wolves yang menjadi salah satu game fighting paling dinantikan.

Di sisi lain, industri game fighting memang sedang mengalami kebangkitan besar. Selain Tekken 8 dan Street Fighter 6, sejumlah judul baru seperti Marvel Tokon: Fighting Souls, Invincible VS, dan 2XKO mulai mencuri perhatian gamer di seluruh dunia.

Faktor lain yang ikut menjadi sorotan adalah kepemilikan SNK yang berada di bawah Electronic Gaming Development Company (EGDC) milik Arab Saudi.

EGDC merupakan anak perusahaan dari MISK Foundation, sementara Public Investment Fund (PIF) Arab Saudi juga diketahui semakin agresif berinvestasi di industri game global.

PIF saat ini memiliki saham di sejumlah perusahaan game besar seperti Capcom dan Nintendo. Bahkan, dana investasi tersebut dikabarkan tertarik melakukan akuisisi terhadap Electronic Arts (EA) dengan nilai mencapai 55 miliar dolar AS atau sekitar Rp893 triliun.

Meski telah mengumumkan pembentukan studio baru, Harada masih merahasiakan proyek game pertama yang sedang dipersiapkan VS Studio. Ia mengaku belum bisa berbicara terlalu jauh mengenai rencana yang berkaitan dengan berbagai IP milik SNK.

Namun dengan reputasi besar yang dimiliki Harada serta dukungan penuh dari SNK, banyak penggemar percaya bahwa VS Studio berpotensi menghadirkan game fighting baru yang mampu mengguncang industri dalam beberapa tahun mendatang.

Scr/Mashable




Don't Miss