YouTube kembali memperluas pemanfaatan kecerdasan buatan dengan menguji fitur baru bernama Ask YouTube.
Inovasi ini menghadirkan pengalaman pencarian yang lebih interaktif karena pengguna bisa bertanya layaknya sedang berbicara dengan asisten digital, bukan sekadar mengetik kata kunci biasa.
Fitur AI Search YouTube ini mulai tersedia untuk pelanggan Premium di Amerika Serikat yang berusia 18 tahun ke atas.
Masa uji coba berlangsung hingga 8 Juni 2026, dan menjadi salah satu langkah terbaru Google dalam menanamkan teknologi AI ke berbagai layanannya.
Ask YouTube Ubah Cara Cari Video di Platform
Selama ini, pengguna YouTube mencari konten dengan memasukkan kata kunci, lalu sistem menampilkan daftar video terkait. Namun lewat fitur Ask YouTube, proses tersebut berubah menjadi percakapan dua arah.
Pengguna cukup menekan tombol baru Ask YouTube di kolom pencarian. Setelah itu, pengguna bisa menulis pertanyaan yang lebih kompleks seperti:
- Rencanakan perjalanan 3 hari dari San Francisco ke Santa Barbara
- Jelaskan sejarah singkat pendaratan Apollo 11
- Rekomendasi video belajar editing untuk pemula
Setelah pertanyaan dimasukkan, sistem akan menampilkan kombinasi ringkasan teks, hasil video relevan, hingga timestamp tertentu agar pengguna langsung menuju bagian penting dalam video.
Menariknya, pengguna juga bisa mengajukan pertanyaan lanjutan sehingga pencarian terasa seperti berdiskusi dengan AI.
Pencarian Lebih Cepat dan Personal
Dengan model pencarian lama, pengguna sering harus membuka banyak video untuk menemukan jawaban yang diinginkan. Fitur Ask YouTube AI mencoba memangkas proses itu dengan memberikan konteks langsung.
Contohnya, saat seseorang mencari sejarah Apollo 11, sistem bisa langsung menampilkan ringkasan misi pendaratan di bulan, lalu memberikan video dokumenter dengan potongan menit yang relevan.
Ini berpotensi sangat membantu pengguna yang ingin:
- Belajar cepat dari YouTube
- Mencari tutorial spesifik
- Menemukan informasi singkat tanpa menonton video penuh
- Menjelajahi topik baru secara interaktif
Meski menjanjikan, fitur ini belum sepenuhnya akurat. Beberapa penguji menemukan hasil pencarian yang masih keliru atau kurang relevan, masalah yang cukup umum pada sistem AI generatif.
Dalam salah satu pengujian, pencarian mengenai perangkat gaming tertentu disebut menghasilkan informasi yang tidak tepat. Ini menunjukkan bahwa YouTube masih perlu menyempurnakan kualitas jawabannya sebelum dirilis luas.
Google sendiri tampaknya serius menjadikan AI sebagai masa depan pencarian digital. Setelah menghadirkan AI Search di Google Search, Gmail, dan Workspace, kini YouTube menjadi target berikutnya.
Saat ini fitur tersebut baru tersedia untuk pengguna Premium di Amerika Serikat. Namun jika respons pasar positif, besar kemungkinan fitur Ask YouTube Indonesia atau wilayah lain akan menyusul dalam beberapa bulan ke depan.
Bagi kreator konten, perubahan ini juga penting. Video yang informatif, punya struktur jelas, serta menjawab pertanyaan spesifik kemungkinan akan lebih mudah direkomendasikan oleh sistem AI baru ini.
Scr/Mashable




















