Kemacetan parah di New York bisa jadi segera punya solusi baru. Joby Aviation resmi memulai demonstrasi layanan taksi udara listrik yang mampu membawa penumpang dari Bandara JFK ke Manhattan hanya dalam 10 menit.
Uji coba ini menjadi bagian dari kampanye 10 hari di New York City sebelum layanan komersial resmi diluncurkan pada paruh kedua tahun 2026.
Jika sukses, layanan ini berpotensi mengubah cara orang bepergian di kota-kota besar yang terkenal padat lalu lintas.
Taksi Udara dari JFK ke Manhattan Cuma 10 Menit
Dalam pengumuman resminya yang dikutip dari Engadget (28/04/26), Joby Aviation menyebut pesawat electric vertical takeoff and landing (eVTOL) miliknya berhasil melakukan penerbangan langsung dari John F. Kennedy International Airport (JFK) menuju heliport di Lower Manhattan dan Midtown Manhattan dalam waktu kurang dari 10 menit.
Sebagai perbandingan, perjalanan darat dari JFK ke pusat Manhattan sering memakan waktu 45 menit hingga lebih dari 1 jam, tergantung kondisi lalu lintas.
Artinya, teknologi taksi udara ini berpotensi memangkas waktu perjalanan secara drastis bagi pebisnis, wisatawan, hingga warga lokal.
Apa Itu eVTOL?
Pesawat Joby menggunakan konsep eVTOL (electric Vertical Takeoff and Landing), yakni kendaraan udara bertenaga listrik yang bisa lepas landas dan mendarat secara vertikal seperti helikopter.
Namun berbeda dari helikopter biasa, Joby mengklaim armadanya memiliki keunggulan:
- Suara lebih senyap
- Tanpa emisi operasional langsung
- Biaya operasional lebih efisien
- Cocok untuk rute jarak pendek perkotaan
- Lebih ramah lingkungan
CEO Joby Aviation, JoeBen Bevirt, menyebut layanan ini sebagai solusi transportasi modern yang lebih nyaman bagi warga New York.
Masih Tahap Demo, Belum Bisa Dipesan Publik
Meski terdengar menarik, saat ini masyarakat belum bisa memesan penerbangan tersebut. Demo ini masih bertujuan menguji rute nyata dan operasional di lingkungan perkotaan sesungguhnya.
Program ini juga menjadi bagian dari eVTOL Integration Pilot Program milik Federal Aviation Administration (FAA), yakni inisiatif percepatan legalisasi layanan taksi udara di Amerika Serikat.
Joby sebelumnya menargetkan peluncuran komersial pada 2025, namun jadwal tersebut mundur. Kini perusahaan menyatakan layanan penumpang berbayar ditargetkan mulai beroperasi pada paruh kedua 2026.
Kota yang masuk rencana awal meliputi New York, Texas dan Florida.
Jika izin FAA selesai tepat waktu, Joby bisa menjadi salah satu operator taksi udara komersial pertama di Amerika.
Masa Depan Transportasi Kota Besar?
Kemunculan air taxi seperti Joby dinilai bisa menjadi jawaban atas kemacetan ekstrem di kota besar. Selain New York, konsep serupa juga sedang dikembangkan di Dubai, Singapura, Jepang, hingga Eropa.
Namun tantangan masih besar, seperti:
- Regulasi penerbangan
- Infrastruktur vertiport
- Harga tiket awal
- Keamanan operasional
- Penerimaan masyarakat
Jika teknologi ini matang dan harga makin terjangkau, kota-kota macet seperti Jakarta, Bangkok, atau Manila bisa menjadi pasar potensial di masa depan.
Bayangkan perjalanan dari Bandara Soekarno-Hatta ke pusat Jakarta hanya 10–15 menit lewat taksi udara listrik.
Scr/Mashable





















