Angin Surga Pemilu Real Madrid: Jurgen Klopp Tegas Ogah Latih Los Blancos

08.06.2026
Angin Surga Pemilu Real Madrid: Jurgen Klopp Tegas Ogah Latih Los Blancos
Angin Surga Pemilu Real Madrid: Jurgen Klopp Tegas Ogah Latih Los Blancos

Harapan publik Real Madrid untuk melihat Jurgen Klopp merapat ke Santiago Bernabeu dipastikan berujung antiklimaks. Juru taktik asal Jerman tersebut dilaporkan sama sekali tidak memiliki niat untuk menukangi Los Blancos, lantaran kursi pelatih Tim Nasional Jerman dinilai jauh lebih memikat baginya.

Sejumlah media Inggris dan Jerman secara serentak mengonfirmasi bahwa calon Presiden Real Madrid, Enrique Riquelme, sempat sesumbar akan mendatangkan Klopp jika dirinya memenangi pemilu klub. Tak main-main, pengusaha berusia 37 tahun itu bahkan mencuri perhatian publik dengan berjanji akan memboyong Erling Haaland sekaligus Rodri ke Bernabeu sebagai bagian dari proyek ambisiusnya.

Namun, rumor tersebut langsung mentah. Sang agen, Marc Kosicke, bergerak cepat membantah semua spekulasi yang mengaitkan kliennya dengan raksasa Spanyol tersebut.

Berbicara kepada media Jerman, Kosicke menegaskan bahwa mantan bos Liverpool itu sangat bahagia dengan pekerjaannya saat ini di bawah bendera Red Bull, dan tidak punya rencana sedikit pun untuk kembali melatih level klub.

Usai menyudahi masa baktinya yang melegenda bersama Liverpool pada 2024, Klopp memilih menepi dan menjabat sebagai Direktur Sepak Bola Global di Red Bull. Pelatih berkacamata ini juga berulang kali menegaskan bahwa dirinya ingin lepas sejenak dari tekanan ekstrem dunia kepelatihan harian setelah hampir dua dekade nonstop berdiri di pinggir lapangan.

Meski menutup pintu rapat-rapat untuk klub sepak bola, laporan dari Bild mengeklaim bahwa Klopp menyisakan satu ketertarikan khusus: kursi pelatih kepala Timnas Jerman. Posisi tersebut dinilai menjadi pekerjaan impian (dream job) bagi pria berusia 58 tahun tersebut.

Saat ini, Die Mannschaft memang masih dinakhodai oleh Julian Nagelsmann. Kendati demikian, masa depan Nagelsmann diyakini akan sangat bergantung pada rapor dan pencapaian Jerman di ajang Piala Dunia 2026.

Mengingat trauma mendalam Jerman yang tersingkir di fase grup pada dua edisi Piala Dunia sebelumnya, tekanan berat kini berada di pundak pelatih muda tersebut.

Sebagai catatan, Klopp sebenarnya sempat menolak kesempatan emas untuk menukangi Timnas Jerman pada tahun 2023 demi menghormati kontraknya dengan Liverpool. Walau begitu, sang agen mengakui bahwa tawaran dari tim nasional selalu memiliki arti emosional yang spesial, sesuatu yang tampaknya tidak akan bisa ditolak oleh Klopp selamanya.

Jurgen Klopp Tolak Tawaran dari Manchester United dan Chelsea

Sebelumnya, Jurgen Klopp telah menerima tawaran dari Manchester United dan Chelsea, meskipun ia telah menyatakan niatnya untuk tidak lagi melatih klub mana pun di Inggris.

Setelah meninggalkan Liverpool pada Mei 2024, Jurgen Klopp tidak hanya akan menerima penyesalan dari para penggemar Anfield.

Menurut agennya, Marc Kosicke, baik Manchester United maupun Chelsea telah mendekati ahli strategi asal Jerman tersebut, meskipun sebelumnya ia menyatakan tidak akan melatih klub Inggris lagi.

Berbicara kepada Transfermarkt, Kosicke mengkonfirmasi bahwa Klopp saat ini sangat senang dengan perannya sebagai Direktur Sepak Bola Global Red Bull, posisi yang telah dipegangnya sejak Januari tahun lalu.

“Saya rasa dia tidak akan kembali ke bangku pelatih saat ini. Dia sangat bahagia di lingkungan barunya,” kata Kosicke. Namun, dia juga mengakui bahwa tawaran masih terus berdatangan.

“Bahkan Chelsea dan Manchester United telah menunjukkan minat, meskipun Jurgen telah menegaskan bahwa dia tidak akan melatih klub lain di Inggris. Minat itu belum berhenti,” kata Kosicke.

Manchester United dan Chelsea sebelumnya membantah kepada The Athletic bahwa mereka telah mengajukan tawaran resmi. Musim ini, kedua tim telah menunjuk manajer baru. Liam Rosenior bertanggung jawab atas Chelsea, sementara Michael Carrick telah menjadi manajer interim di Old Trafford sejak Januari.

Kosicke juga mengungkapkan bahwa Klopp memiliki kesempatan untuk melatih tim nasional AS, tim nasional Inggris, dan bahkan tim nasional Jerman sebelum menerima tawaran Red Bull. Dia percaya kliennya telah “bertransformasi” dari seorang pelatih murni menjadi peran manajerial yang lebih luas.

Selain itu, Bayern Munich juga hampir merekrut Klopp sebanyak dua kali.

“Bayern hampir saja merekrut kami dua kali,” tambah Kosicke.

“Sekali pada tahun 2008. Uli Hoeness menginginkan Jurgen, tetapi Karl-Heinz Rummenigge menginginkan Jurgen Klinsmann.”

Kesempatan kedua datang setelah Niko Kovac pergi pada tahun 2019, ketika Klopp memimpin Liverpool meraih kemenangan di Liga Champions. Pada akhirnya, Bayern memilih Hansi Flick dan meraih kesuksesan besar.

Klopp mengakhiri masa baktinya selama delapan setengah tahun di Liverpool dengan pencapaian tertinggi: memenangkan gelar Liga Inggris setelah penantian selama 30 tahun. Meskipun berulang kali menyatakan bahwa ia tidak berniat untuk kembali melatih, nama Klopp sering disebut-sebut setiap kali klub-klub besar, yang terbaru Real Madrid, mencari manajer baru.

Scr/Mashable





Don't Miss