Persaingan Arsenal dan Manchester United di bursa transfer musim panas 2026 tidak hanya terjadi dalam perebutan trofi di lapangan. Dua raksasa Premier League tersebut kini dikabarkan sama-sama mengincar gelandang muda Bournemouth, Alex Scott, yang tampil impresif sepanjang musim lalu.
Nama Alex Scott menjadi salah satu komoditas panas di pasar transfer setelah menunjukkan perkembangan pesat bersama Bournemouth. Penampilan konsistennya membuat Arsenal dan Manchester United memasukkan pemain berusia 22 tahun itu ke dalam daftar target untuk memperkuat lini tengah masing-masing.
Namun, Bournemouth tampaknya tidak akan melepas aset berharganya dengan mudah. Klub berjuluk The Cherries tersebut dilaporkan mematok harga sekitar 60 juta poundsterling atau setara Rp1,3 triliun dan tengah berupaya memperpanjang kontrak sang pemain yang saat ini masih berlaku hingga 2028.
Ketertarikan Arsenal dan Manchester United terhadap Alex Scott tidak lepas dari performa gemilang yang ditunjukkannya pada musim 2025-2026. Gelandang asal Inggris tersebut mencatatkan 37 penampilan di Premier League dan menyumbangkan tiga gol untuk Bournemouth.
Meski statistik golnya tidak terlalu mencolok, kontribusi Scott di lapangan jauh lebih besar dari sekadar angka. Ia dikenal memiliki kemampuan membawa bola yang baik, visi permainan matang, fleksibilitas dalam berbagai peran di lini tengah, serta disiplin tinggi saat membantu pertahanan.
Tak heran jika banyak pengamat mulai menyebut Alex Scott sebagai salah satu gelandang muda paling menjanjikan di Inggris saat ini.
Bagi Manchester United, kebutuhan mendatangkan gelandang baru menjadi salah satu prioritas utama pada musim panas ini. Kembalinya Setan Merah ke Liga Champions membuat manajemen ingin memperdalam kualitas skuad agar mampu bersaing di berbagai kompetisi.
Meski United dikabarkan sudah mencapai kesepakatan untuk mendatangkan Ederson dari Atalanta, kebutuhan tambahan pemain di sektor tengah masih cukup besar. Apalagi Casemiro disebut akan meninggalkan Old Trafford, sementara masa depan Manuel Ugarte juga belum sepenuhnya pasti.
Sebelumnya, Manchester United menjadikan Mateus Fernandes sebagai target utama. Namun harga yang mencapai 80 juta poundsterling membuat proses negosiasi berjalan rumit. Situasi tersebut membuat Alex Scott muncul sebagai opsi yang lebih realistis meski tetap membutuhkan biaya transfer yang tidak sedikit.
Di sisi lain, Arsenal juga terus memantau perkembangan sang pemain. Tim asuhan Mikel Arteta sebenarnya sudah memiliki komposisi lini tengah yang cukup solid dengan kehadiran Declan Rice dan Martin Odegaard.
Meski demikian, profil Alex Scott dinilai sesuai dengan karakter pemain yang selama ini dicari Arsenal. Usianya yang masih muda, pengalaman bermain di Premier League, serta kemampuannya menjalankan berbagai tugas di lini tengah membuatnya menjadi investasi jangka panjang yang menarik bagi The Gunners.
Kendati begitu, Arsenal diyakini tidak akan terburu-buru mengajukan penawaran resmi. Fokus klub London Utara tersebut saat ini masih tertuju pada beberapa target di sektor serang. Karena itu, langkah konkret untuk merekrut Scott kemungkinan baru dilakukan apabila terdapat kebutuhan tambahan di lini tengah atau jika situasi transfer berkembang lebih menguntungkan.
Posisi Bournemouth sendiri cukup kuat dalam negosiasi. Selain masih terikat kontrak hingga 2028, Scott juga menjadi bagian penting dari skuad yang berhasil membawa klub meraih tiket ke kompetisi Eropa musim depan.
Dengan kondisi tersebut, Bournemouth tidak berada dalam tekanan untuk menjual pemainnya. Klub bahkan lebih memilih mempertahankan Alex Scott dan menawarkan kontrak baru guna mengamankan masa depannya.
Meski belum ada tawaran resmi yang diajukan, persaingan Arsenal dan Manchester United dalam perburuan tanda tangan Alex Scott diperkirakan akan menjadi salah satu cerita menarik pada bursa transfer musim panas 2026. Jika salah satu klub benar-benar serius memboyongnya, Bournemouth tampaknya siap menuntut nilai transfer besar untuk melepas salah satu talenta muda terbaik yang dimiliki Inggris saat ini.
Scr/Mashable
















