Timnas Brasil memastikan tiket ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 setelah bangkit dari ketertinggalan untuk mengalahkan Jepang dengan skor 2-1 pada pertandingan fase gugur di Stadion Houston, Texas, Amerika Serikat, Selasa (30/6/2026) WIB.
Selecao sempat dibuat frustrasi oleh permainan disiplin Jepang yang unggul lebih dulu pada babak pertama melalui Kaishu Sano. Namun, perubahan strategi pelatih Carlo Ancelotti di babak kedua, termasuk memasukkan Endrick, berhasil mengubah jalannya pertandingan.
Brasil akhirnya membalikkan keadaan lewat gol Casemiro sebelum Gabriel Martinelli mencetak gol kemenangan pada masa injury time untuk memastikan langkah lima kali juara dunia itu ke babak 16 besar.
Di babak pertama, Timnas Brasil mendapat kejutan besar dari Jepang pada babak 32 besar Piala Dunia 2026.
Samurai Biru sukses menutup babak pertama dengan keunggulan 1-0 atas Selecao berkat gol spektakuler Kaishu Sano.
Gol tunggal Jepang lahir pada menit ke-29 melalui aksi Kaishu Sano. Gelandang berusia 24 tahun itu memotong umpan Danilo di area tengah lapangan sebelum menggiring bola hingga ke depan kotak penalti dan melepaskan tendangan mendatar yang gagal dijangkau Alisson Becker.
Gol tersebut menjadi sangat spesial karena merupakan gol internasional pertama Sano bersama tim nasional Jepang. Selain membawa Samurai Biru unggul, gol itu juga membuat Brasil tertinggal pada babak pertama pertandingan Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak kalah dari Belgia pada perempat final Piala Dunia 2018.
Jepang tampil disiplin sejak menit awal dengan menerapkan formasi bertahan 5-4-1 yang rapat. Strategi racikan Hajime Moriyasu membuat Vinicius Junior, Matheus Cunha, hingga Lucas Paqueta kesulitan menemukan ruang untuk menembus pertahanan lawan.
Brasil sebenarnya langsung memberikan tekanan sejak awal pertandingan. Bruno Guimaraes membuka peluang pertama pada menit kedua sebelum Matheus Cunha memaksa kiper Jepang, Zion Suzuki, melakukan penyelamatan penting pada menit ke-14.
Vinicius Junior juga sempat memperoleh peluang emas pada menit ke-34 setelah menerima umpan Bruno Guimaraes. Namun, tendangan rendahnya masih mampu diamankan Suzuki yang tampil sangat tenang di bawah mistar gawang Jepang.
Tekanan Brasil terus berlanjut hingga penghujung babak pertama. Lucas Paqueta beberapa kali mengancam pertahanan Jepang, termasuk melalui peluang pada menit ke-35 dan masa injury time, tetapi rapatnya lini belakang Samurai Biru membuat seluruh peluang tersebut gagal dikonversi menjadi gol.
Di sisi lain, Jepang bermain sangat efektif ketika memperoleh kesempatan menyerang. Selain gol Kaishu Sano, Ayase Ueda sempat mengancam melalui sundulan pada menit ke-27, sedangkan Junya Ito dan Daichi Kamada beberapa kali merepotkan lini pertahanan Brasil melalui bola mati dan serangan balik cepat.
Pertahanan Jepang juga mendapat pujian berkat performa luar biasa Kaishu Sano. Sebelum mencetak gol, pemain yang musim lalu menjadi pencatat intersepsi terbanyak di Bundesliga itu beberapa kali mematahkan serangan Brasil, termasuk memblok tendangan Lucas Paqueta saat Selecao meningkatkan intensitas serangan.
Secara statistik, Jepang kembali menunjukkan mental kuat ketika bermain di fase gugur Piala Dunia. Samurai Biru kini selalu mampu unggul lebih dahulu dalam tiga pertandingan terakhir mereka di babak knockout, meski pada dua edisi sebelumnya akhirnya tersingkir dari Belgia pada 2018 dan Kroasia melalui adu penalti pada 2022.
🇯🇵 Le Japon a mené au score lors de chacun de ses 3 derniers matchs à élimination directe à la Coupe du Monde. Il a été éliminé lors de 2 précédentes fois (contre la Belgique en 2018, contre la Croatie en 2022). #BREJAP
— Stats Foot (@Statsdufoot) June 29, 2026
Keunggulan sementara atas Brasil juga memperpanjang catatan positif Jepang sepanjang Piala Dunia 2026. Mereka kini telah mengoleksi delapan gol, menyamai rekor gol terbanyak yang pernah dicetak negara Asia dalam satu edisi Piala Dunia, menyamai pencapaian Korea Selatan pada Piala Dunia 2002.
Tidak hanya itu, total 26 gol Jepang sepanjang sejarah keikutsertaan di Piala Dunia semakin menegaskan perkembangan sepak bola Negeri Sakura sebagai salah satu kekuatan utama Asia di level internasional.
Bagi Brasil, ketertinggalan ini menjadi alarm serius bagi pelatih Carlo Ancelotti. Selecao sebelumnya tampil meyakinkan pada fase grup dengan menyapu bersih pertandingan terakhir, termasuk kemenangan 3-0 atas Skotlandia yang mengantarkan mereka lolos sebagai juara grup.
Brasil juga memiliki rekor impresif di tanah Amerika Serikat dengan tidak pernah kalah dalam 10 pertandingan Piala Dunia sebelumnya, yakni tujuh kemenangan dan tiga hasil imbang. Namun, dominasi tersebut kini berada dalam ancaman apabila gagal membalikkan keadaan pada babak kedua.
Secara historis, Brasil juga belum pernah tertinggal dari wakil Asia di Piala Dunia sejak menghadapi Jepang pada fase grup Piala Dunia 2006. Saat itu Selecao akhirnya mampu bangkit dan menang telak 4-1 melalui dua gol Ronaldo.
🇧🇷 Le Brésil n’avait plus été mené au score contre une nation asiatique à la Coupe du Monde depuis le 22 juin 2006 contre la Japon. #BREJAP
— Stats Foot (@Statsdufoot) June 29, 2026
Sementara itu, Jepang datang ke laga ini dengan modal kepercayaan diri tinggi. Sebelum menghadapi Brasil, Samurai Biru berhasil menorehkan kemenangan bersejarah atas negara-negara besar seperti Jerman, Spanyol, Inggris, hingga Brasil dalam laga internasional beberapa tahun terakhir.
Ancelotti Ubah Permainan Lewat Endrick
Memasuki babak kedua, Carlo Ancelotti langsung melakukan perubahan. Lucas Paqueta yang mengalami cedera tidak kembali ke lapangan dan digantikan oleh penyerang muda Endrick.
Masuknya Endrick membuat pola serangan Brasil menjadi lebih agresif. Matheus Cunha ditarik lebih ke belakang untuk membantu distribusi bola, sementara Rayan dan Vinicius Junior semakin leluasa menekan lini pertahanan Jepang.
Tekanan Brasil langsung meningkat sejak awal babak kedua.
Pada menit ke-52, Bruno Guimaraes hampir menyamakan kedudukan melalui sundulan keras, tetapi kiper Jepang Zion Suzuki masih mampu melakukan penyelamatan gemilang.
Semenit kemudian, Endrick juga mengancam gawang Jepang. Tekanan terus berlanjut dan pada menit ke-54 Casemiro nyaris mencetak gol melalui sundulan dari jarak dekat. Namun, bola berhasil disapu Takehiro Tomiyasu tepat di garis gawang sebelum akhirnya diamankan Suzuki.
Casemiro Samakan Kedudukan
Gol yang ditunggu Brasil akhirnya lahir pada menit ke-56.
Berawal dari umpan silang Gabriel Magalhaes dari sisi kiri, Casemiro berhasil melepaskan sundulan akurat di tiang jauh yang tidak mampu dihentikan Suzuki.
Gol tersebut mengubah skor menjadi 1-1 sekaligus membakar semangat Brasil untuk terus menekan pertahanan Jepang.
Dua menit berselang, Vinicius Junior hampir membawa Brasil berbalik unggul. Aksinya di dalam kotak penalti diakhiri dengan tembakan yang sempat mengenai ujung jari Suzuki sebelum membentur tiang gawang.
Meski mendapat tekanan tanpa henti, Jepang tetap mampu memberikan perlawanan.
Ayase Ueda sempat memperoleh peluang emas pada menit ke-64 melalui serangan balik cepat. Namun, Alisson Becker berhasil mengamankan bola pada percobaan kedua.
Pelatih Jepang kemudian melakukan sejumlah pergantian pemain dengan memasukkan Yukinari Sugawara, Junnosuke Suzuki, Ao Tanaka, Shuto Machino, dan Koki Ogawa demi menjaga keseimbangan tim sekaligus meredam agresivitas Brasil.
Sementara itu, Brasil memasukkan Gabriel Martinelli menggantikan Matheus Cunha pada menit ke-65 untuk menambah daya gedor.
Martinelli Jadi Pahlawan Brasil
Ketika pertandingan tampak akan berlanjut ke babak tambahan, Brasil akhirnya memecahkan kebuntuan pada menit kelima masa injury time.
Gol bermula dari keberhasilan Rayan merebut bola di area berbahaya. Bola kemudian diberikan kepada Bruno Guimaraes yang mengirim umpan terobosan matang kepada Gabriel Martinelli.
Martinelli yang lolos dari kawalan bek Jepang melepaskan tendangan mendatar yang sempat mengenai jari Zion Suzuki sebelum bersarang di pojok gawang melalui pantulan tiang.
Gol pada menit 90+5 itu memastikan Brasil menang dramatis 2-1 sekaligus memupus harapan Jepang untuk melangkah lebih jauh di Piala Dunia 2026.
Brasil terus mengontrol permainan hingga peluit panjang dibunyikan wasit pada menit ke-90+11.
Jepang sempat memperoleh beberapa peluang untuk menyamakan skor, namun pertahanan Brasil mampu bertahan hingga akhir laga.
Brasil juga melakukan pergantian terakhir dengan memasukkan Fabinho menggantikan Casemiro serta Danilo Santos menggantikan Bruno Guimaraes pada penghujung pertandingan.
Di kubu Jepang, pelatih juga memasukkan Koki Ogawa menggantikan Daizen Maeda pada menit-menit akhir, tetapi perubahan tersebut tidak mampu menghindarkan Samurai Biru dari kekalahan.
Hasil Akhir
Brasil 2-1 Jepang
Pencetak Gol:
- Kaishu Sano (Jepang)
- Casemiro 56′ (Brasil)
- Gabriel Martinelli 90+5′ (Brasil)
Kemenangan ini membawa Brasil melaju ke babak 16 besar Piala Dunia 2026, menanti lawan dari pemenang Norwegia vs Pantai Gading.
Sementara Jepang harus mengakhiri perjuangannya setelah tampil impresif dan sempat memberikan perlawanan sengit kepada salah satu kandidat juara dunia.
Scr/Mashable















