Raksasa Bundesliga, Bayern Munich, resmi mengamankan servis bintang tim nasional Maroko, Ismael Saibari, dari PSV Eindhoven. Gelandang serang berusia 25 tahun tersebut diikat dengan kontrak jangka panjang hingga Juni 2031 dan akan mengenakan nomor punggung 34 di Allianz Arena.
Bayern menebus Saibari dengan mahar transfer fantastis yang diperkirakan mencapai 55 juta euro (sekitar Rp1,1 triliun). Kepindahan ini menjadi lompatan besar dalam karier sang pemain, baik secara profesional maupun finansial.
Menurut berbagai sumber, Saibari akan menerima gaji sebesar 10 juta euro (sekitar Rp205 miliar) per tahun di Bayern. Angka tersebut melonjak tajam hingga 10 kali lipat dibanding pendapatannya di PSV yang hanya berkisar 1 juta euro per tahun.
Nilai kontrak fantastis ini diraih Saibari setelah tampil gemilang di Liga Belanda serta performa luar biasanya di ajang Piala Dunia 2026.
Penghormatan Emosional untuk Abdelhak Nouri
Di balik transfer megah ini, pilihan nomor punggung 34 milik Saibari menyimpan kisah yang sangat menyentuh hati. Ia sengaja memilih angka tersebut sebagai bentuk dedikasi dan penghormatan kepada sahabat dekatnya, Abdelhak Nouri.
Nouri adalah mantan pemain berbakat Ajax Amsterdam yang mengalami kolaps akibat henti jantung saat laga persahabatan pada tahun 2017 silam. Tragedi tersebut meninggalkan kerusakan otak permanen, dan hingga hari ini Nouri masih berjuang dalam proses pemulihan serta belum bisa berjalan sendiri.
“Saya ingin terus melangkah bersamanya dengan mengenakan nomor punggung 34, yang merupakan nomor terakhir yang ia pakai,” ungkap Saibari emosional, seperti dikutip dari laman resmi Bayern Munich.
Bersinar Terang di Piala Dunia 2026
Pemain kelahiran Terrassa, Spanyol, ini memang sedang menikmati momen pembuktian di panggung dunia. Bersama timnas Maroko, Saibari sukses mencetak 3 gol dari 4 pertandingan, sekaligus mengantarkan skuad Singa Atlas menembus babak 16 besar Piala Dunia 2026.
Aksi paling ikoniknya terjadi di babak 32 besar. Saibari maju sebagai eksekutor penentu dalam drama adu penalti dan dengan dingin sukses menyingkirkan Belanda.
Di bawah asuhan pelatih Vincent Kompany, kehadiran Saibari diproyeksikan akan menambah kedalaman dan daya dobrak lini serang Die Roten. Karakter bermainnya yang dinamis membuat ia bisa diplot tepat di belakang striker utama Harry Kane, serta berkolaborasi dengan barisan penyerang top lainnya seperti Michael Olise, Luis Diaz, dan Jamal Musiala.
Sebelum memutuskan hijrah ke Jerman, Saibari merupakan pilar penting yang membawa PSV Eindhoven menjuarai Eredivisie tiga musim berturut-turut. Ia bahkan dinobatkan sebagai Pemain Terbaik Liga Belanda pada musim lalu.
Meski sempat absen saat Maroko mencetak sejarah lolos ke semifinal Piala Dunia 2022, Saibari kini telah membuktikan diri sebagai salah satu talenta paling bersinar dan diperhitungkan di kancah sepak bola Afrika saat ini.
Scr/Mashable















