Cristiano Ronaldo mungkin tidak lagi berada di puncak daftar pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia. Bahkan, jika melihat jumlah gol secara keseluruhan, ia masih tertinggal dari sejumlah legenda sepak bola dunia.
Namun, ada satu catatan yang membuat nama Ronaldo berdiri sendirian dalam sejarah Piala Dunia. Sebuah rekor yang bahkan tidak bisa dimiliki rival abadinya, Lionel Messi.
Dua gol yang dicetak Ronaldo saat Portugal menghancurkan Uzbekistan 6-0 di Piala Dunia 2026 membuat sang megabintang resmi menjadi pemain pertama dan satu-satunya yang mampu mencetak gol dalam enam edisi Piala Dunia berbeda secara beruntun.
Mulai dari Jerman 2006 hingga Piala Dunia 2026, Ronaldo selalu menemukan cara untuk mencatatkan namanya di papan skor. Sebuah pencapaian luar biasa yang menunjukkan konsistensi, ketahanan fisik, dan mentalitas elite selama dua dekade.
Berikut enam momen gol ikonik Ronaldo yang menandai setiap perjalanan bersejarahnya di ajang Piala Dunia.
1. Iran 2006: Gol Pertama yang Membuka Sejarah
Semua bermula di Piala Dunia 2006 ketika Portugal menghadapi Iran pada fase grup.
Saat itu Portugal mendapatkan hadiah penalti setelah Luis Figo dijatuhkan di dalam kotak terlarang. Meski masih berusia muda dan baru mulai menjadi bintang dunia, Ronaldo dipercaya sebagai eksekutor.
Di bawah tekanan besar, pemain yang saat itu membela Manchester United tersebut menunjukkan ketenangan luar biasa. Tendangannya berhasil mengecoh penjaga gawang Iran dan bersarang mulus di dalam gawang.
Gol itu bukan sekadar membantu Portugal meraih kemenangan, tetapi juga menjadi gol pertama Ronaldo dalam sejarah Piala Dunia.
2. Korea Utara 2010: Gocekan Cerdik yang Sulit Dilupakan
Empat tahun kemudian, Portugal berpesta gol saat menghadapi Korea Utara di Afrika Selatan.
Dalam kemenangan besar tersebut, Ronaldo ikut menyumbang satu gol pada menit ke-87. Momen gol itu menjadi salah satu yang paling unik dalam kariernya di Piala Dunia.
Berawal dari bola yang mengarah ke depan gawang, penjaga gawang Korea Utara mencoba melakukan sliding tackle untuk menghentikan Ronaldo. Namun, sang penyerang justru menunjukkan kecerdikannya.
Dengan satu sentuhan cepat, Ronaldo melewati hadangan kiper sebelum melepaskan penyelesaian ke gawang yang sudah kosong.
Gol tersebut memperlihatkan kombinasi antara kecepatan, refleks, dan kemampuan membaca situasi yang menjadi ciri khasnya.
3. Ghana 2014: Tetap Menjadi Andalan dari Titik Putih
Piala Dunia 2014 bukan turnamen yang mudah bagi Portugal maupun Ronaldo. Meski demikian, kapten Portugal itu tetap berhasil meninggalkan jejak melalui satu gol saat menghadapi Ghana.
Gol berawal dari umpan silang yang dikirimkan oleh gelandang Portugal, João Moutinho, dari sisi kiri penyerangan ke dalam kotak penalti Ghana. Kiper Ghana saat itu, Fatau Dauda, mencoba menghalau bola udara tersebut. Namun, halauannya tidak sempurna dan justru membuat bola melambung liar jatuh tepat di ruang kosong di depan gawang.
Ronaldo yang berdiri bebas tanpa kawalan ketat langsung menyambar bola liar tersebut menggunakan tendangan kaki kiri yang keras dan mendatar, menghujam sisi kanan gawang Ghana.
4. Rusia 2018: Puncak Performa Ronaldo di Piala Dunia
Jika harus memilih edisi Piala Dunia terbaik milik Ronaldo, maka Rusia 2018 adalah jawabannya.
Di turnamen ini, Ronaldo mencetak empat gol dan tampil sebagai pusat perhatian dunia.
Tiga gol di antaranya lahir saat Portugal menghadapi Spanyol dalam laga klasik yang berakhir dramatis. Ronaldo membuka skor lewat penalti, menambah satu gol melalui tembakan keras, lalu melengkapi hattrick dengan tendangan bebas spektakuler menjelang akhir pertandingan.
Tak berhenti sampai di situ, Ronaldo juga mencetak gol kemenangan saat Portugal menundukkan Maroko.
Empat gol tersebut menjadi bukti bahwa meski usianya sudah tidak muda lagi, Ronaldo masih mampu bersaing dengan para pemain terbaik dunia.
5. Ghana 2022: Rekor Baru di Qatar
Pada Piala Dunia 2022 di Qatar, Ronaldo kembali mencetak sejarah. Gol penalti yang ia lesakkan ke gawang Ghana membuatnya menjadi pemain pertama yang mampu mencetak gol dalam lima edisi Piala Dunia berbeda.
Momen tersebut langsung menjadi sorotan dunia karena belum pernah ada pemain lain yang mampu melakukan hal serupa.
Walaupun Portugal tidak mampu membawa pulang trofi, Ronaldo tetap menorehkan tinta emas dalam buku sejarah sepak bola.
6. Uzbekistan 2026: Rekor yang Membuatnya Berdiri Sendiri
Dan akhirnya, sejarah terbesar itu tercipta di Piala Dunia 2026.
Menghadapi Uzbekistan, Ronaldo tampil tajam dengan mencetak dua gol dalam kemenangan telak Portugal 6-0.
Dua gol tersebut tidak hanya membantu Portugal meraih tiga poin penting, tetapi juga mengukuhkan Ronaldo sebagai satu-satunya pemain dalam sejarah yang mampu mencetak gol di enam edisi Piala Dunia berbeda secara beruntun.
Rekor ini terasa begitu spesial karena kemungkinan besar akan sangat sulit untuk disamai, apalagi dilampaui.
Banyak pemain hebat mampu tampil di beberapa edisi Piala Dunia. Namun, menjaga performa dan tetap mencetak gol selama rentang 20 tahun merupakan sesuatu yang nyaris mustahil.
Rekor yang Mungkin Tak Akan Pernah Dimiliki Messi
Perdebatan mengenai siapa yang lebih hebat antara Ronaldo dan Lionel Messi mungkin tidak akan pernah berakhir.
Messi memiliki trofi Piala Dunia dan sejumlah pencapaian luar biasa lainnya. Ronaldo mungkin juga tidak akan mampu mengejar beberapa statistik yang dimiliki sang rival.
Namun, ada satu rekor yang kini menjadi milik eksklusif Ronaldo. Yakni menjadi satu-satunya pemain dalam sejarah sepak bola yang berhasil mencetak gol pada enam edisi Piala Dunia secara beruntun.
Dari Jerman 2006 hingga Piala Dunia 2026, nama Ronaldo selalu muncul di papan skor. Sebuah bukti bahwa umur hanyalah angka bagi salah satu pesepak bola terbesar yang pernah lahir di planet ini.
Dan selama rekor itu masih berdiri, dunia akan terus mengingat bahwa Cristiano Ronaldo adalah sosok yang berhasil menaklukkan enam generasi Piala Dunia berbeda.
Scr/Mashable















