Sebuah momen unik sekaligus bersejarah tercipta dalam laga lanjutan Grup F Piala Dunia 2026. Gelandang timnas Swedia, Mattias Svanberg, sukses mencatatkan namanya dalam sejarah turnamen sepak bola terakbar empat tahun lewat gol kilatnya ke gawang Tunisia, Senin (15/6) pagi WIB.
Namun, alih-alih langsung berselebrasi, sang pemain justru sempat dibuat kebingungan oleh keputusan wasit.Dalam laga yang berakhir dengan kemenangan telak Swedia 5-1 atas Tunisia tersebut, pelatih Graham Potter memasukkan Svanberg di menit-menit akhir pertandingan saat timnya sudah unggul 3-1. Keputusan tersebut terbukti sangat jitu.
Hanya berselang beberapa detik setelah menginjakkan kaki di lapangan, Svanberg langsung merangsek masuk ke kotak penalti. Pemain berusia 27 tahun itu dengan cerdik menyambar umpan silang mendatar dari Alexander Isak untuk menggetarkan jala gawang Tunisia.
Sial bagi Svanberg, pesta kegembiraannya harus tertunda. Hakim garis langsung mengangkat bendera tanda terjadinya offside.Sontak, keputusan tersebut menuai protes dari para penggawa Swedia karena skema serangan balik itu terjadi dalam tempo yang sangat cepat. Wasit kemudian berkomunikasi dengan ruang Video Assistant Referee (VAR).
Hasil peninjauan VAR menunjukkan detail krusial: Alexander Isak sempat menyentuh bola dengan sangat tipis sebelum bola bergulir ke arah Svanberg. Sentuhan minim inilah yang membuat posisi Svanberg dinyatakan sah dan tidak offside.
Beralaskan bukti tersebut, wasit utama akhirnya menganulir keputusan hakim garis dan mengesahkan gol Swedia.
Menariknya, ada drama kecil di balik pengesahan gol tersebut. Svanberg ternyata sempat melongo dan kebingungan karena tidak memahami pengumuman wasit yang disampaikan dalam bahasa Inggris.
Setelah beberapa detik berlalu dan diberi tahu rekan setimnya, barulah ia tersadar dan langsung merayakan gol bersejarahnya tersebut.
Gol ini tidak hanya mengunci kemenangan Swedia, tetapi juga membawa Svanberg masuk ke buku sejarah sepak bola dunia. Gelandang kelahiran 1999 itu hanya butuh waktu 18 detik sejak masuk sebagai pemain pengganti untuk mencetak gol.
Catatan impresif tersebut menjadikannya sebagai pemain pengganti dengan gol tercepat kedua sepanjang sejarah Piala Dunia. Ini juga menjadi gol debut Svanberg di panggung tertinggi sepak bola sejagat.
Hingga saat ini, rekor gol pemain pengganti tercepat di Piala Dunia masih dipegang oleh mantan striker Uruguay, Richard Morales. Pada Piala Dunia 2002 silam, Morales hanya membutuhkan waktu 16 detik untuk membobol gawang Senegal dalam laga dramatis yang berakhir imbang 3-3 di Korea-Jepang.
Scr/Mashable















