Dari Legenda Italia hingga Pelatih Uzbekistan

18.06.2026
Dari Legenda Italia hingga Pelatih Uzbekistan
Dari Legenda Italia hingga Pelatih Uzbekistan

Nama Fabio Cannavaro selalu memiliki tempat spesial dalam sejarah sepak bola dunia.

Mantan kapten tim nasional Italia ini dikenal sebagai salah satu bek terbaik sepanjang masa, terutama setelah membawa negaranya menjuarai FIFA World Cup.

Ketangguhan, kepemimpinan, dan kecerdasan membaca permainan membuat Cannavaro dihormati sebagai ikon pertahanan modern.

Namun, kisah Fabio Cannavaro tidak berhenti setelah pensiun sebagai pemain. Ia memilih jalur kepelatihan, sebuah dunia yang penuh tekanan, tuntutan hasil, dan ujian konsistensi.

Dari Timur Tengah, Asia Timur, hingga Eropa, Cannavaro membangun identitas baru sebagai pelatih dengan filosofi permainan yang kuat. Kini, pria kelahiran Napoli itu tengah memulai babak baru bersama tim nasional Uzbekistan.

Awal Karier Fabio Cannavaro sebagai Pelatih

Jejak kepelatihan Fabio Cannavaro dimulai di Al-Ahli, klub asal Uni Emirat Arab. Pada 2011 hingga 2013, ia belum langsung menjadi pelatih utama, melainkan menjabat sebagai perwakilan klub dan penasihat strategis.

Posisi ini memberinya pengalaman penting dalam memahami manajemen tim, komunikasi internal, dan struktur organisasi sepak bola profesional.

Pada 2013, Cannavaro naik level menjadi asisten pelatih di klub yang sama dan bekerja bersama Cosmin Olăroiu. Periode ini menjadi fondasi penting dalam transisinya dari pemain menjadi pelatih.

Kesempatan besar datang pada 2014 ketika ia dipercaya menangani Guangzhou Evergrande di China. Inilah momen ketika Fabio Cannavaro benar-benar diuji sebagai pelatih kepala. Dalam 22 pertandingan, ia membukukan rata-rata 1,77 poin per laga.

Karier Fabio Cannavaro di Asia Semakin Bersinar

Setelah meninggalkan Guangzhou Evergrande, Fabio Cannavaro sempat melatih Al-Nassr di Arab Saudi pada musim 2015/2016. Meski hanya bertahan 14 pertandingan, ia mencatat rata-rata 1,64 poin per laga.

Petualangannya berlanjut bersama Tianjin Quanjian pada 2016–2017. Di klub ini, kualitas kepelatihan Fabio Cannavaro mulai terlihat lebih matang. Dari 50 pertandingan, ia mencatat rata-rata 1,88 poin per laga.

Puncak karier kepelatihan Fabio Cannavaro sejauh ini hadir saat periode keduanya bersama Guangzhou Evergrande pada 2017–2021. Dalam 125 pertandingan, ia mencatat rata-rata 2,08 poin per pertandingan, angka terbaik sepanjang kariernya.

Di sinilah filosofi permainan Fabio Cannavaro terlihat jelas. Dengan formasi favorit 4-2-3-1, ia mengedepankan pertahanan disiplin, pressing terukur, dan serangan balik cepat. Gaya ini mencerminkan DNA Cannavaro sebagai mantan bek elite dunia.

Kembali ke Eropa dan Menghadapi Tantangan Berat

Setelah sukses di Asia, Fabio Cannavaro kembali ke Italia. Ia menangani Benevento pada musim 2022/2023. Namun periode ini menjadi salah satu yang paling sulit. Dari 17 pertandingan, ia hanya meraih rata-rata 0,94 poin per laga.

Meski begitu, Cannavaro tetap mendapat kepercayaan. Pada 2024, ia menangani Udinese Calcio dan mencatat rata-rata 1,50 poin dari enam pertandingan.

Kariernya lalu berlanjut di GNK Dinamo Zagreb, klub besar asal Kroasia. Di sana, Fabio Cannavaro memimpin 14 laga dengan rata-rata 1,64 poin per pertandingan.

Walau belum menghasilkan trofi besar di Eropa, pengalaman tersebut memperkaya pendekatan taktiknya sebagai pelatih modern.

Fabio Cannavaro dan Misi Besar di Uzbekistan

Kini, tantangan terbesar Fabio Cannavaro ada di level tim nasional. Pada 6 Oktober 2025, ia resmi ditunjuk sebagai pelatih kepala timnas Uzbekistan dengan kontrak hingga 31 Juli 2026.

Penunjukan ini menjadi sorotan karena Uzbekistan tengah berkembang menjadi salah satu kekuatan baru sepak bola Asia. Federasi sepak bola Uzbekistan berharap pengalaman dan mental juara Cannavaro mampu membawa tim melangkah lebih jauh di level internasional, termasuk menuju FIFA World Cup.

Hingga musim 2025/2026, Fabio Cannavaro telah memimpin delapan pertandingan bersama Uzbekistan dengan catatan lima kemenangan dan tiga kekalahan. Ia mengoleksi rata-rata 1,88 poin per pertandingan, menjadi awal yang cukup menjanjikan.

Sebagai pelatih berlisensi UEFA Pro, Fabio Cannavaro kini berada di fase penting kariernya.

Sumber foto: Instagram @fabiocannavaroofficial

Scr/Mashable





Don't Miss