AC Milan menjadi klub Italia dengan jumlah pemain terbanyak di Piala Dunia 2026. FIFA mencatat sepuluh pemain Rossoneri dipanggil untuk membela tim nasional masing-masing pada turnamen di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Mereka adalah Mike Maignan, Adrien Rabiot, Rafael Leao, Christian Pulisic, Luka Modrić, Santiago Gimenez, Pervis Estupiñán, Alexis Saelemaekers, Koni De Winter, dan Ardon Jashari.
Berdasarkan performa hingga berakhirnya laga Prancis melawan Maroko, Maignan menjadi pemain Milan yang paling konsisten. Kiper berusia 31 tahun tersebut selalu menjadi starter dalam enam pertandingan dan memainkan seluruh 540 menit.
Maignan hanya kebobolan dua gol serta membukukan empat clean sheet. Ia juga melakukan sembilan penyelamatan dan menggagalkan satu penalti ketika Prancis mengalahkan Norwegia 4-1 pada fase grup.
Pada perempat final melawan Maroko, Maignan kembali bermain penuh dan membantu Prancis menang 2-0. Les Bleus memastikan tempat di semifinal berkat gol Kylian Mbappé dan Ousmane Dembélé.
Kemenangan itu membawa Prancis mencapai semifinal Piala Dunia untuk ketiga kalinya secara beruntun. Berdasarkan menit bermain, clean sheet, jumlah kebobolan, dan pencapaian tim, Maignan layak dinilai sebagai pemain Milan terbaik sementara.
Adrien Rabiot Konsisten di Lini Tengah
Adrien Rabiot juga memegang peran penting dalam perjalanan Prancis. Gelandang Milan tersebut mencatat lima penampilan, seluruhnya sebagai starter, dengan total 450 menit dan satu assist.
Rabiot turut menghasilkan tujuh tekel dan tujuh sapuan. Angka tersebut memperlihatkan kontribusinya dalam membantu serangan sekaligus menjaga keseimbangan ketika Prancis kehilangan bola.
Assist Rabiot tercipta saat Prancis mengalahkan Senegal 3-1 pada pertandingan pembuka Grup I. Ia kemudian kembali bermain penuh ketika Les Bleus menyingkirkan Maroko pada perempat final.
Rabiot memang belum mencetak gol, tetapi pergerakan, disiplin posisi, dan kemampuan memenangkan duel menjadikannya salah satu pemain Milan paling berpengaruh di turnamen.
Rafael Leao Efektif dari Bangku Cadangan
Rafael Leão menjadi pemain Milan dengan kontribusi ofensif terbanyak. Penyerang Portugal tersebut menghasilkan satu gol dan satu assist dari lima pertandingan serta 158 menit bermain.
Leão hanya sekali menjadi starter, tetapi tetap terlibat langsung dalam dua gol. Ia rata-rata menghasilkan satu gol atau assist setiap 79 menit.
Golnya tercipta ketika Portugal mengalahkan Uzbekistan 5-0 pada fase grup. Leão masuk pada babak kedua dan mencetak gol kelima Portugal pada menit ke-87.
Ia kemudian memberikan assist untuk gol Gonçalo Ramos saat Portugal menang 2-1 atas Kroasia pada babak 32 besar. Umpan silang Leão diselesaikan Ramos melalui sundulan pada menit ke-94.
Perjalanan Portugal berakhir setelah kalah 0-1 dari Spanyol pada babak 16 besar. Leão masuk pada menit ke-71, tetapi tidak mampu membantu timnya mencetak gol penyeimbang.
Saelemaekers Tampil Efisien
Alexis Saelemaekers mencatat tiga penampilan, satu kali sebagai starter, dan mengumpulkan 78 menit bersama Belgia. Ia menghasilkan satu gol sepanjang turnamen.
Gol tersebut tercipta ketika Belgia menang 5-1 atas Selandia Baru pada fase grup. Saelemaekers masuk pada menit ke-72 sebelum ikut menambah keunggulan timnya.
Dengan satu gol dalam 78 menit, Saelemaekers memiliki rasio gol terbaik di antara para pemain Milan. Ia kembali tampil sebagai pemain pengganti saat Belgia menyingkirkan Amerika Serikat 4-1.
Jashari Mulai Mendapat Kepercayaan
Ardon Jashari mencatat dua penampilan, satu kali menjadi starter, dan bermain selama 47 menit. Gelandang Swiss tersebut belum menghasilkan gol maupun assist.
Kesempatan menjadi starter diperolehnya saat Swiss menghadapi Kolombia pada babak 16 besar. Jashari bermain pada babak pertama sebelum digantikan setelah jeda.
Swiss bermain imbang 0-0 selama 120 menit, kemudian menang 4-3 dalam adu penalti. Hasil tersebut membawa mereka ke perempat final untuk pertama kalinya sejak 1954.
Pulisic Berakhir dengan Cedera
Christian Pulisic mencatat empat penampilan, tiga kali menjadi starter, dengan total 222 menit. Kapten Amerika Serikat itu menghasilkan satu assist tanpa mencetak gol.
Masalah betis yang sebelumnya dialaminya kembali terasa pada laga pembuka melawan Paraguay. Kondisi tersebut membuat Pulisic absen ketika Amerika Serikat mengalahkan Australia.
Ia kembali menjadi starter saat Amerika Serikat menundukkan Bosnia dan Herzegovina 2-0 pada babak 32 besar. Pulisic dimainkan di sisi kiri dan bertahan hingga menit ke-88.
Perjalanannya berakhir ketika Amerika Serikat kalah 1-4 dari Belgia. Pulisic ditarik keluar pada menit ke-59 setelah mengalami cedera ketika hendak melepaskan tembakan.
Federasi Sepak Bola Amerika Serikat mengonfirmasi bahwa Pulisic mengalami memar tulang dan retakan mikro pada tungkai kanannya. Cedera tersebut diperkirakan membuatnya menepi selama beberapa pekan.
Modric Tetap Menjadi Motor Kroasia
Luka Modrić selalu menjadi starter dalam empat pertandingan Kroasia dan mengumpulkan 317 menit. Gelandang berusia 40 tahun tersebut menghasilkan satu assist.
Modrić juga mencatat tujuh tendangan sudut, lima umpan silang sukses, tiga tekel, dan lima sapuan. Ia tetap menjadi pusat distribusi serta pengatur tempo permainan Kroasia.
Assist Modrić tercipta ketika Kroasia menghadapi Ghana. Namun, perjalanan Kroasia berakhir setelah kalah 1-2 dari Portugal pada babak 32 besar.
Laga itu menjadi penampilan ke-202 Modrić bersama tim nasional Kroasia. Pertandingan tersebut juga berpotensi menjadi penampilan terakhirnya pada sebuah turnamen besar.
Gimenez Minim Kesempatan
Santiago Gimenez tampil empat kali bersama Meksiko, seluruhnya sebagai pemain pengganti. Ia hanya mengumpulkan 87 menit tanpa gol maupun assist.
Penyerang Milan tersebut menghasilkan satu tembakan tepat sasaran sepanjang turnamen. Minimnya menit bermain membuatnya kesulitan menemukan ritme.
Pada babak 16 besar melawan Inggris, Gimenez bermain sekitar 30 menit terakhir. Meksiko akhirnya kalah 2-3 dan tersingkir dari turnamen.
Estupinan Hanya Bermain 90 Menit
Pervis Estupiñán mencatat dua penampilan, satu kali menjadi starter, dengan total 90 menit bersama Ekuador. Ia belum mencetak gol ataupun memberikan assist.
Bek kiri tersebut menghasilkan tiga sapuan dan satu umpan silang sukses. Kesempatan bermainnya terbatas sehingga kontribusinya tidak sebesar pemain Milan lainnya.
Estupiñán menjadi starter ketika Ekuador bermain imbang 0-0 melawan Curaçao. Ia kemudian tidak dimainkan saat Ekuador kalah 0-2 dari Meksiko pada babak 32 besar.
De Winter Masih Menunggu Debut
Koni De Winter menjadi satu-satunya pemain Milan yang belum memperoleh menit bermain hingga pembaruan data ini. Bek Belgia tersebut masih mencatat nol penampilan.
De Winter kembali menjadi pemain cadangan saat Belgia menang 4-1 atas Amerika Serikat. Kesempatan debutnya masih terbuka selama Belgia bertahan di turnamen.
Statistik Pemain AC Milan di Piala Dunia 2026
Pemain | Negara | Main | Starter | Menit | Gol | Assist | Status |
Mike Maignan | Prancis | 6 | 6 | 540 | 0 | 0 | Semifinal |
Adrien Rabiot | Prancis | 5 | 5 | 450 | 0 | 1 | Semifinal |
Rafael Leão | Portugal | 5 | 1 | 158 | 1 | 1 | Gugur 16 besar |
Christian Pulisic | Amerika Serikat | 4 | 3 | 222 | 0 | 1 | Gugur 16 besar |
Luka Modrić | Kroasia | 4 | 4 | 317 | 0 | 1 | Gugur 32 besar |
Santiago Gimenez | Meksiko | 4 | 0 | 87 | 0 | 0 | Gugur 16 besar |
Alexis Saelemaekers | Belgia | 3 | 1 | 78 | 1 | 0 | Perempat final |
Ardon Jashari | Swiss | 2 | 1 | 47 | 0 | 0 | Perempat final |
Pervis Estupiñán | Ekuador | 2 | 1 | 90 | 0 | 0 | Gugur 32 besar |
Koni De Winter | Belgia | 0 | 0 | 0 | 0 | 0 | Perempat final |
Secara keseluruhan, sepuluh pemain AC Milan telah menghasilkan 35 penampilan, 22 kali menjadi starter, 1.989 menit, dua gol, dan empat assist.
Data tersebut diperbarui setelah Prancis mengalahkan Maroko pada 9 Juli 2026 dan sebelum pertandingan Spanyol melawan Belgia serta Argentina melawan Swiss. Dengan demikian, statistik Saelemaekers, De Winter, dan Jashari masih dapat berubah.
Scr/Mashable















