Inter Milan segera menuntaskan transfer Anan Khalaili dari Union Saint-Gilloise. Pemain asal Israel itu telah tiba di Bandara Linate dan dijadwalkan menjalani tes medis sebelum menandatangani kontrak bersama Nerazzurri.
Dilansir Sky Sport Italia, Jumat (10/07/2026) melalui laporan Pasquale Guarro, Inter menyepakati transfer senilai 25 juta euro ditambah bonus. Klub Belgia sebelumnya menolak tawaran awal sebesar 23 juta euro plus bonus sebelum Inter menaikkan proposal.
Penyerang yang biasa bermain di sayap kanan ini dikabarkan akan segera menjalani pemeriksaan medis pada pagi hari waktu setempat, kemudian tes kelayakan olahraga pada sore harinya. Setelah seluruh proses selesai, ia dijadwalkan menandatangani kontrak dan diumumkan sebagai pemain baru Inter.
Transfer ini menjadi salah satu langkah paling konkret Inter pada bursa musim panas. Nerazzurri bergerak cepat setelah Union Saint-Gilloise menolak proposal pertama dan meminta nilai yang lebih tinggi.
Kedatangan Khalaili di Milan menunjukkan proses transfer telah memasuki tahap akhir. Inter kini hanya perlu memastikan kondisi medis pemain sebelum menyelesaikan dokumen kontrak.
Dalam laporan awal, Khalaili disebut sebagai pemain bertahan. Namun, ia juga dikenal memiliki kemampuan bermain lebih maju dan dapat membantu beberapa area dalam struktur permainan tim.
Inter melihat pemain berusia muda itu sebagai bagian dari proyek jangka panjang. Nilai transfer 25 juta euro plus bonus juga menunjukkan keseriusan klub dalam mengamankan jasanya.
Apabila seluruh pemeriksaan berjalan lancar, Khalaili akan segera bergabung dengan skuad utama. Pengumuman resmi diperkirakan dilakukan setelah kontrak dan dokumen registrasi selesai.
John Stones Ditawarkan kepada Inter
Selain Khalaili, Inter juga mendapat tawaran untuk merekrut John Stones. Bek tim nasional Inggris itu berstatus bebas transfer setelah kontraknya bersama Manchester City berakhir pada 30 Juni 2026.
Pakar transfer Fabrizio Romano mengonfirmasi Stones telah ditawarkan kepada Inter, Juventus, dan AC Milan. Namun, belum ada klub yang mengajukan proposal konkret karena masih mempertimbangkan gaji dan kondisi fisiknya.
Stones meninggalkan Manchester City setelah menghabiskan 10 musim bersama klub tersebut. Ia menjadi bagian dari tim yang memenangkan enam gelar Premier League, tiga Piala FA, tiga Piala Liga, dan Liga Champions 2022-2023.
Inter sebenarnya sudah menerima tawaran untuk merekrut Stones sejak Maret. Pembicaraan tersebut tidak berkembang, meski namanya kembali diajukan kepada Nerazzurri dalam beberapa hari terakhir.
Permintaan gaji Stones dinilai cukup tinggi untuk pemain berusia 32 tahun. Inter juga harus menghitung risiko kebugaran sebelum mempertimbangkan kontrak bagi mantan bek Everton tersebut.
Catatan penampilannya menjadi salah satu perhatian utama. Musim paling aktif Stones di Premier League terjadi pada 2016-2017 ketika ia mencatatkan 27 pertandingan.
Dalam lima musim terakhir, Stones hanya mencatatkan rata-rata 14,6 penampilan liga per musim. Angka tersebut membuat klub-klub Italia berhati-hati sebelum memberikan kontrak dengan nilai besar.
Inter belum menutup peluang, tetapi Stones bukan target yang sudah mendekati kesepakatan. Untuk saat ini, ia masih sebatas pemain yang ditawarkan dan dipertimbangkan manajemen.
Inter Kembali Pantau Nico Paz
Nama lain yang kembali masuk radar Inter adalah Nico Paz. Pemain Argentina itu masih menghadapi ketidakpastian terkait masa depannya bersama Como dan Real Madrid.
Dilansir Corriere dello Sport, Corriere della Sera, dan Tuttosport, Real Madrid ingin mengaktifkan klausul pembelian kembali sebesar 10 juta euro. Setelah itu, Madrid berencana menjual Paz dengan harga sekitar 60 juta euro.
Real Madrid disebut tidak senang dengan keinginan Paz bertahan di Como untuk musim 2026-2027. Klub Spanyol itu bahkan meminta Como menyiapkan 60 juta euro apabila ingin mempertahankannya.
Situasi tersebut kembali membuka peluang bagi Inter. Nerazzurri sudah lama mengagumi Paz dan melihatnya sebagai pemain yang dapat menambah kreativitas di lini serang.
Wakil Presiden Inter, Javier Zanetti, memiliki hubungan baik dengan keluarga Nico Paz. Ia merupakan teman lama Pablo Paz, ayah sang pemain, saat keduanya memperkuat tim nasional Argentina.
Zanetti dan Pablo Paz sama-sama menjadi bagian skuad Argentina pada Piala Dunia 1998. Kedekatan itu dapat membantu komunikasi, meski tetap tidak menjamin tercapainya kesepakatan.
Inter sebelumnya sudah beberapa kali dikaitkan dengan Paz. Namun, harga 60 juta euro membuat operasi transfer tersebut cukup rumit.
Como secara teori mampu mempertahankan sang pemain. Akan tetapi, langkah itu berpotensi menimbulkan persoalan terkait regulasi Financial Fair Play.
Inter saat ini juga sedang melakukan pembicaraan lanjutan dengan Atalanta untuk Marco Palestra. Nilai transfer pemain tersebut diperkirakan melampaui 50 juta euro.
Apabila tetap ingin merekrut Nico Paz, Inter membutuhkan tambahan anggaran dari pemilik klub, Oaktree. Pilihan lainnya adalah menjual beberapa pemain untuk membuka ruang finansial.
Nama Aleksandar Stankovic, Carlos Augusto, Andy Diouf, Luis Henrique, Davide Frattesi, dan Ange-Yoan Bonny disebut dapat masuk dalam daftar pemain yang dilepas.
Penjualan satu atau beberapa pemain tersebut dapat membantu Inter mengumpulkan dana. Namun, Nerazzurri tetap harus menilai dampaknya terhadap kedalaman skuad.
Scr/Mashable















