Rencana perombakan besar-bebasan skuad Manchester United pada bursa transfer musim panas 2026 tampaknya bakal memakan korban. Gelandang bertahan Manuel Ugarte dilaporkan masuk dalam daftar hitam dan siap dilepas secara permanen oleh manajemen Setan Merah.
Ugarte diboyong MU dari Paris Saint-Germain (PSG) pada tahun 2024 lalu dengan mahar awal 42,3 juta poundsterling, yang bisa membengkak hingga 50,75 juta poundsterling (sekitar Rp1,19 triliun) lewat berbagai bonus. Namun, investasi besar tersebut berujung kegagalan.
Selama dua musim berseragam The Red Devils, pemain berusia 25 tahun itu tampil melempem. Musim lalu, Ugarte bahkan hanya mencatatkan 10 penampian sebagai starter dan kini resmi terdepak dari proyek jangka panjang di Old Trafford.
Siap Rugi demi Regulasi
Berdasarkan aturan Keuntungan dan Keberlanjutan (PSR) Premier League, Manchester United sebenarnya wajib mengantongi minimal 25,38 juta poundsterling dari penjualan Ugarte agar tidak mencatatkan kerugian dalam pembukuan mereka.
Kendati demikian, laporan internal menyebutkan bahwa petinggi MU tidak akan kaku. Mereka siap mengetuk palu meski ada tawaran yang datang di bawah angka tersebut.
Keberanian MU untuk “nombok” atau merugi dalam transfer Ugarte bukan tanpa alasan. Kubu teater impian memiliki ruang finansial yang sangat sehat berkat strategi bisnis yang cemerlang pada jendela transfer sebelumnya.
Salah satu suntikan dana segar terbesar datang dari penjualan Alejandro Garnacho ke klub lain musim panas lalu senilai 40 juta poundsterling. Karena Garnacho merupakan produk asli akademi Carrington, seluruh biaya transfernya dihitung sebagai keuntungan murni 100 persen dalam neraca PSR.
Selain Garnacho, kas klub juga bertambah dari penjualan beberapa pemain muda lainnya, termasuk dana segar sebesar 5 juta poundsterling dari klausul bagi hasil penjualan (sell-on clause) saat Alvaro Carreras hijrah ke Real Madrid.
Hemat Gaji Gila-gilaan
Langkah cuci gudang ini juga berdampak positif pada struktur finansial klub. Keputusan MU melepas nama-nama besar seperti Casemiro, Jadon Sancho, dan Tyrell Malacia sukses memangkas beban gaji hingga lebih dari 600.000 poundsterling (sekitar Rp14,18 miliar) per minggu.
Angka ini diprediksi bakal makin merosot andai Marcus Rashford benar-benar angkat kaki musim panas ini, yang akan menghemat pengeluaran klub sebesar 325.000 poundsterling per pekan.
Namun, batu sandungan terbesar untuk mendepak Ugarte saat ini adalah tuntutan gajinya yang mencapai 120.000 poundsterling per minggu. Sadar posisi tawar mereka bisa melemah, manajemen MU memilih bergerak senyap dan tidak mengobral sang pemain secara terang-terangan di pasar transfer demi menjaga harga jualnya tidak merosot tajam.
Jika tidak ada tawaran yang cocok, opsi mempertahankan Ugarte di Old Trafford hingga akhir musim tetap terbuka.
Jika skenario kepergian Ugarte berjalan mulus, raksasa Inggris ini dipastikan langsung berburu suksesor. Setelah hampir pasti mengamankan tanda tangan Ederson dari Atalanta, radar transfer Manchester United kini dilaporkan tengah membidik dengan intens gelandang muda West Ham, Mateus Fernandes.
Scr/Mashable















