Deretan Catatan Rekor Penting Kemenangan Swedia 5-1 Atas Tunisia di Piala Dunia 2026

15.06.2026
Deretan Catatan Rekor Penting Kemenangan Swedia 5-1 Atas Tunisia di Piala Dunia 2026
Deretan Catatan Rekor Penting Kemenangan Swedia 5-1 Atas Tunisia di Piala Dunia 2026

Piala Dunia 2026 menghadirkan salah satu hasil paling mencolok pada fase grup ketika Swedia menghancurkan Tunisia dengan skor telak 5-1 di Monterrey, Meksiko, Senin (15/6/2026) WIB. Di balik pesta gol tim Skandinavia tersebut, tersimpan sejumlah rekor dan catatan statistik yang membuat pertandingan ini layak dikenang dalam sejarah turnamen.

Swedia tampil dominan sejak menit-menit awal dan tak memberi kesempatan Tunisia untuk mengembangkan permainan. Yasin Ayari membuka keunggulan pada menit ketujuh sebelum Alexander Isak menggandakan skor. Tunisia sempat memperkecil ketertinggalan melalui Omar Rekik, tetapi Viktor Gyokeres, Mattias Svanberg, dan gol kedua Ayari memastikan kemenangan besar Swedia dengan skor 5-1.

Hasil tersebut bukan sekadar tiga poin bagi Swedia. Ada banyak rekor yang tercipta, baik bagi tim pemenang maupun pihak yang harus pulang dengan wajah tertunduk.

Kemenangan atas Tunisia menjadi malam yang sangat spesial bagi Swedia. Tim berjuluk Blågult itu akhirnya kembali mencetak lima gol dalam satu pertandingan Piala Dunia setelah penantian yang nyaris mencapai sembilan dekade.

Terakhir kali Swedia mampu mencetak minimal lima gol di Piala Dunia terjadi pada 12 Juni 1938 saat mereka menggulung Kuba dengan tujuh gol. Artinya, laga melawan Tunisia mengakhiri puasa 88 tahun Swedia untuk menciptakan pesta gol sebesar itu di panggung sepak bola terbesar dunia.

Tak hanya itu, Swedia juga mencatatkan dua gol dalam 30 menit pertama pertandingan Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak semifinal Piala Dunia 1994 melawan Bulgaria. Saat itu generasi emas Swedia yang diperkuat Martin Dahlin dan Tomas Brolin berhasil melaju hingga perebutan tempat ketiga.

Nama Yasin Ayari menjadi salah satu sorotan utama pertandingan. Gol yang dicetaknya pada menit ketujuh ternyata memiliki arti khusus dalam sejarah sepak bola Swedia.

Menurut data Stats Foot, Ayari menjadi pencetak gol tercepat Swedia di Piala Dunia sejak Martin Dahlin mencetak gol pada menit keenam saat menghadapi Arab Saudi pada 3 Juli 1994.

Tak berhenti di situ, gelandang muda tersebut juga menutup pertandingan dengan gol keduanya pada masa injury time. Brace yang dicetak Ayari menjadi simbol penampilan gemilang generasi baru Swedia yang mulai mengambil panggung di level dunia.

Menariknya, Ayari tidak merayakan gol pembukanya secara berlebihan. Pemain yang memiliki darah Tunisia itu memilih menunjukkan respek kepada negara asal keluarganya meski sedang membela Swedia.

Penyerang andalan Swedia, Viktor Gyokeres, kembali menunjukkan ketajamannya dengan mencatatkan satu gol dalam laga ini.

Gol ke gawang Tunisia membuat Gyokeres kini mengoleksi enam gol bersama tim nasional Swedia sepanjang tahun 2026. Catatan tersebut menjadikannya sebagai pencetak gol terbanyak di antara seluruh pemain tim nasional Eropa tahun ini, mengungguli striker Montenegro Milutin Osmajic yang mengoleksi lima gol.

Tak hanya itu, Gyokeres juga mencetak gol dalam empat pertandingan internasional berturut-turut untuk pertama kalinya sepanjang karier profesionalnya bersama tim nasional senior Swedia.

Konsistensi tersebut menjadi kabar baik bagi Swedia yang mulai kembali diperhitungkan sebagai salah satu kuda hitam turnamen.

Di sisi lain, pertandingan ini menjadi malam yang sangat menyakitkan bagi Tunisia. Kekalahan telak dari Swedia melahirkan sejumlah rekor negatif yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Tunisia menjadi negara Afrika pertama dalam sejarah yang kebobolan lima gol pada pertandingan pembuka Piala Dunia.

Lebih buruk lagi, mereka juga menjadi tim Afrika kedua sejak tahun 2000 yang kalah dengan selisih empat gol atau lebih di ajang Piala Dunia. Sebelumnya, catatan serupa hanya pernah dialami Kamerun saat dibantai Kroasia 0-4 pada Piala Dunia 2014.

Gol cepat Ayari pada menit ketujuh juga tercatat sebagai gol kedua tercepat yang pernah bersarang ke gawang Tunisia di ajang Piala Dunia. Satu-satunya gol yang lebih cepat terjadi ketika Eden Hazard menjebol gawang Tunisia pada menit keenam dalam laga melawan Belgia pada Piala Dunia 2018.

Jika kekalahan dari Swedia terasa menyakitkan, statistik berikutnya bahkan lebih mengkhawatirkan.

Untuk pertama kalinya dalam sejarah, Tunisia kebobolan lima gol dalam dua pertandingan beruntun. Catatan tersebut menunjukkan rapuhnya lini belakang Elang Kartago yang selama ini dikenal sebagai salah satu tim Afrika dengan organisasi pertahanan terbaik.

Kekalahan dari Swedia juga membuat Tunisia menelan tiga kekalahan beruntun di semua kompetisi. Situasi tersebut terakhir kali terjadi pada Juni 2018, tepat sebelum mereka tampil di Piala Dunia Rusia.

Kesalahan fatal Ellyes Skhiri yang berujung gol Viktor Gyokeres semakin menggambarkan malam buruk yang dialami tim asuhan Sabri Lamouchi.

Meski timnya kalah telak, Omar Rekik tetap memiliki kenangan pribadi yang sulit dilupakan dari pertandingan ini.

Bek berusia 24 tahun itu mencetak gol pertama Tunisia lewat sundulan hasil umpan Hannibal Mejbri. Gol tersebut merupakan gol pertama Rekik bersama tim nasional senior Tunisia.

Menurut data statistik, Rekik menjadi pemain keempat dalam sejarah Tunisia yang mencetak gol internasional pertamanya di ajang Piala Dunia. Sebelumnya hanya ada Nejib Ghommidh, Mokhtar Dhouib, dan Dylan Bronn yang mampu melakukan hal serupa.

Sementara itu, Hannibal Mejbri kembali menunjukkan kontribusinya. Gelandang kreatif tersebut kini terlibat langsung dalam gol pada tiga dari lima pertandingan terakhir Tunisia di turnamen besar, termasuk Piala Afrika dan Piala Dunia.

Scr/Mashable





Don't Miss