Dulu Dilepas Chelsea, Diego Moreira Kini Dibeli Mahal AC Milan: Apa Kelebihannya?

20.08.2026
Dulu Dilepas Chelsea, Diego Moreira Kini Dibeli Mahal AC Milan: Apa Kelebihannya?
Dulu Dilepas Chelsea, Diego Moreira Kini Dibeli Mahal AC Milan: Apa Kelebihannya?

AC Milan kembali menunjukkan keseriusannya membangun skuad baru bersama Rúben Amorim dengan mendatangkan Diego Moreira dari RC Strasbourg. Pemain internasional Belgia tersebut dikontrak hingga 30 Juni 2031 dan akan mengenakan nomor punggung 22 bersama Rossoneri.

Transfer ini langsung menarik perhatian karena nilai kesepakatannya berpotensi sangat besar untuk pemain yang baru berusia 22 tahun. Football Italia melaporkan paket transfer Diego Moreira diperkirakan dapat mencapai sekitar 65 juta euro termasuk berbagai bonus.

Namun, angka pasti transfer itu belum diumumkan AC Milan dan berbeda menurut sejumlah laporan di Eropa. Sky Sport Italia menyebut 45 juta euro ditambah bonus maksimal 20 juta euro, sementara Sky Sports Deutschland melaporkan skema 54 juta euro plus 11 juta euro.

Fabrizio Romano mempunyai angka berbeda dengan menyebut 50 juta euro ditambah bonus 16 juta euro serta klausul persentase penjualan berikutnya. L’Equipe melaporkan 50 juta euro plus 10 juta euro, sedangkan sejumlah sumber menilai paket akhirnya bahkan dapat menyentuh 70 juta euro.

Kesepakatan tersebut juga melibatkan agen ternama Portugal Jorge Mendes, sosok yang sebelumnya ikut menangani kepindahan Gonçalo Ramos dari Paris Saint-Germain ke Milan. Diego Moreira sebelumnya bahkan sudah menjalani negosiasi lanjutan dengan RB Leipzig sebelum Rossoneri bergerak dan mencapai kesepakatan.

Moreira tiba di Italia pada Selasa untuk menjalani pemeriksaan medis sebelum akhirnya menandatangani kontrak pada Rabu malam. Detail kepindahan dan variasi laporan nilai transfer tersebut juga tercantum dalam bahan Football Italia yang menjadi dasar pemberitaan ini.

Siapa Diego Moreira yang Dibeli Mahal AC Milan?

Diego Moreira lahir di Liège, Belgia, pada 6 Agustus 2004 dan tumbuh melalui akademi Standard Liège sebelum melanjutkan pembinaan bersama Benfica. Di Portugal, bakatnya mulai mendapat perhatian karena kemampuan teknik, kecepatan, dan keberaniannya menyerang lawan dari area sayap.

Perkembangannya bersama Benfica tidak berhenti pada level akademi karena ia membantu tim U-19 klub tersebut menjuarai UEFA Youth League 2021/22. Beberapa bulan kemudian, Moreira juga turut mengangkat trofi U-20 Intercontinental Cup sebelum memasuki level sepak bola profesional.

Pada musim berikutnya, Diego Moreira mendapatkan pengalaman di level tertinggi Eropa ketika tampil dalam babak kualifikasi Liga Champions 2022/23. Chelsea kemudian merekrutnya pada musim panas 2023 dan memberinya debut tim utama pada laga Piala Liga melawan Wimbledon, 30 Agustus 2023.

Kariernya di Inggris ternyata tidak langsung berkembang sebagaimana diharapkan karena kesempatan bermain bersama tim utama Chelsea sangat terbatas. Ia kemudian menjalani periode bersama Olympique Lyon pada musim 2023/24 sebelum Chelsea mengambil keputusan melepasnya permanen ke RC Strasbourg pada musim panas 2024.

Football Italia menyebut Chelsea ketika itu hanya menerima sekitar 8,5 juta euro dari penjualan tersebut. Dua tahun kemudian, valuasi Diego Moreira melonjak berkali-kali lipat setelah transformasinya bersama Strasbourg membuat Milan bersedia mengeluarkan paket transfer yang berpotensi mencapai 60 juta euro lebih.

Transformasi itu menjadi bagian paling menarik dalam perjalanan kariernya karena Strasbourg tidak sekadar memberinya menit bermain. Klub Prancis tersebut membantu mengubah pemain sayap muda yang masih mentah menjadi pemain multifungsi dengan pemahaman taktik jauh lebih matang.

Di level internasional, Diego Moreira sempat membela Portugal mulai kelompok usia muda hingga U-21 dan turut tampil pada Kejuaraan Eropa U-21 2023. Namun sejak 2025, ia memilih memperkuat tim nasional senior Belgia, negara kelahirannya.

Debut seniornya bersama Belgia datang pada rangkaian kualifikasi Piala Dunia 2026 sebelum ia akhirnya ikut dalam skuad Belgia di turnamen tersebut. Pengalaman internasional itu semakin memperkuat reputasinya sebelum Milan memutuskan menjadikannya bagian penting dalam proyek baru di San Siro.

Gaya Bermain Diego Moreira: Winger, Wing-Back, atau Bek Sayap?

Hal paling istimewa dari Diego Moreira bukan hanya kecepatan, melainkan kemampuannya memainkan banyak peran di kedua sisi lapangan. Ia merupakan pemain berkaki kiri yang paling sering ditempatkan di kiri, tetapi sangat efektif ketika bergerak dari kanan dan masuk menuju area tengah.

Data yang dihimpun SempreMilan menunjukkan Moreira telah memainkan 45 pertandingan sebagai winger kiri sepanjang karier dengan catatan delapan gol dan 11 assist. Sebagai winger kanan, produktivitasnya juga menjanjikan dengan tujuh gol serta tujuh assist dari 34 penampilan.

Kemampuannya tidak berhenti di lini depan karena Diego Moreira juga menjalani 25 pertandingan sebagai gelandang kiri atau wing-back dengan satu gol dan tujuh assist. Ia bahkan mempunyai pengalaman 13 pertandingan sebagai bek kiri dengan torehan satu gol serta dua assist.

Selama membela Strasbourg, fleksibilitas tersebut semakin terlihat karena ia dimainkan dalam enam peran berbeda sepanjang 76 pertandingan. Posisi terbanyaknya adalah left wing-back dengan 25 penampilan, satu gol, dan tujuh assist, tetapi produktivitas terbaiknya justru muncul dari sektor kanan.

Sebagai winger kanan Strasbourg, Moreira menghasilkan empat gol serta lima assist dari 19 pertandingan, sedangkan sebagai bek kiri ia mencatat 13 penampilan. Ia juga dimainkan sebagai winger kiri, right wing-back, hingga attacking midfielder ketika kebutuhan taktik tim berubah sepanjang musim.

Perubahan besar permainan Diego Moreira dimulai ketika Strasbourg masih dilatih Liam Rosenior. Sang pelatih melihat bahwa pemain Belgia itu mempunyai teknik bagus, langkah cepat dan bertenaga, serta kemampuan melewati lawan yang dapat dimaksimalkan dari posisi lebih dalam.

Rosenior kemudian menggunakannya sebagai wing-back dalam formasi 3-4-2-1 serta full-back ketika Strasbourg menggunakan 4-2-3-1. Dari posisi tersebut, Moreira menjadi berbahaya melalui overlap, underlap, dan sprint panjang yang memungkinkan dirinya tiba di sepertiga akhir dengan momentum tinggi.

Karakter tersebut menjelaskan mengapa Diego Moreira berbeda dengan winger yang hanya menunggu bola di dekat garis samping. Ia sangat menyukai ruang untuk berakselerasi, membawa bola melewati lawan, kemudian menyerang celah di antara bek sayap dan bek tengah.

Ketika Rosenior meninggalkan Strasbourg untuk melatih Chelsea, pelatih baru Gary O’Neil kembali memindahkan Moreira lebih dekat ke lini depan. Menariknya, pemain berkaki kiri tersebut ditempatkan di kanan sehingga ia belajar lebih sering melakukan cut inside menggunakan kaki dominannya.

Perubahan posisi itu membuat Diego Moreira mempunyai dua karakter serangan berbeda dalam satu pemain. Dari kiri ia dapat menjaga lebar, overlap dan menyerang ruang, sementara dari kanan ia mampu bergerak menuju half-space sebelum mengumpan atau mencari peluang dengan kaki kiri.

Kelebihan lainnya terletak pada kemampuan membawa bola secara progresif karena akselerasinya memungkinkan tim melewati garis tekanan lawan tanpa harus selalu mengandalkan kombinasi umpan. Dalam situasi transisi, atribut tersebut membuatnya sangat berbahaya ketika mendapatkan lapangan terbuka di depan.

Namun, Moreira belum dapat dikategorikan sebagai winger dengan produktivitas gol elite seperti penyerang sayap yang rutin mengejar 15 hingga 20 gol semusim. Nilai utamanya justru berada pada ball carrying, kreativitas, penciptaan situasi satu lawan satu, dan kemampuan mengirim bola terakhir.

Dengan profil tersebut, Diego Moreira lebih tepat dipandang sebagai wide player modern daripada winger konvensional. Ia dapat menjadi kreator, pemecah pressing, wing-back ofensif, maupun pemain transisi yang membawa bola puluhan meter sebelum menghubungkan permainan dengan striker.

Mengapa Diego Moreira Cocok dengan Rúben Amorim?

Kehadiran Rúben Amorim menjadi alasan utama transfer ini semakin menarik secara taktik karena pelatih Portugal tersebut identik dengan struktur tiga bek dan wing-back agresif. Reuters menyebut Milan memilih Amorim untuk membawa sepak bola menyerang dengan pressing tinggi dan transisi cepat.

Pemilik Milan Gerry Cardinale bahkan menegaskan bahwa filosofi Amorim mengutamakan pressing tinggi, sepak bola menyerang, serta transisi cepat untuk meningkatkan produksi gol. Karakter tersebut mempunyai hubungan langsung dengan kekuatan Diego Moreira, terutama kecepatan dan kemampuannya membawa bola setelah merebut penguasaan.

Dalam formasi 3-4-2-1, posisi paling logis bagi Moreira adalah left wing-back karena peran itu sudah dikuasainya ketika bermain di Strasbourg. Dari sana, ia dapat menjaga lebar sebelum melakukan sprint, overlap, underlap atau membawa bola langsung menuju kotak penalti.

Pilihan tersebut akan membuat pendekatan Milan jauh lebih ofensif dibanding memainkan full-back tradisional di sisi kiri. Diego Moreira dapat beroperasi hampir seperti winger ketika Rossoneri menguasai bola, kemudian kembali membentuk garis empat atau lima pemain ketika tim kehilangan penguasaan.

Namun Amorim tidak harus menggunakannya hanya sebagai wing-back karena kemampuan bermain dari kanan membuka opsi menarik. Moreira dapat ditempatkan sebagai salah satu dari dua attacking midfielder di belakang striker, bergerak ke dalam dengan kaki kiri sambil membiarkan wing-back kanan menjaga lebar.

Dalam pertandingan ketika Milan membutuhkan serangan balik, Diego Moreira bahkan dapat dimainkan sebagai salah satu pemain di belakang penyerang tengah. Akselerasinya menawarkan jalan keluar ketika tim ditekan karena ia mampu menerima bola, berputar, kemudian menyerang ruang sebelum pertahanan lawan kembali terbentuk.

Fleksibilitas itu menjadi keuntungan besar bagi Amorim karena pergantian sistem tidak selalu membutuhkan pergantian pemain. Milan dapat memulai pertandingan dengan Moreira sebagai wing-back, lalu memindahkannya menjadi winger atau attacking midfielder apabila situasi pertandingan menuntut pendekatan lebih agresif.

Kehadirannya juga berpotensi menguntungkan Gonçalo Ramos yang sebelumnya sudah direkrut Milan dari Paris Saint-Germain. Di Strasbourg, kreativitas Moreira ikut membantu perkembangan Joaquín Panichelli yang kemudian menghasilkan 16 gol dalam 27 pertandingan Ligue 1 berdasarkan data yang dikutip SempreMilan.

Ramos merupakan penyerang yang mengandalkan pergerakan di kotak penalti sehingga membutuhkan suplai dari sisi lapangan maupun cut-back dari area berbahaya. Pola overlap dan kemampuan Diego Moreira mengirim bola dari flank bisa menjadi salah satu sumber peluang penting bagi striker Portugal tersebut.

Harga mahal tentu akan membawa tekanan besar karena publik tidak akan menilai pemain berusia 22 tahun itu sebagai sekadar proyek jangka panjang. Apabila paket transfernya benar-benar melewati 60 juta euro, ekspektasi terhadap kontribusinya sejak musim pertama otomatis akan meningkat.

Namun Milan tampaknya tidak membeli Moreira semata-mata berdasarkan jumlah gol dan assist yang telah ia hasilkan. Rossoneri membayar mahal untuk kombinasi usia muda, atletisme, kemampuan satu lawan satu, fleksibilitas posisi, pengalaman internasional, serta potensi berkembang dalam struktur permainan Amorim.

Itulah mengapa cerita Diego Moreira jauh lebih menarik daripada sekadar kepindahan pemain dari Strasbourg menuju Milan. Chelsea melepasnya dengan harga sekitar 8,5 juta euro pada 2024, tetapi dua tahun kemudian perkembangan taktiknya membuat nilai pasar dan reputasinya berubah secara dramatis.

Sekarang tantangannya adalah membuktikan bahwa perkembangan tersebut dapat diterjemahkan ke Serie A, kompetisi yang menuntut disiplin posisi dan pengambilan keputusan tinggi. Jika mampu beradaptasi, Diego Moreira berpotensi menjadi salah satu senjata paling fleksibel dalam revolusi taktik Rúben Amorim di AC Milan.

Bagi Rossoneri, investasi besar ini pada akhirnya bukan hanya pembelian seorang winger, melainkan perjudian pada pemain yang bisa mengisi beberapa kebutuhan sekaligus. Diego Moreira datang sebagai wing-back, winger, bek sayap dan kreator transisi dalam satu paket—profil yang memang dibutuhkan Amorim untuk membangun Milan baru.

Scr/Mashable





Don't Miss