Jadwal dan Link Live Streaming Liga Inggris 2025/26 Pekan ke-32: Big Match Arsenal vs Bournemouth dan Liverpool vs Fulham

11.04.2026
Jadwal dan Link Live Streaming Liga Inggris 2025/26 Pekan ke-32: Big Match Arsenal vs Bournemouth dan Liverpool vs Fulham
Jadwal dan Link Live Streaming Liga Inggris 2025/26 Pekan ke-32: Big Match Arsenal vs Bournemouth dan Liverpool vs Fulham

Liga Inggris 2025/2026 memasuki pekan ke-32 dengan laga-laga menarik seperti Arsenal vs Bournemouth, Liverpool vs Fulham, serta jadwal dan link live streaming yang wajib diikuti para penggemar sepak bola Indonesia. Di fase akhir musim ini, setiap poin menjadi sangat krusial bagi tim-tim yang masih berebut gelar juara, tiket Liga Champions, hingga lolos dari zona degradasi.

Arsenal bersiap menjamu Bournemouth di Emirates Stadium. Kemenangan menjadi harga mati bagi The Gunners demi menyamai rekor kemenangan beruntun terbaik mereka musim ini sekaligus memperkokoh posisi di puncak klasemen.

Anak asuh Mikel Arteta datang dengan modal mentereng. Mereka menyapu bersih empat laga terakhir di liga dengan kemenangan. Sebaliknya, Bournemouth datang dengan status sebagai “spesialis hasil imbang” setelah berbagi angka dalam lima pertandingan terakhir mereka secara beruntun.

Di tengah kekecewaan di kompetisi piala domestik, Arsenal justru tampil perkasa di liga. Kemenangan atas Tottenham, Chelsea, Brighton, dan Everton membawa mereka menembus batas 70 poin. Hasil ini membuat Meriam London unggul sembilan angka dari Manchester City, meski sang rival masih mengantongi satu tabungan pertandingan.

Laga ini juga menandai kembalinya Arsenal ke Premier League setelah hampir sebulan absen akibat jadwal kompetisi lain. Jika menang, ini akan menjadi kali ketiga bagi Arteta mencatatkan rentetan lima kemenangan beruntun dalam satu musim—sebuah pencapaian langka yang hanya pernah diraih Arsenal pada musim 2013-14 dan 2022-23.

Meski fokus terpecah ke leg kedua perempat final Liga Champions melawan Sporting Lisbon pekan depan, Arsenal diprediksi tetap tampil beringas. Mereka mengejar kemenangan kandang kedelapan secara beruntun di semua kompetisi, di mana enam di antaranya diraih dengan mencetak minimal dua gol.

Di sisi lain, manajer Bournemouth, Andoni Iraola, bertekad mencetak sejarah baru. The Cherries saat ini tidak terkalahkan dalam 11 laga terakhir di Premier League. Jika berhasil mencuri poin di Emirates, ini akan menjadi rekor tak terkalahkan terlama sepanjang sejarah klub di kasta tertinggi (12 laga).

Namun, status “raja seri” menjadi ganjalan bagi Bournemouth untuk merangkak naik ke zona Eropa. Saat ini mereka tertahan di posisi ke-13, terpaut empat poin dari Brentford di posisi ketujuh. Meski begitu, Bournemouth punya kenangan manis di Emirates tahun lalu saat menang mengejutkan 2-1.

Badai cedera menghantui kedua tim. Di kubu Arsenal, Martin Odegaard dan Leandro Trossard mengalami masalah kebugaran usai laga kontra Sporting. Mereka menyusul daftar absen panjang yang diisi Piero Hincapie, Eberechi Eze, dan Mikel Merino. Status Bukayo Saka dan Jurrien Timber pun masih menjadi tanda tanya besar.

Kabar baiknya, Kai Havertz dan Gabriel Martinelli yang tampil apik sebagai pemain pengganti di Liga Champions siap turun sejak menit awal.

Sementara itu, Bournemouth kehilangan Justin Kluivert dan Julio Soler hingga bulan depan. Kabar positif datang dari wonderkid Eli Junior Kroupi yang diperkirakan fit. Kroupi (9 gol) berpeluang menjadi remaja pertama dalam 26 tahun yang mencetak 10 gol atau lebih di musim debutnya di Premier League sejak Robbie Keane (1999-00).

Meski tidak akan tampil dengan skuad penuh, Arsenal diprediksi akan menang tipis dalam laga yang alot. Gaya bermain “menang buruk” (winning ugly) yang sering diperagakan Arteta musim ini kemungkinan besar kembali terlihat demi mengamankan tiga poin krusial.

Di pertandingan lainnya, Liverpool akan mencoba menghentikan tren negatif tiga kekalahan beruntun. Arne Slot kini berada di bawah tekanan besar saat mempersiapkan timnya menjamu Fulham di Anfield.

Laga ini menjadi pertemuan kedua musim ini setelah tiga bulan lalu kedua tim bermain imbang 2-2 di Craven Cottage. Kala itu, gol jarak jauh fenomenal Harrison Reed pada menit ke-97 membuyarkan kemenangan The Reds.

Bisa dibilang, Liverpool sedang dalam kondisi “Slot of bother” (kekacauan). Sejak awal Maret, mereka hanya memetik dua kemenangan dari delapan laga terakhir di semua kompetisi (1 imbang, 5 kalah). Lebih mengkhawatirkan lagi, tiga laga terakhir mereka berakhir dengan kekalahan telak lewat agregat gol 1-8.

Setelah dipermalukan Manchester City 0-4 di perempat final FA Cup pekan lalu, penderitaan Liverpool berlanjut pada Rabu malam di Liga Champions. Kekalahan 0-2 dari PSG di leg pertama mencatatkan angka Expected Goals (xG) terendah di era Arne Slot—sebuah performa yang disebut legenda Jamie Carragher sebagai “kesalahan besar” sang manajer.

Di kancah liga, nasib sang juara bertahan juga tak lebih baik. Sejak matchweek 6, Liverpool justru lebih banyak menelan kekalahan (10) daripada kemenangan (9). Meski begitu, harapan ke Liga Champions musim depan masih terbuka karena posisi lima besar musim ini cukup untuk lolos.

Saat ini The Reds duduk di peringkat kelima, terpaut lima poin dari Aston Villa di posisi empat, namun hanya unggul tiga poin dari rival sekota, Everton, di posisi kedelapan.

Berbanding terbalik dengan tuan rumah, Fulham datang dengan modal kepercayaan diri tinggi. Skuad asuhan Marco Silva mengantongi tiga kemenangan dari lima laga terakhir, termasuk kemenangan 3-1 atas Burnley.

Berada di posisi ke-9, The Cottagers masih memelihara mimpi ke kompetisi Eropa untuk pertama kalinya sejak musim 2011-12. Mereka hanya tertinggal dua poin dari zona tujuh besar dan lima poin dari Liverpool. Jika mampu memperbaiki rekor tandang mereka yang kurang impresif (hanya 4 kemenangan dari 15 laga), Fulham bisa menjadi ancaman nyata di Anfield.

Statistik menarik menunjukkan bahwa Fulham dan Liverpool adalah tim paling berbahaya di 20 menit terakhir pertandingan musim ini (masing-masing mencetak 18 gol). Namun, pertahanan Liverpool justru menjadi yang terburuk di periode krusial tersebut dengan kebobolan 18 kali.

Hujan gol diprediksi terjadi melihat catatan kedua tim yang selalu mencetak minimal dua gol dalam tiga pertemuan terakhir di liga. Meski rekor Fulham di Anfield tergolong buruk, kondisi Liverpool yang sedang limbung menjadi kesempatan emas bagi tim tamu untuk mencuri poin atau bahkan meraih kemenangan bersejarah.

Jadwal Liga Inggris 2025/2026 Pekan ke-32

Sabtu, 11 April 2026

02:00 – West Ham vs Wolves
18:30 – Arsenal vs Bournemouth
21:00 – Brentford vs Everton
21:00 – Burnley vs Brighton
23:30 – Liverpool vs Fulham

Minggu, 12 April 2026

20:00 – Crystal Palace vs Newcastle
20:00 – Sunderland vs Tottenham
20:00 – Nottingham Forest vs Aston Villa
22:30 – Chelsea vs Man City.

Selasa, 14 April 2026

02:00 – Man United vs Leeds.

Link Live Streaming Liga Inggris 2025/2026

Penggemar di Indonesia dapat menyaksikan seluruh pertandingan Liga Inggris 2025/2026 melalui platform Vidio.

Scr/Mashable





Don't Miss