Perburuan gelar Scudetto memasuki fase krusial saat Inter Milan bersiap menjamu AS Roma di San Siro. Laga ini diprediksi akan menjadi panggung adu mekanik taktik, di mana kedisiplinan organisasi permainan bakal lebih berbicara ketimbang agresivitas serangan.
Nerazzurri kembali ke hadapan publik sendiri dengan modal tren performa yang unik. Skuad asuhan Simone Inzaghi belakangan ini tampil begitu terkendali secara permainan, namun mulai kehilangan sentuhan klinis di depan gawang.
Hasil imbang 1-1 kontra Fiorentina di laga terakhir mempertegas pola tersebut. Inter tercatat meraih dua hasil imbang beruntun dengan skor identik, menunjukkan bahwa meski mereka mampu mendominasi penguasaan bola, kreativitas di zona sepertiga akhir sedang mengalami kebuntuan.
Statistik mencatat Lautaro Martinez dkk. hanya mampu melesakkan empat gol dalam lima laga terakhir. Kabar baiknya, benteng pertahanan mereka tetap “dingin” dengan hanya kebobolan tiga gol dalam periode yang sama. Dengan rekor pertahanan terbaik (hanya kebobolan 24 gol dari 30 laga), Inter akan sangat mengandalkan kesabaran untuk membongkar pertahanan lawan.
Di kubu tim tamu, AS Roma datang dengan profil yang jauh lebih fluktuatif. Meski sukses memetik kemenangan tipis 1-0 atas Lecce pekan lalu, hasil tersebut belum cukup menutupi borok di lini belakang I Giallorossi.
Masalah utama Roma adalah kerapuhan pertahanan. Dalam lima laga terakhir, gawang mereka sudah jebol sembilan kali. Kekalahan dramatis 3-4 dari Bologna menjadi bukti nyata bahwa setajam apa pun lini serang mereka, kesalahan elementer di lini belakang kerap menjadi bumerang.
Rekor tandang Roma juga menjadi lampu kuning. Kekalahan dari tim-tim seperti Como dan Genoa menunjukkan bahwa mereka sering kesulitan saat menghadapi lawan yang bermain terorganisir dan kompak. Melawan Inter yang dikenal sangat disiplin, Roma dituntut tampil sempurna jika tidak ingin pulang dengan tangan hampa.
Sejarah mencatat bahwa duel kedua tim selalu berlangsung alot. Dalam lima pertemuan terakhir, empat di antaranya berakhir dengan selisih hanya satu gol. Hal ini memperkuat sinyal bahwa laga nanti kemungkinan besar tidak akan menghasilkan skor mencolok.
Apakah Inter mampu kembali ke jalur kemenangan untuk mengamankan posisi puncak, atau justru Roma yang berhasil mencuri poin melalui serangan balik cepat? San Siro akan menjadi saksinya pada Senin malam nanti.
Di laga lainyya, Napoli akan menjamu AC Milan di Stadion Diego Maradona. Duel ini diprediksi akan menjadi laga paling krusial.
Saat ini, AC Milan berada bertengger di tangga ke-2 dengan 63 poin, hanya unggul satu angka dari Napoli di peringkat ke-3 (62 poin). Laga ini bukan sekadar gengsi, melainkan pertaruhan posisi runner-up.
Kemenangan bagi Napoli akan membuat mereka menggeser posisi Rossoneri, sementara bagi Milan, tiga poin akan membuat mereka terus menempel ketat Inter di puncak klasemen.
Jadwal Liga Italia 2025/2026 Pekan ke-31
Sabtu, 4 April 2026
20:00 – Sassuolo vs Cagliari
23:00 – Verona vs Fiorentina.
Minggu, 5 April 2026
01:45 – Lazio vs Parma
20:00 – Cremonese vs Bologna
23:00 – Pisa vs Torino.
Senin, 6 April
01:45 – Inter vs Roma
17:30 – Udinese vs Como
20:00 – Lecce vs Atalanta
23:00 – Juventus vs Genoa.
Selasa, 7 April
01:45 – Napoli vs Milan.
Link Live Streaming Liga Italia 2025/2026 Pekan ke-31
Penggemar di Indonesia dapat menyaksikan seluruh laga Liga Italia 2025/2026 pekan ini secara eksklusif melalui platform Vidio.
Scr/Mashable

















