Spanyol memastikan langkah ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 usai menang telak 3-0 atas Austria pada laga babak 32 besar di Los Angeles Stadium, Kamis (3/7).
Namun di balik kemenangan meyakinkan La Roja, sorotan utama justru tertuju pada sang penjaga gawang, Unai Simón, yang resmi mencetak sejarah baru di ajang Piala Dunia.
Kemenangan Spanyol lahir lewat dua gol Mikel Oyarzabal pada menit ke-36 dan 89, serta satu gol dari Pedro Porro pada menit ke-66.
Hasil ini sekaligus menjadi kemenangan pertama Spanyol di fase gugur Piala Dunia sejak mereka menjuarai turnamen pada 2010 di Afrika Selatan.
Meski lini serang tampil sangat dominan, performa Unai Simón di bawah mistar menjadi faktor penting yang menjaga gawang Spanyol tetap steril. Kiper milik Athletic Bilbao itu kembali mencatat clean sheet, memperpanjang rekor nirbobolnya menjadi lima pertandingan beruntun di Piala Dunia.
Catatan impresif tersebut dihitung sejak laga kontra Maroko pada Desember 2022, ketika Spanyol bermain imbang 0-0 sebelum tersingkir lewat adu penalti. Sejak saat itu, tidak ada satu pun pemain lawan yang mampu menjebol gawang Simón dalam waktu normal pertandingan Piala Dunia.
Rekor lima clean sheet beruntun itu membuat Unai Simón menyamai pencapaian legenda Italia, Walter Zenga, yang mencatatkan torehan serupa pada Piala Dunia 1990. Namun, Simón tidak berhenti sampai di sana.
Kiper berusia 29 tahun tersebut kini resmi memegang rekor baru sebagai penjaga gawang dengan durasi nirbobol terpanjang dalam sejarah Piala Dunia. Unai Simón mencatat 519 menit tanpa kebobolan, melewati rekor lama milik Walter Zenga yang bertahan selama 36 tahun dengan 517 menit.
Rekor ini menegaskan status Simón sebagai salah satu kiper terbaik dunia saat ini. Ketangguhannya menjadi fondasi penting bagi permainan Spanyol yang mengandalkan penguasaan bola tinggi dan garis pertahanan agresif. Saat lini belakang mendapat tekanan, Simón selalu hadir sebagai tembok terakhir yang sulit ditembus.
Dalam pertandingan melawan Austria, Spanyol langsung menekan sejak menit awal. Lamine Yamal hampir membuka keunggulan di menit pertama melalui tembakan tepat sasaran. Marc Cucurella sempat mencetak gol dari situasi sepak pojok, tetapi dianulir wasit karena pelanggaran terhadap kiper Austria, Alexander Schlager.
Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-36 saat Cucurella mengirim umpan mendatar dari sisi kiri yang langsung disambar Oyarzabal ke sudut gawang. Spanyol terus mendominasi hingga babak kedua.
Austria sempat memiliki peluang emas melalui Sasa Kalajdzic pada menit ke-60, tetapi sundulannya melambung. Enam menit berselang, Porro menggandakan keunggulan lewat sundulan tajam memanfaatkan umpan silang Álex Baena. Oyarzabal kemudian menutup pesta gol Spanyol pada menit ke-89.
Dengan kemenangan ini, Spanyol akan melanjutkan perjalanan ke babak 16 besar dan dijadwalkan menghadapi pemenang duel antara Portugal melawan Kroasia di Dallas pada 6 Juli.
Kini, selain berburu trofi Piala Dunia kedua dalam sejarah, Spanyol juga membawa modal besar berupa pertahanan kokoh yang dipimpin Unai Simón.
Jika tren ini berlanjut, rekor 519 menit tanpa kebobolan milik Simón bisa saja terus bertambah dan semakin sulit dikejar generasi kiper berikutnya.
Scr/Mashable















