Persija Jakarta menambah tenaga berpengalaman untuk menghadapi Super League 2026-2027. Setelah memperkuat sektor pertahanan dengan mendatangkan tiga bek asing, Macan Kemayoran kini merekrut gelandang asal Jepang, Kyohei Yoshino.
Pemain berusia 31 tahun itu didatangkan melalui transfer permanen dari klub J1 League, Cerezo Osaka. Persija mengikatnya dengan kontrak berdurasi dua musim.
Kehadiran Kyohei Yoshino tidak hanya menambah kedalaman lini tengah. Pemain kelahiran Miyagi tersebut juga mampu ditempatkan sebagai gelandang bertahan, gelandang tengah, maupun bek tengah.
Kemampuan bermain di beberapa posisi menjadi salah satu alasan transfer ini menarik. Yoshino dapat menjadi pemutus serangan, pelapis lini belakang, sekaligus pemain pertama yang mengalirkan bola setelah Persija merebut penguasaan.
Yoshino telah mencatat sekitar 300 penampilan dan mengoleksi 14 gol sepanjang karier profesionalnya. Dalam keterangan klub, ia menyampaikan kebanggaannya bergabung dengan Persija dan berjanji bekerja keras untuk membantu tim mencapai target musim ini.
Presiden Persija, Mohamad Prapanca, menilai pengalaman Yoshino di kasta tertinggi Jepang dan Korea Selatan dapat memberikan pengaruh positif, baik di lapangan maupun ruang ganti. Persija berharap mentalitas, disiplin, dan etos kerjanya membantu klub kembali bersaing memperebutkan gelar yang terakhir diraih pada 2018.
Profil Singkat Kyohei Yoshino
Kyohei Yoshino lahir di Miyagi, Jepang, pada 8 November 1994. Ia memiliki tinggi badan 182 sentimeter dan berat sekitar 75 kilogram.
Situs resmi Cerezo Osaka mencatat Yoshino sebagai seorang gelandang. Namun, sepanjang kariernya, ia juga cukup sering digunakan sebagai bek tengah karena memiliki kemampuan membaca permainan dan menghadapi duel fisik. Yoshino pernah memperkuat tim nasional Jepang dari kelompok umur U-16 hingga U-21.
Karier profesionalnya dimulai bersama Tokyo Verdy. Setelah itu, ia membela Sanfrecce Hiroshima, Kyoto Sanga, Vegalta Sendai, Yokohama FC, Daegu FC, dan Cerezo Osaka sebelum menerima tantangan baru bersama Persija.
Data J.League mencatat debut Yoshino di kompetisi profesional Jepang terjadi pada 24 Maret 2013. Gol pertamanya di liga tercipta hampir setahun kemudian, tepatnya pada 16 Maret 2014.
Perjalanan panjang tersebut membuat Yoshino datang ke Indonesia bukan sebagai pemain muda yang masih mencari identitas. Ia telah menghadapi berbagai sistem permainan, karakter pelatih, dan tekanan kompetisi di Jepang serta Korea Selatan.
Gaya bermain Yoshino saat ini ternyata jauh berbeda dibandingkan ketika masih kecil. Ia memulai sepak bola dengan keinginan menjadi pemain menyerang yang mengandalkan teknik dan kemampuan mencetak gol.
Yoshino tumbuh di Sendai dan kerap mengikuti aktivitas Vegalta Sendai. Ia mengidolakan pemain-pemain kreatif yang mampu menentukan pertandingan melalui teknik individual.
Perjalanan Yoshino berubah setelah gagal dalam seleksi akademi Vegalta. Kegagalan tersebut menjadi salah satu pengalaman pertama yang membentuk mentalitasnya.
Seorang pelatih kemudian menilai Yoshino memiliki potensi lebih besar apabila bermain sebagai gelandang bertahan. Ia mulai meninggalkan peran sebagai pencetak gol dan belajar menjadi pengatur permainan dari area lebih dalam.
Perubahan posisi itu menjadi titik penting dalam kariernya. Yoshino berkembang sebagai pemain yang memahami kapan harus menekan lawan, menjaga ruang, dan memindahkan arah serangan.
Ketika masih remaja, Yoshino memutuskan meninggalkan kampung halamannya untuk bergabung dengan akademi Tokyo Verdy.
Lingkungan baru tersebut tidak mudah. Ia harus berhadapan dengan pemain-pemain muda yang memiliki kemampuan menggiring bola dan teknik tinggi.
Yoshino menyadari dirinya tidak selalu bisa mengalahkan rekan setim melalui kemampuan individu. Karena itu, ia memperkuat aspek fisik, agresivitas dalam duel, dan keberanian menghadapi lawan satu lawan satu.
Karakter tersebut membentuk fondasi gaya bermainnya hingga saat ini. Yoshino mungkin bukan pemain yang sering menghasilkan aksi spektakuler, tetapi ia terbiasa melakukan pekerjaan yang menjaga keseimbangan tim.
Ia kemudian dipercaya menjadi kapten di level akademi dan membantu Tokyo Verdy Youth menjalani periode berprestasi. Yoshino akhirnya dipromosikan ke tim utama pada 2013.
Karier Yoshino sempat berubah secara mendadak ketika masalah keuangan Tokyo Verdy membuat hak kepemilikannya berpindah ke Sanfrecce Hiroshima.
Bergabung dengan salah satu tim terkuat Jepang menjadi tantangan besar. Persaingan mendapatkan tempat di tim utama jauh lebih ketat.
Yoshino tidak langsung menjadi pilihan utama. Ia harus menjalani latihan tambahan bersama pemain-pemain muda dan membangun kondisi fisik agar mampu mengikuti standar tim.
Masa bersama Hiroshima kemudian dianggap sebagai periode penting dalam pembentukan dirinya sebagai pemain profesional. Ia belajar menghadapi latihan berintensitas tinggi dan memahami struktur permainan yang lebih kompleks.
Kesempatan bermain secara reguler kemudian diperoleh melalui masa peminjaman ke Kyoto Sanga. Di sana, Yoshino lebih sering digunakan sebagai gelandang tengah maupun gelandang bertahan.
Setelah kembali ke Hiroshima, ia mulai mendapatkan peran sebagai pemain bertahan. Fleksibilitas tersebut menjadi salah satu kualitas yang terus melekat sepanjang kariernya.
Pada 2020, Yoshino mendapatkan kesempatan memperkuat Vegalta Sendai, klub yang telah dikenalnya sejak kecil.
Kepindahan itu memiliki makna emosional karena Yoshino sebelumnya pernah gagal menembus akademi Vegalta. Ia akhirnya kembali sebagai pemain profesional yang telah memiliki pengalaman panjang.
Yoshino menjalani tiga musim bersama Vegalta. Perjalanannya tidak sepenuhnya berjalan mulus karena klub mengalami degradasi dan ia sempat mengalami cedera meniskus.
Situasi tersebut sempat membuat Yoshino mempertimbangkan masa depannya sebagai pesepak bola. Kesempatan dari Yokohama FC kemudian membangkitkan kembali semangatnya.
Ia memilih nomor punggung 27, angka yang pernah digunakan ketika mulai bermain sepak bola. Keputusan tersebut menjadi simbol untuk kembali kepada prinsip dasar dan membangun awal baru.
Wawancara resmi Yokohama FC menggambarkan Kyohei Yoshino sebagai pemain yang digerakkan oleh semangat pantang menyerah. Ia tidak ragu menggunakan tubuh untuk memblokir bola, menghadapi benturan, dan menghentikan serangan lawan.
Yoshino sendiri pernah menjelaskan bahwa kemampuan membangun serangan dan memberikan umpan vertikal merupakan bagian dari kekuatannya. Namun, ia menilai kemenangan dalam duel serta keberanian di situasi bola kedua tetap menjadi dasar permainannya.
Karakter tersebut membuatnya cocok memainkan peran sebagai gelandang bertahan. Pemain di posisi itu harus bersedia mengerjakan tugas yang tidak selalu terlihat dalam statistik gol atau assist.
Ia harus menutup ruang, membantu bek tengah, mengikuti pergerakan lawan, dan memastikan tim tidak mudah terkena serangan balik.
Yoshino juga memiliki pengalaman memimpin pemain lain. Ketika situasi pertandingan sulit, ia cenderung berusaha memberikan contoh melalui aksi langsung, bukan hanya berbicara kepada rekan setim.
Setelah membela Yokohama FC, Yoshino mencoba tantangan di luar Jepang dengan bergabung ke Daegu FC.
Kompetisi Korea Selatan dikenal memiliki tempo cepat dan mengandalkan kekuatan fisik. Pengalaman tersebut memperkaya kemampuan Yoshino dalam menghadapi duel dan transisi.
Ia tidak hanya belajar bertahan dalam blok rendah, tetapi juga menghadapi permainan langsung serta perebutan bola kedua yang intens.
Pengalaman di K League menjadi modal penting sebelum dirinya kembali ke Jepang untuk memperkuat Cerezo Osaka pada Juni 2025.
Perjalanan di dua negara Asia Timur tersebut membuat Yoshino memiliki referensi permainan yang cukup luas. Ia pernah bermain dalam tim yang mengandalkan penguasaan bola, pertahanan terorganisasi, dan transisi cepat.
Statistik Kyohei Yoshino di Jepang
Ketika diperkenalkan Cerezo Osaka pada 2025, catatan domestik Yoshino meliputi 105 penampilan dan tiga gol di J1 League. Ia juga memiliki 93 penampilan dengan empat gol di J2 League serta lima pertandingan di J3 League.
Selain itu, Yoshino pernah tampil dalam Piala Liga Jepang, Emperor’s Cup, Liga Champions Asia, dan playoff promosi J1.
Catatan terbaru J.League menunjukkan jumlah penampilannya di J1 telah bertambah menjadi 116 pertandingan dengan tiga gol. Ia juga membukukan 93 laga di J2, lima laga di J3, dan 15 penampilan di Piala Liga.
Perbedaan jumlah tersebut terjadi karena data pertama dicatat ketika Yoshino baru bergabung dengan Cerezo, sedangkan statistik terbaru memasukkan penampilan setelah kepindahan itu.
Adapun angka 300 pertandingan dan 14 gol mencakup karier yang lebih luas, termasuk berbagai kompetisi serta pengalamannya bersama Daegu FC di Korea Selatan.
Football Lab mencatat Yoshino memainkan empat pertandingan bersama Cerezo pada kompetisi J1 2026 dengan satu kesempatan sebagai starter. Total waktu bermainnya mencapai 150 menit.
Dalam periode itu, ia lebih banyak memberikan kontribusi melalui perebutan bola dan aktivitas bertahan daripada menghasilkan peluang.
Data J.League juga menunjukkan tingkat keberhasilan tekelnya mencapai 100 persen, sedangkan keberhasilan umpan panjang berada pada angka 75 persen. Yoshino memiliki persentase kemenangan duel udara sebesar 66,7 persen.
Angka tersebut harus dibaca secara hati-hati karena jumlah menit bermainnya masih terbatas. Namun, data itu tetap memberikan gambaran mengenai karakter dasarnya sebagai pemain yang cukup efektif dalam duel serta tidak sembarangan ketika mengirim bola panjang.
Karakter permainan Yoshino terlihat dalam beberapa pertandingan bersama Cerezo.
Saat menghadapi Vissel Kobe, ia merebut bola di lini tengah sebelum Cerezo mengembangkan serangan melalui Shinji Kagawa dan Shion Homma. Rangkaian tersebut menunjukkan kemampuannya memulai transisi setelah menghentikan permainan lawan.
Dalam laga melawan Sanfrecce Hiroshima, Yoshino terlibat dalam serangan balik pendek. Ia mengirimkan umpan terobosan kepada Thiago Andrade, yang kemudian meneruskan serangan hingga menghasilkan penalti untuk Cerezo.
Aksi serupa terlihat ketika melawan Machida Zelvia. Yoshino merebut bola di area tinggi dan segera mengalirkannya ke depan sehingga Cerezo mampu menciptakan peluang.
Biodata Kyohei Yoshino
- Nama lengkap: Kyohei Yoshino
- Tempat lahir: Miyagi, Jepang
- Tanggal lahir: 8 November 1994
- Usia: 31 tahun
- Tinggi badan: 182 sentimeter
- Berat badan: 75 kilogram
- Kaki dominan: Kanan
- Posisi utama: Gelandang
- Posisi alternatif: Gelandang bertahan dan bek tengah
- Klub sebelumnya: Cerezo Osaka
- Klub saat ini: Persija Jakarta
- Durasi kontrak: Dua musim
- Instagram: kyohei_yoshino5
Scr/Mashable















