LaLiga Tertinggal dalam Persaingan Memperebutkan Tempat kelima di Liga Champions

21.04.2026
LaLiga Tertinggal dalam Persaingan Memperebutkan Tempat kelima di Liga Champions
LaLiga Tertinggal dalam Persaingan Memperebutkan Tempat kelima di Liga Champions

Spanyol kehilangan keunggulan mereka atas Jerman setelah pertandingan perempat final, membuat persaingan untuk memperebutkan satu tempat tambahan di Liga Champions menjadi semakin ketat.

Sepak bola Spanyol baru saja mengalami kejutan di arena Eropa. Setelah pertandingan perempat final, peluang La Liga untuk mengamankan tempat kelima di Liga Champions telah berkurang secara signifikan, dengan selisih poin dengan Bundesliga menyempit menjadi hanya 0,192 poin.

Sebelumnya, Spanyol memegang keunggulan dalam persaingan koefisien UEFA. Namun, tersingkirnya Barcelona, ​​Real Madrid, Celta Vigo, dan Real Betis secara bersamaan membalikkan keadaan.

Sebaliknya, Bundesliga mempertahankan kehadirannya dengan Bayern Munich dan Freiburg. La Liga juga memiliki dua perwakilan, Atletico Madrid dan Rayo Vallecano, tetapi keunggulannya tidak lagi sejelas sebelumnya.

Dua kemenangan Bayern Munchen atas Real Madrid memainkan peran penting dalam membantu Jerman memperkecil selisih poin. Sementara itu, kekalahan Betis dan Celta Vigo menyebabkan La Liga kehilangan poin lebih lanjut. Rayo Vallecano menjadi satu-satunya titik terang, membantu Spanyol mempertahankan posisi kedua mereka di peringkat UEFA.

Saat ini, Inggris memimpin dengan 26.569 poin. Spanyol berada di urutan kedua dengan 21.406 poin, diikuti oleh Jerman dengan 21.214 poin. Selisih antara kedua negara sepak bola ini hampir tidak signifikan, sehingga persaingan untuk memperebutkan satu tempat tambahan menjadi sulit diprediksi.

Portugal juga memberikan tekanan pada lawan-lawannya, setelah mengumpulkan 20.100 poin, terutama setelah Braga menyingkirkan Real Betis. Ini berarti persaingan tidak lagi hanya antara Spanyol dan Jerman.

Menurut sistem penilaian UEFA, setiap kemenangan mendapatkan 2 poin, dan hasil imbang mendapatkan 1 poin. Tim yang melaju lebih jauh menerima poin bonus. Total poin setiap negara dibagi dengan jumlah tim yang berpartisipasi, yang menempatkan Spanyol pada posisi yang kurang menguntungkan karena mereka memiliki 8 perwakilan, lebih banyak daripada Jerman.

Di babak-babak selanjutnya, setiap pertandingan sangat penting. Hasil Atletico Madrid di Liga Champions, bersama dengan performa Rayo Vallecano dan Freiburg di kompetisi Eropa, akan secara langsung memengaruhi perebutan gelar juara.

LaLiga masih unggul, tetapi selisih yang tipis berarti perwakilan Spanyol harus mempertahankan performa mereka jika tidak ingin kehilangan tempat kelima di Liga Champions.

Kekalahan Real Madrid Menempatkan LaLiga dalam Posisi Sulit

Setelah pertandingan perempat final Liga Champions, persaingan koefisien UEFA antara La Liga dan Bundesliga menjadi lebih ketat dari sebelumnya.

Tersingkirnya Real Madrid dari Bayern Munchen, bersamaan dengan Celta Vigo tersingkir oleh SC Freiburg di Liga Europa, telah secara signifikan merusak liga sepak bola papan atas Spanyol.

Sebelumnya, LaLiga telah mengamankan tempat di semifinal berkat persaingan antar tim LaLiga antara Atletico Madrid dan Barcelona. Meskipun Barcelona tersingkir, Liga Spanyol tetap mendapatkan poin dari kemenangan tim Catalan dan bonus dari sistem koefisien berkat lolosnya Atletico ke semifinal.

Namun, kekalahan Real Madrid dalam konfrontasi langsung mereka dengan Bayern menciptakan keuntungan yang jelas bagi Bundesliga. Mereka tidak hanya memastikan lolos ke babak selanjutnya, tetapi tim Jerman itu juga mengumpulkan lebih banyak poin berdasarkan selisih gol, sehingga secara signifikan mempersempit jarak antara kedua liga.

Saat ini, LaLiga memiliki 21.343 poin koefisien UEFA, sedikit lebih tinggi dari Bundesliga (20.785 poin), tetapi selisihnya hanya 0,558 poin. Selisih tipis ini dapat dengan mudah ditutup ketika Liga Europa dan Liga Conference memasuki tahap-tahap penentu.

Kelemahan lain bagi LaLiga adalah jumlah tim peserta yang lebih banyak dibandingkan Bundesliga (8 berbanding 7), sehingga menghasilkan pembagian poin yang lebih terfragmentasi. Hal ini membuat persaingan untuk memperebutkan tempat kelima di Liga Champions menjadi sengit dan sulit diprediksi di tahap akhir musim.

Scr/Mashable





Don't Miss