Langkah Awal Ruben Amorim di AC Milan, Rombak Skuad Besar-besaran!

22.06.2026
Langkah Awal Ruben Amorim di AC Milan, Rombak Skuad Besar-besaran!
Langkah Awal Ruben Amorim di AC Milan, Rombak Skuad Besar-besaran!

Era baru resmi dimulai di San Siro. Setelah melalui proses pencarian yang memakan waktu tiga minggu, AC Milan akhirnya menunjuk Ruben Amorim sebagai nahkoda baru mereka. Langkah ini diambil manajemen Rossoneri kurang dari 24 jam setelah memecat Massimiliano Allegri, menyusul performa buruk di akhir musim yang membuat klub gagal mengamankan tiket ke Liga Champions.

Kini, tugas berat langsung menanti sang juru taktik asal Portugal. Sebelum bursa transfer musim panas resmi dibuka, Ruben Amorim dikabarkan telah memulai langkah pertamanya: mengevaluasi total komposisi skuad demi menentukan siapa saja pemain yang masuk dalam proyeksi jangka panjangnya.

Ruben Amorim dilaporkan bergerak cepat dengan menghubungi para pemain secara personal. Melalui sambungan telepon, mantan pelatih Sporting CP ini memperkenalkan diri, memaparkan visi bermainnya, sekaligus mengukur komitmen serta niat para penggawa Milan.

Pada pemusatan latihan yang dijadwalkan berlangsung 12–13 Juli mendatang, sekitar sepuluh pemain yang habis masa pinjamannya akan kembali ke klub, seperti dilansir dari MilanReports, Senin (22/06/2026).

Nama-nama seperti Yunus Musah, Samuel Chukwueze, Ismael Bennacer, Francesco Camarda, Kevin Zeroli, dan Christian Comotto dipastikan menjadi bagian dari rombongan awal yang dipantau langsung oleh pelatih baru.

Secara keseluruhan, Ruben Amorim akan melakukan penilaian terhadap hampir 30 pemain yang masuk dalam skuad awal AC Milan. Namun, perubahan besar diperkirakan akan terjadi seiring upaya klub membangun tim yang sesuai dengan visi sang pelatih.

Sejumlah pemain seperti Warren Bondo, Filippo Terracciano, dan Ismael Bennacer disebut-sebut berpeluang meninggalkan San Siro pada bursa transfer musim panas ini.

Sementara itu, masa depan beberapa pilar utama Rossoneri juga masih diselimuti tanda tanya. Nama-nama seperti Mike Maignan, Fikayo Tomori, Ruben Loftus-Cheek, Strahinja Pavlovic, hingga Rafael Leao dikabarkan belum memiliki kepastian terkait kelanjutan karier mereka bersama Milan.

Untuk mengakomodasi kebutuhan taktik Amorim, manajemen klub bahkan diperkirakan harus mendatangkan sedikitnya sepuluh pemain baru guna memperkuat berbagai sektor dan membentuk skuad yang lebih kompetitif menghadapi musim mendatang.

Belajar dari Kegagalan di Manchester United

Kehadiran Ruben Amorim di Italia memicu perdebatan hangat di kalangan pengamat sepak bola. Publik masih mempertanyakan versi pelatih mana yang akan diterapkan di Milan, apakah seperti saat sukses membawa Sporting CP meraih lima trofi domestik, atau versi gagal yang dipecat Manchester United pada Januari lalu setelah rentetan hasil buruk yang mendampit Setan Merah di peringkat ke-15 Premier League.

Pakar sepak bola Italia, Euan Burns kepada SempreMilan menyatakan bahwa salah satu batu sandungan terbesar di Inggris adalah kekakuan taktis dan kegagalan beradaptasi dengan materi pemain yang ada.

“Ia sangat menyukai formasi tiga bek tengah, di mana sektor wing-back menjadi mesin utama dalam sistem pressing intensitas tinggi. Di Manchester United, ia tidak memiliki profil pemain yang cocok untuk menjalankan sistem itu,” ujar Burns.

Di kubu AC Milan saat ini, opsi untuk sektor bek sayap adaptif terbilang minim. Nama-mana seperti Alexis Saelemaekers, Pervis Estupinan, Davide Bartesaghi, dan Zachary Athekame dinilai belum sepenuhnya memenuhi standar tinggi yang biasanya diterapkan dalam pakem taktisnya.

Meski kariernya di kompetisi Inggris berakhir prematur, Serie A dinilai bisa menjadi tempat yang lebih ramah bagi taktik Ruben Amorim.

Karakteristik Liga Italia yang cenderung menitikberatkan pada kedisiplinan posisi dan pemikiran taktis—berbeda dengan intensitas fisik Premier League yang brutal—dipercaya dapat memberi ruang bagi sang pelatih untuk bernapas dan membangun fondasi tim secara ideal melalui sesi pramusim penuh.

Namun, manajemen AC Milan juga wajib memberikan stabilitas di jajaran direksi. Chaos internal di tingkat manajemen sempat menjadi pemicu keruntuhan kariernya di Old Trafford.

Jika Milan mampu memberikan struktur kerja yang sehat, Ruben Amorim diyakini memiliki kapasitas untuk mengembalikan Rossoneri ke habitat aslinya di papan atas Eropa.

Scr/Mashable





Don't Miss