Manchester United Pakai ‘Trik Kotor’ Man City untuk Jebak Rival di Transfer Elliot Anderson

12.06.2026
Manchester United Pakai 'Trik Kotor' Man City untuk Jebak Rival di Transfer Elliot Anderson
Manchester United Pakai 'Trik Kotor' Man City untuk Jebak Rival di Transfer Elliot Anderson

Manchester United hampir dipastikan mundur dari perburuan tanda tangan gelandang berbakat Nottingham Forest, Elliot Anderson. Namun, cara Setan Merah meninggalkan saga transfer ini justru menunjukkan perubahan strategi yang sangat cerdik dan dewasa di bawah manajemen baru.

Alih-alih terjebak dalam pusaran harga yang sengaja digelembungkan, Man United justru memanfaatkan ketertarikan mereka untuk membalikkan keadaan. Mereka sukses menjebak tetangga berisik mereka, Manchester City—klub yang dalam beberapa tahun terakhir berulang kali memberi MU pil pahit lewat transfer-transfer gagal paling ikonis dalam sejarah Old Trafford.

Belakangan ini, rumor mengenai tawaran raksasa dari Man City untuk menggaet bintang Nottingham Forest, Elliot Anderson, terus mendominasi tajuk utama media Inggris. Kepindahan Anderson ke Etihad Stadium tampaknya kini hanya tinggal menunggu waktu, mengingat The Citizens terlihat sangat bernafsu dan siap menggelontorkan dana fantastis.

Pemilik Nottingham Forest, Evangelos Marinakis, dikenal sebagai negosiator ulung yang sangat keras kepala. Ia berhasil mengubah sang gelandang menjadi “tambang emas” pada bursa transfer kali ini. Marinakis bahkan dikabarkan sempat menolak tawaran senilai £121 juta dan bersikeras hanya akan melepas aset berharganya tersebut di angka £125 juta.

Bagi Manchester United, merogoh kocek sedalam itu hanya untuk satu pemain dinilai sangat tidak realistis. Terlebih, Setan Merah saat ini membutuhkan dana besar untuk merombak skuad secara menyeluruh di bawah era baru.

Meski demikian, jajaran manajemen di Old Trafford tidak tinggal diam dan melepaskan umpan begitu saja. Mereka sengaja menjaga eksistensi dalam saga ini dan membiarkan media terus memberitakan bahwa Manchester United siap bersaing sampai akhir.

Strategi “tunggal hantam” atau aksi tebar pesona ini berhasil membuat Man City percaya bahwa mereka sedang menghadapi persaingan yang sengit. Akibatnya, City terseret dalam pusaran perang harga yang dipasang oleh Forest.

Ketika sang rival sudah melangkah terlalu jauh dan tidak mungkin mundur dari meja perundingan melelahkan bersama Marinakis, United dengan santai menarik diri. Mereka membiarkan City sendirian menanggung beban biaya transfer yang sudah digelembungkan jauh di atas harga pasar.

Langkah taktis Man United kali ini bagaikan memutar balik sejarah. Di masa lalu, justru Man City yang kerap menggunakan taktik psikologis ini untuk “mengerjai” Setan Merah. Contoh paling nyata terjadi pada transfer Alexis Sanchez dan Harry Maguire.

Ketertarikan ‘palsu’ dari Man City kala itu memicu kepanikan di internal Man United. Akibatnya, MU terburu-buru memberikan Sanchez kontrak dengan gaji fantastis, serta menebus Maguire dengan nilai fantastis £80 juta.

Parahnya lagi, akibat panik karena takut kalah saing dari sang rival, United saat itu menyetujui struktur pembayaran tunai secara penuh di muka—sebuah skema pembayaran yang sangat jarang terjadi dan terbukti menguras kas klub secara signifikan hingga hari ini.

Skenario serupa juga menimpa transfer gelandang asal Brasil, Fred, di mana City berpura-pura ikut menawar agar MU terpaksa membayar dengan harga selangit.

Namun, era pembelian panik itu tampaknya sudah berakhir. Alih-alih menghamburkan uang demi pemain dengan harga yang tidak masuk akal, Manchester United kini mengalihkan fokus pada alternatif yang lebih cerdas dan ekonomis berbasis analisis data, seperti membidik Mateus Fernandes atau Alex Scott.

Di saat yang sama, mereka juga berkomitmen penuh untuk mengorbitkan talenta lokal hasil didikan akademi sendiri, seperti Kobbie Mainoo.

Perubahan pendekatan ini membuktikan bahwa jajaran direksi Setan Merah kini jauh lebih tenang, realistis, dan teguh pada prinsip di bursa transfer, sekaligus memastikan mereka tidak akan mengulangi kesalahan fatal yang menguras dompet klub seperti di masa lalu.

Scr/Mashable





Don't Miss