Menakar Sampai Mana AC Milan Bisa Melaju di Liga Europa 2026/2027

04.09.2026
Menakar Sampai Mana AC Milan Bisa Melaju di Liga Europa 2026/2027
Menakar Sampai Mana AC Milan Bisa Melaju di Liga Europa 2026/2027

AC Milan sudah mendaftarkan skuad untuk menghadapi Liga Europa 2026/2027. Melihat komposisi pemain yang dibawa Ruben Amorim, saya melihat Rossoneri punya alasan untuk menargetkan perjalanan panjang di kompetisi Eropa, tetapi untuk berbicara soal juara, masih ada beberapa tanda tanya yang harus dijawab sepanjang musim.

Daftar pemain Liga Europa AC Milan cukup menarik. Ruben Amorim memasukkan seluruh rekrutan anyar, mengembalikan Fikayo Tomori ke skuad utama, serta memberikan ruang kepada sejumlah pemain muda melalui List B.

Di sisi lain, nama seperti Luka Modric, Adrien Rabiot, Christian Pulisic, Mike Maignan hingga Ruben Loftus-Cheek memberikan kombinasi pengalaman dan kualitas yang cukup menjanjikan.

Pertanyaannya kemudian sederhana: apakah skuad ini cukup kuat untuk membawa Milan sampai final Liga Europa?

Menurut saya, peluang itu terbuka. Namun, Milan tidak bisa hanya mengandalkan nama besar. Amorim harus menemukan kombinasi terbaik sejak fase liga.

Komposisi Skuad Milan Terlihat Cukup Dalam

Jika melihat daftar pemain, Milan sebenarnya memiliki kedalaman yang cukup baik di beberapa posisi.

Di bawah mistar, Mike Maignan tetap menjadi nama utama, dengan Pietro Terracciano sebagai pelapis. Kehadiran Maignan tentu memberikan rasa aman, terutama ketika Milan memasuki pertandingan fase gugur yang menuntut konsentrasi tinggi.

Lini belakang juga memiliki beberapa pilihan. Fikayo Tomori, Matteo Gabbia, Strahinja Pavlovic, Koni De Winter, Gila, Diawara, Pervis Estupinan, dan Filippo Terracciano memberi Amorim banyak opsi untuk menyesuaikan komposisi pertahanan.

Bagi saya, kembalinya Tomori merupakan salah satu hal paling menarik dari daftar ini. Setelah sebelumnya tidak masuk skuad, kini bek asal Inggris tersebut kembali mendapatkan tempat. Ini bisa menjadi keuntungan besar apabila Amorim mampu mengembalikan performa terbaiknya.

Namun, pertahanan tetap menjadi salah satu sektor yang paling ingin saya lihat perkembangannya. Liga Europa bukan kompetisi yang bisa dimenangkan hanya dengan mengandalkan kualitas individu. Ketika masuk fase gugur, organisasi pertahanan dan konsistensi menjadi sangat penting.

Modric Bisa Menjadi Pembeda

Salah satu alasan saya cukup optimistis dengan perjalanan Milan adalah keberadaan Luka Modric.

Gelandang veteran tersebut mungkin tidak lagi berada pada fase terbaik dalam kariernya dari sisi usia, tetapi pengalaman bermain di pertandingan besar merupakan aset yang sulit digantikan.

daftar uefa milan 1 7cjv

Bersama Adrien Rabiot dan Ardon Jashari, Milan memiliki kombinasi pengalaman dan energi yang menarik di lini tengah. Ada pula Yunus Musah dan Ruben Loftus-Cheek yang bisa memberikan karakter berbeda.

Tetapi sekali lagi, semuanya akan kembali kepada bagaimana Amorim menyusun permainan.

Amorim membutuhkan lini tengah yang mampu mengontrol pertandingan, bukan sekadar memenangkan duel. Jika Milan mampu menguasai tempo, terutama ketika bermain tandang, saya melihat mereka punya peluang besar untuk melewati fase liga tanpa terlalu banyak masalah.

Lini Depan Menjadi Kunci Utama

Menurut saya, justru lini depan yang akan menentukan seberapa jauh Milan bisa melaju.

Milan mendaftarkan Goncalo Ramos, Christian Pulisic, Alphadjo Cisse, dan Omari Hutchinson. Nama-nama tersebut memberikan variasi bagi Amorim, tetapi pertanyaannya adalah siapa yang benar-benar bisa menjadi mesin gol ketika pertandingan memasuki fase krusial.

Pulisic jelas memiliki pengalaman dan kualitas untuk menjadi pemain penting. Sementara itu, Ramos diharapkan mampu memberikan ancaman berbeda di lini depan.

Menariknya, Milan juga memasukkan Cisse dan Hutchinson. Ini menunjukkan bahwa Amorim tidak hanya menyiapkan skuad untuk jangka pendek, tetapi juga membuka ruang bagi pemain dengan potensi berkembang.

Saya justru melihat fleksibilitas menjadi kekuatan Milan. Mereka tidak harus bergantung kepada satu pemain untuk mencetak gol. Jika beberapa pemain depan mampu berkontribusi secara konsisten, Milan akan menjadi lawan yang cukup sulit dihentikan.

List B Bisa Menjadi Senjata Tersembunyi

Masuknya Francesco Camarda, Matteo Bartesaghi, Jacopo Comotto, Torriani, Pittarella, dan Vladimirov ke List B juga menarik perhatian.

Memang, saya tidak akan menjadikan pemain muda sebagai faktor utama untuk memprediksi Milan menjadi juara. Namun, dalam kompetisi panjang, pemain muda bisa memberikan opsi tambahan ketika tim menghadapi masalah kebugaran, cedera, atau jadwal padat.

Nama Camarda tentu paling menarik perhatian.

Jika Amorim memberikan kesempatan pada momen yang tepat, pengalaman di kompetisi Eropa bisa menjadi bagian penting dari perkembangan pemain muda tersebut. Begitu juga dengan Bartesaghi dan Comotto.

Tetapi saya berharap Amorim tidak memberikan tekanan berlebihan kepada mereka. Pemain muda seharusnya menjadi pelengkap skuad, bukan pemain yang dipaksa menjadi penyelamat ketika tim sedang kesulitan.

Jadwal Milan Sebenarnya Cukup Menarik

Perjalanan Milan dimulai dengan menghadapi Benfica di kandang sendiri pada 16 September. Setelah itu, Rossoneri akan menghadapi Salzburg, Bournemouth, Ferencvaros, Olympiacos, Sunderland, Levski Sofia, dan Ararat-Armenia.

Menurut saya, dua pertandingan awal akan sangat penting untuk membaca level Milan di kompetisi ini.

Benfica langsung menjadi ujian serius. Jika Milan mampu mengawali fase liga dengan kemenangan, kepercayaan diri tim bisa meningkat. Setelah itu, pertandingan melawan Salzburg dan Bournemouth juga akan menjadi ukuran apakah Milan benar-benar mampu bersaing di papan atas fase liga.

Milan tentu berharap tidak harus memainkan terlalu banyak pertandingan tambahan sebelum memasuki fase gugur. Semakin tinggi posisi mereka di fase liga, semakin besar peluang mereka mendapatkan jalur yang lebih menguntungkan.

Jadi, Sampai Mana Milan Bisa Melaju?

Kalau saya harus membuat prediksi berdasarkan skuad yang sudah didaftarkan, Milan seharusnya menargetkan setidaknya perempat final.

Saya melihat skuad ini cukup kuat untuk melewati fase liga dan menghadapi fase gugur. Bahkan, jika Maignan berada dalam performa terbaik, lini belakang semakin solid, Modric mampu memberikan kontrol di lini tengah, dan Pulisic serta Ramos konsisten mencetak gol, semifinal bukan target yang berlebihan.

Untuk mencapai final, ceritanya berbeda.

Milan membutuhkan konsistensi yang jauh lebih tinggi. Mereka tidak boleh kehilangan poin atau tampil buruk dalam pertandingan yang seharusnya bisa dimenangkan. Di fase gugur, satu pertandingan buruk bisa menghapus seluruh kerja keras selama berbulan-bulan.

Karena itu, saya melihat semifinal sebagai target realistis, sementara final menjadi target ambisius yang sangat mungkin dicapai jika perkembangan tim berjalan positif.

Sedangkan untuk menjadi juara, Milan membutuhkan lebih dari sekadar skuad yang bagus. Mereka membutuhkan chemistry, konsistensi, kebugaran, dan terutama kemampuan Amorim membaca pertandingan besar.

Amorim Punya Tugas Membuktikan Milan Bukan Sekadar Pelengkap

Pada akhirnya, daftar pemain hanyalah titik awal.

Milan memiliki pemain berpengalaman seperti Modric dan Rabiot, pemain dengan kualitas teknis seperti Pulisic, serta sejumlah pemain muda yang bisa berkembang sepanjang musim. Tomori juga kembali memberikan opsi di lini belakang.

Namun, semua itu baru akan berarti jika Amorim berhasil membangun identitas permainan yang jelas.

Saya pribadi melihat Liga Europa 2026/2027 sebagai kesempatan penting bagi Milan untuk membangun kembali reputasinya di Eropa. Bukan hanya soal memenangkan trofi, tetapi juga menunjukkan bahwa Rossoneri mampu kembali menjadi tim yang diperhitungkan ketika memasuki pertandingan-pertandingan besar.

Kalau Milan mampu menjaga konsistensi dan pemain-pemain kuncinya berada dalam kondisi terbaik, saya tidak akan terkejut jika perjalanan mereka berakhir di semifinal atau bahkan final.

Tetapi untuk sekarang, saya akan memilih prediksi yang lebih realistis: perempat final adalah batas aman, semifinal adalah target yang masuk akal, dan final adalah mimpi yang sangat mungkin diwujudkan jika Amorim berhasil menyatukan seluruh potensi skuad ini.

Sumber foto: Instagram

Scr/Mashable





Don't Miss