Mengenal Eloy Room, Kiper Miami FC yang Mendadak Jadi ‘Dewa’ di Piala Dunia 2026 Usai Bikin 15 Penyelamatan

21.06.2026
Mengenal Eloy Room, Kiper Miami FC yang Mendadak Jadi 'Dewa' di Piala Dunia 2026 Usai Bikin 15 Penyelamatan
Mengenal Eloy Room, Kiper Miami FC yang Mendadak Jadi 'Dewa' di Piala Dunia 2026 Usai Bikin 15 Penyelamatan

Penjaga gawang Curaçao, Eloy Room, hanya membutuhkan waktu dua menit untuk melakukan salah satu penyelamatan paling impresif di Piala Dunia 2026 sejauh ini. Ia sukses mementahkan peluang jarak dekat penyerang Ekuador, Enner Valencia, sekaligus menetapkan standar tinggi untuk performa monumental yang mencatatkan sejarah baru pada hari, Minggu 21 Juni 2026 pagi WIB.

Room total membukukan 15 penyelamatan dalam laga yang berakhir imbang 0-0 melawan Ekuador di Grup E. Catatan tersebut menjadi jumlah penyelamatan terbanyak dalam pertandingan 90 menit sepanjang sejarah turnamen.

Performa heroik ini sukses membawa negara terkecil yang pernah tampil di Piala Dunia—dengan populasi hanya sekitar 156.000 jiwa—meraih poin pertama mereka di panggung dunia.

Curaçao mengikuti jejak sesama tim debutan, Tanjung Verde, dalam melahirkan pahlawan tak terduga di bawah mistar gawang. Sebelumnya, kiper Tanjung Verde, Vozinha, juga tampil luar biasa saat membantu negaranya menahan imbang tim raksasa Spanyol 0-0 pada laga pembuka Grup H.

Tembok Kokoh Berusia 37 TahunRoom yang kini berusia 37 tahun merupakan pemain tertua di skuad Curaçao. Ia berhasil meredam tekanan bertubi-tubi dari lini serang Ekuador, termasuk mementahkan tendangan jarak jauh John Yeboah dari jarak 18 meter pada menit ke-41, serta menghalau sundulan maut Valencia di babak kedua.

Sejauh ini, hanya mantan kiper Amerika Serikat, Tim Howard, yang tercatat melakukan penyelamatan lebih banyak dalam satu pertandingan Piala Dunia. Howard membuat 16 penyelamatan saat AS dikalahkan Belgia melalui babak perpanjangan waktu di babak 16 besar Piala Dunia 2014.

“Saya sama sekali tidak memikirkan rekor itu saat pertandingan berlangsung,” ujar Room seperti dikutip dari Reuters.

Ia bahkan sempat bercanda bahwa ia agak kesal karena gagal melewati rekor milik Tim Howard. Namun, ia menegaskan bahwa hasil imbang ini adalah berkat kerja keras seluruh tim.

Kiper Ekuador, Hernan Galindez, turut memuji penampilan koleganya tersebut. Ia menyebut Room telah memainkan pertandingan terbaik dalam hidupnya saat menghadapi wakil Amerika Selatan itu.

“Ini adalah Sejarah!”

Sejarah besar dalam dunia sepak bola sebenarnya bukan hal asing bagi kiper Curaçao ini. Pada tahun 2019, Room sempat melakukan belasan penyelamatan penting dalam kemenangan pertama negaranya di ajang Gold Cup saat melawan Honduras.

Namun, bersinar di panggung terbesar sejagat tentu menjadi pencapaian yang jauh lebih masif bagi negara sekecil Curaçao, sekaligus menjadi pembuktian personal bagi dirinya.

Lahir di Belanda, Room sempat menceritakan kepada FIFA dalam sebuah wawancara awal tahun ini mengenai alasannya memilih membela Curaçao. Ia mengaku bahwa sejak kecil ia selalu bermimpi bisa menembus Piala Dunia bersama negara asal leluhurnya tersebut.

Room mendapatkan hak membela timnas Curaçao melalui garis keturunan ayahnya. Ia juga sering menghabiskan masa liburan masa kecilnya di negara kepulauan Karibia tersebut. Pada tahun 2015, legenda sepak bola Belanda, Patrick Kluivert, yang saat itu menjabat sebagai pelatih Curaçao, menghubungi Room secara langsung dan mengajaknya bergabung.

Dampak dari performa luar biasanya langsung terasa di media sosial. Akun Instagram pribadi Room melonjak drastis hingga mencapai sekitar 700.000 pengikut, dari yang awalnya kurang dari 100.000 sebelum pertandingan dimulai.

Fenomena lonjakan popularitas ini serupa dengan apa yang dialami kiper Tanjung Verde, Vozinha.

Memiliki tinggi badan 190 cm dan lahir di dekat perbatasan Jerman, Room saat ini bermain untuk klub Miami FC di USL Championship (liga divisi dua Amerika Serikat). Meski begitu, ia menghabiskan sebagian besar karier profesionalnya di klub Eredivisie Belanda, Vitesse.

Ia juga tercatat pernah memperkuat Columbus Crew di MLS dan raksasa Belanda, PSV Eindhoven.

Disaksikan Langsung Raja dan Ratu Belanda

Curaçao sendiri merupakan negara konstituen otonom di bawah Kerajaan Belanda. Tak heran jika pertandingan bersejarah ini turut menarik perhatian keluarga kerajaan.

Laga ini disaksikan langsung oleh Raja Belanda, Willem-Alexander, dan Ratu Maxima dari tribun penonton. Seusai laga, Room mendadak diperlakukan bak “raja baru” bagi masyarakat Curaçao.

Ia menceritakan bagaimana keluarga kerajaan Belanda ikut merayakan keberhasilan ini dan menari bersama tim di ruang ganti.
Bahkan, Ratu Maxima sempat memberikan kecupan selamat kepadanya.

“Curaçao! Kita dapat poin! Ini adalah sejarah!” teriak seorang jurnalis asal Karibia sambil melompat kegirangan di tribune pers stadion Kansas City sesaat setelah peluit panjang berbunyi.

Sebelum laga, pelatih kepala Dick Advocaat sempat berseloroh kepada wartawan bahwa timnya mungkin butuh Ekuador bermain dengan 11 lawan 7 pemain agar Curaçao bisa menang. Namun pada akhirnya, mereka tidak butuh keajaiban itu.

Curaçao hanya butuh satu orang bernama Eloy Room untuk mengamankan poin bersejarah mereka.

Scr/Mashable





Don't Miss