Tim Nasional Korea Selatan membuat kejutan besar dalam laga pembuka mereka di Piala Dunia 2026. Keputusan berani tim pelatih menarik keluar sang bintang, Son Heung-min, pada menit ke-67 justru menjadi kunci sukses Taegeuk Warriors membalikkan keadaan dan membungkam Republik Ceko dengan skor 2-1.
Dalam laga perdana penyisihan grup yang berlangsung di Stadion Guadalajara, Korea Selatan harus menghadapi perlawanan sengit dari tim tangguh Eropa, Republik Ceko. Ketegangan memuncak di babak kedua.
Tepat setelah Hwang In-beom mencetak gol penyama kedudukan, sebuah keputusan dari pinggir lapangan membuat seisi stadion tercengang pada menit ke-67.
Sang kapten sekaligus jimat lini depan, Son Heung-min, ditarik keluar dan digantikan oleh penyerang muda, Oh Hyeon-gyu. Keputusan mencopot pemain paling krusial di saat tim sedang memburu gol kemenangan tentu dianggap sebagai sebuah perjudian yang sangat aneh bagi sebagian besar suporter.
Namun, jika melihat peta persaingan yang lebih luas, langkah berani ini sepenuhnya masuk akal. Staf pelatih Korea Selatan tampaknya sudah merancang skenario ini matang-matang bahkan sebelum peluit sepak mula dibunyikan demi menjaga kebugaran sang bintang.
Melansir laporan Sporting News, laga pembuka turnamen ini menguras fisik para pemain secara luar biasa. Mereka harus bertanding di bawah kondisi cuaca yang sangat tidak bersahabat—suhu udara yang menyengat, kelembapan tinggi, ditambah tekanan mental yang masif.
Korea Selatan jelas tidak ingin kapten mereka mengalami overload (kelelahan akut) atau cedera sejak fase awal turnamen.
Son Heung-min, yang saat ini tengah memburu rekor gol ke-58 untuk negaranya, kini telah menginjak usia 33 tahun. Meski kondisi fisiknya masih berada di level tertinggi, penyerang Tottenham Hotspur ini dipaksa melakukan sprint konstan menyisir lapangan sepanjang laga. Gaya main Korea Selatan yang kerap mengandalkan umpan lambung jauh ke depan membuatnya harus terus berlari tanpa henti. Sayangnya, dalam laga ini, Son memang tampil kurang beruntung di depan gawang Republik Ceko.
Perjudian yang Berbuah Manis
Kendati demikian, kalkulasi taktis tim pelatih Korea Selatan terbukti jitu dan sahih. Tanpa Son Heung-min di lapangan, rotasi pemain yang dilakukan justru membuat alur serangan wakil Asia ini menjadi lebih cair dan dinamis.
Puncaknya terjadi pada menit ke-80. Oh Hyeon-gyu, pemain pengganti yang masuk menggantikan Son, tampil sebagai pahlawan. Ia sukses menyarangkan bola lewat penyelesaian akhir yang memukau, sekaligus mengunci kemenangan comeback dramatis Korea Selatan dengan skor akhir 2-1.
Keberhasilan mengamankan tiga poin krusial di laga perdana, sembari tetap menjaga kondisi fisik bintang utama mereka, menjadi keuntungan raksasa bagi Korea Selatan untuk mengarungi napas panjang di Piala Dunia 2026.
Scr/Mashable
















