Juara bertahan Serie A, Inter Milan, kembali membuat gebrakan besar di bursa transfer. Nerazzurri dilaporkan telah merampungkan kepindahan gelandang serbabisa milik Liverpool, Curtis Jones, ke Giuseppe Meazza.
Setelah melalui negosiasi rumit selama beberapa pekan—bahkan sempat mendapati penawaran pertamanya ditolak—Inter pantang menyerah. Manuver gigih tersebut membuahkan hasil manis usai merogoh kocek dengan paket transfer senilai €35 juta (sekitar Rp724 miliar).
Di balik suksesnya transfer ini, terdapat tiga alasan utama mengapa Inter Milan begitu bernafsu mendaratkan gelandang asal Inggris tersebut:
1. Cerdiknya Marotta Memanfaatkan Situasi Kontrak
Bukan Beppe Marotta namanya jika tidak jeli memanfaatkan celah transfer. Presiden sekaligus pakar transfer Inter ini dikenal sangat piawai mengamankan pemain berkualitas dengan harga miring lewat situasi kontrak sang pemain.
Masa bakti Curtis Jones di Anfield yang akan kedaluwarsa pada 2027 menjadi celah empuk. Ketertarikan intens dari Inter membuat sang pemain menolak opsi perpanjangan kontrak di Liverpool.
Keinginan kuat Jones untuk hijrah ke Italia memberikan posisi tawar yang sangat kuat bagi Nerazzurri saat bernegosiasi.
2. Karakter Teknikal yang Berbeda untuk Lini Tengah
Secara teknis, Jones memiliki keunggulan dalam membawa bola maju (ball-carrying) dari kedalaman lini tengah serta visi melepaskan umpan kuncinya untuk membongkar pertahanan rapat lawan.
Karakter ini sangat berbeda dengan Davide Frattesi yang telah dilepas ke Lazio. Frattesi lebih bertipikal penyerang lubang yang menunggu bola di final third, sementara Jones menawarkan kontrol permainan yang lebih solid, ketenangan, serta variasi serangan yang lebih kaya bagi skema permainan Inter.
3. Solusi Penuaan Skuad dan Pengalaman Tingkat Tinggi
Kehadiran pemain berusia 25 tahun ini menjadi angin segar bagi peremajaan lini tengah Inter. Saat ini, Hakan Calhanoglu telah menginjak usia 32 tahun, sementara Henrikh Mkhitaryan sudah mendekati kepala empat.
Meski Inter memiliki bakat muda seperti Aleksandar Stankovic (21 tahun), tidak ada jaminan sang pemain muda bisa langsung tampil konsisten di level tertinggi sejak pekan pertama.
Curtis Jones hadir sebagai solusi instan: membawa darah muda sekaligus jam terbang mumpuni di kompetisi seketat Premier League dan Liga Champions untuk menjaga dominasi Inter Milan di panggung domestik maupun Eropa.
Scr/Mashable















