Belum genap setengah tahun berdiri, patung raksasa Lionel Messi setinggi 21 meter di Kota Kolkata, India, kini terancam dibongkar. Otoritas setempat terpaksa merencanakan pembongkaran tersebut setelah struktur patung dinilai cacat dan membahayakan keselamatan publik.
Pemerintah negara bagian Benggala Barat mengungkapkan bahwa tim insinyur menemukan kegagalan struktur pada ikon baru kota tersebut. Berdasarkan hasil inspeksi, monumen raksasa itu bergoyang sangat hebat saat diterpa angin kencang hingga tidak lagi memenuhi standar keamanan.
Sebagai langkah darurat guna mencegah patung roboh ke jalan, para pekerja sempat memasang kabel baja berkekuatan tinggi di sekitar bagian bahu patung untuk menstabilkan posisinya.
Simbol Puncak Kejayaan yang Umurnya Seumur Jagung
Patung berbahan perunggu emas ini sebenarnya baru saja diresmikan pada Desember 2025 lalu. Pembangunannya bertepatan dengan rangkaian tur promosi megabintang Inter Miami tersebut di India yang bertajuk “GOAT (Greatest of All Time) Tour”.
Monumen ini didesain megah untuk mengabadikan momen paling ikonik dalam karier sang kapten Argentina, yaitu saat ia mengangkat trofi Piala Dunia 2022 Qatar di Stadion Lusail.
Namun, kegembiraan para pencinta sepak bola di Kolkata tampaknya harus berakhir cepat. Anggota parlemen Benggala Barat, Sharadwat Mukherjee, mengonfirmasi bahwa para ahli berulang kali mencatat adanya guncangan berbahaya pada struktur patung saat ditiup angin.
Meskipun jadwal pembongkaran total belum dirilis, pemerintah menegaskan proses penurunan patung akan dilakukan sesegera mungkin.
Kilas Balik Tur yang Berakhir Chaos
Rencana pembongkaran ini seolah menambah kelam memori publik terkait kunjungan Lionel Messi ke Kolkata akhir tahun lalu. Kala itu, kedatangan sang mega bintang disambut oleh lautan manusia.
Ribuan suporter memadati Stadion Salt Lake dengan harapan bisa melihat langsung aksi sang idola.Sayangnya, buruknya manajemen organisasi dari pihak promotor membuat acara tersebut berakhir ricuh. Banyak penonton yang sudah menunggu berjam-jam justru sama sekali tidak bisa melihat Messi karena pembatasan visual dan sterilisasi area yang kacau.
Kecewa berat, sebagian fans yang mengamuk mulai melempari botol air, merusak fasilitas kursi stadion, hingga nekat menerobos masuk ke dalam lapangan. Buntut dari kekacauan tersebut, ketua panitia penyelenggara bahkan sempat ditahan oleh pihak kepolisian setempat untuk menjalani pemeriksaan.
Kini, belum genap enam bulan sejak kemeriahan itu berlalu, simbol penghormatan bagi sang juara dunia itu justru bersiap lenyap dari sudut kota Kolkata.
Lionel Messi Raup Banyak Uang Setelah Kunjungannya dari India
Satadru Dutta, kepala panitia penyelenggara kunjungan Lionel Messi ke India, membagikan beberapa informasi di balik layar seputar perjalanan superstar Argentina tersebut.
Saat ini, Dutta ditahan setelah menyelenggarakan sebuah acara yang dianggap sebagai “bencana” dalam beberapa tahun terakhir di India. Kemunculan singkat Messi dan rekan-rekan setimnya di Inter Miami menciptakan kekacauan, yang sangat merusak citra baik para peserta maupun penyelenggara.
Selama interogasi, Dutta mengungkapkan biaya selangit untuk mengundang Messi ke India. Secara spesifik, superstar Argentina itu dibayar sekitar $10,7 juta , di mana sekitar $1 juta dibayarkan sebagai pajak kepada pemerintah India, sehingga total biaya acara tersebut mencapai sekitar $100 juta .
Polisi mengatakan mereka menemukan lebih dari 2 juta dolar AS di rekening bank Dutta yang dibekukan. Sejumlah dokumen terkait penjualan tiket dan sponsor juga disita selama penggeledahan.
Seperti dikutip dari Hindusta Times, Dutta juga bersaksi bahwa superstar Argentina itu “merasa sangat tidak nyaman disentuh di punggung atau dipeluk” saat tampil di Stadion Salt Lake pada tanggal 13 Desember. Inilah mengapa Messi tidak berada di acara tersebut hingga selesai seperti yang direncanakan semula.
Menurut Dutta, tim keamanan asing yang bertanggung jawab melindungi Messi telah menyatakan dengan jelas sebelumnya bahwa juara Piala Dunia 2022 itu “tidak menginginkan kontak fisik apa pun.” Namun, meskipun pengumuman berulang kali melalui pengeras suara meminta penonton dan mereka yang hadir untuk menjaga ketertiban, situasinya tidak membaik. Messi dikelilingi di lapangan, terus-menerus ditarik ke samping untuk berfoto dan dipeluk, sehingga hampir tidak mungkin baginya untuk bergerak.
Apa yang diharapkan menjadi festival sepak bola di Kolkata berakhir dengan kekacauan. Ribuan penonton yang membeli tiket mahal tidak dapat melihat Messi dengan jelas karena kepadatan di stadion, yang menyebabkan kemarahan dan perusakan beberapa bagian stadion.
Scr/Mashable
















