Rafael Leao Bisa Jadi Penerus Son Heung-min di Tottenham, Harganya Kini Mulai Masuk Akal

17.07.2026
Rafael Leao Bisa Jadi Penerus Son Heung-min di Tottenham, Harganya Kini Mulai Masuk Akal
Rafael Leao Bisa Jadi Penerus Son Heung-min di Tottenham, Harganya Kini Mulai Masuk Akal

Tottenham bisa menjadi tempat yang tepat untuk Rafael Leao. Gaya Premier League yang cepat dan terbuka dapat memberinya ruang untuk berlari, menyerang balik, dan berduel satu lawan satu.

Masa depan Rafael Leao di AC Milan kembali menjadi bahan pembicaraan panas. Penyerang Portugal itu disebut bisa menjadi rekrutan menarik bagi Tottenham Hotspur, terutama setelah klub London tersebut kehilangan sosok eksplosif seperti Son Heung-min.

Dilansir dari talkSPORT, pakar sepak bola Eropa Andy Brassell menilai Rafael Leao dapat menjadi “pembelian murah” untuk klub Premier League yang berani mengambil risiko. Alasannya sederhana, performa Leao memang belum kembali ke puncak, tetapi kualitas dasarnya masih sangat besar.

Tottenham menjadi salah satu klub yang dianggap cocok untuk sang pemain. Di bawah Roberto De Zerbi, Spurs sedang membangun ulang kekuatan serangan dan membutuhkan winger kiri yang bisa membawa kecepatan, kreativitas, serta ancaman gol.

Tottenham termasuk klub yang aktif pada bursa transfer musim panas 2026. Spurs bahkan sudah dua kali memecahkan rekor transfer klub.

Mereka lebih dulu mendatangkan Mateus Fernandes dari West Ham United senilai 85 juta poundsterling. Setelah itu, Tottenham kembali mengeluarkan dana besar untuk merekrut Sandro Tonali dengan nilai 100 juta poundsterling.

De Zerbi masih ingin memperkuat lini depan. Tottenham dikabarkan menyiapkan tawaran 85 juta poundsterling untuk penyerang Bournemouth, Eli Junior Kroupi.

Nama Cody Gakpo juga masuk radar Spurs. Namun, Liverpool diyakini tidak akan melepas pemain Belanda itu dengan harga murah.

Situasi tersebut membuat Rafael Leao muncul sebagai opsi yang menarik. Ia punya nama besar, pengalaman di level tertinggi, dan harganya kini diperkirakan jauh lebih rendah dibanding klausul pelepasannya.

Leao sudah tujuh tahun bermain untuk AC Milan. Pemain berusia 27 tahun itu juga telah memberi sinyal bahwa dirinya siap mencari tantangan baru setelah sekian lama menjadi bagian penting Rossoneri.

Manchester United sempat dikaitkan dengan Rafael Leao, tetapi ada peringatan agar klub tidak terburu-buru mengeluarkan dana besar. Penyebabnya adalah performa sang pemain yang dinilai belum stabil dalam beberapa musim terakhir.

Brassell menilai Leao memang sedang tidak berada di puncak permainan. Namun, justru karena itu, klub Premier League punya peluang mendapatkan pemain berkualitas dengan harga yang lebih masuk akal.

Pada masa terbaiknya, Leao adalah pemain yang sangat sulit dihentikan. Ia punya kecepatan, dribel kuat, perubahan arah yang halus, dan kemampuan menciptakan momen berbahaya dari sisi kiri.

Puncak karier Rafael Leao bersama Milan terjadi pada musim 2021/2022. Saat itu, ia menjadi pemain kunci ketika Rossoneri menjuarai Serie A.

Leao juga terpilih sebagai pemain terbaik Serie A pada musim tersebut. Performa itu membuat Milan memperpanjang kontraknya pada 2023 dan memasukkan klausul pelepasan sebesar 175 juta euro.

Klausul tersebut awalnya dibuat untuk menghalangi klub Italia maupun klub luar negeri yang ingin membelinya. Namun, situasinya kini berubah.

Menurut Brassell, tidak ada klub yang bersedia membayar bahkan setengah dari angka tersebut. Karena itu, peluang transfer Rafael Leao ke Premier League mulai terbuka lagi.

Musim lalu, Leao mencetak sembilan gol di Serie A, tetapi hanya membuat satu assist. Secara keseluruhan, ia membukukan 10 gol di semua kompetisi ketika Milan finis di posisi kelima Serie A.

Angka itu tidak buruk, tetapi tetap dianggap menurun untuk pemain yang pernah menjadi motor utama Milan. Apalagi, Leao sebelumnya dikenal bukan hanya sebagai pencetak gol, melainkan juga kreator peluang.

Menolak Arab Saudi, Ingin Tetap di Eropa

Dalam dua tahun terakhir, Rafael Leao lebih sering dikaitkan dengan klub Arab Saudi. Hal itu tidak mengejutkan karena hanya klub dengan kekuatan finansial besar yang mampu mendekati tuntutan Milan.

Namun, Leao disebut tidak tertarik pindah ke Arab Saudi. Ia masih ingin bertahan di Eropa dan menguji dirinya di Premier League.

Keputusan itu membuat klub Inggris kembali masuk dalam peta persaingan. Tottenham menjadi salah satu destinasi yang paling menarik karena mereka membutuhkan pemain dengan profil seperti Leao.

Spurs belum benar-benar menemukan pengganti Son. Sejak pemain Korea Selatan itu pergi, Tottenham kehilangan sosok winger kiri yang bisa menusuk, mencetak gol, dan mengubah pertandingan lewat kecepatan.

Salah satu hal yang sering melekat pada Rafael Leao adalah kesan terlalu santai. Gaya bermain dan bahasa tubuhnya kadang membuat publik menilai ia tidak selalu tampil dengan intensitas penuh.

Brassell menyebut hal itu sebagai masalah antara persepsi dan kenyataan. Menurutnya, banyak orang tidak benar-benar melihat seberapa besar usaha Leao karena pembawaannya memang terlihat tenang.

Sorotan terhadap sikap Leao sempat muncul ketika Paulo Fonseca menangani Milan pada 2024. Saat pelatih berbicara kepada para pemain, Leao dan Theo Hernandez terlihat berada di sisi lain lapangan.

Momen itu membuat keduanya dikritik. Hubungan kuat Leao dan Theo di sisi kiri Milan memang pernah menjadi senjata besar, tetapi pada saat yang sama juga memunculkan cerita soal kedisiplinan dan fokus.

Brassell juga menyinggung bahwa Leao sempat menghadapi masalah pribadi di luar lapangan. Faktor tersebut diyakini ikut memengaruhi performanya.

Piala Dunia 2026 kembali mengingatkan publik pada kualitas Rafael Leao. Bersama Portugal, ia mencatat satu gol dan satu assist dari lima penampilan, meski hanya sekali menjadi starter.

Penampilan terbaiknya terjadi saat Portugal menghadapi Kroasia di babak 32 besar. Dalam laga yang tidak mudah itu, Leao menjadi salah satu pemain paling berbahaya.

Ia menciptakan gol kemenangan melalui umpan silang tajam untuk Gonçalo Ramos. Aksi itu memperlihatkan betapa besar pengaruh Leao dalam satu momen.

Anehnya, Leao kemudian tidak langsung dipertahankan sebagai pilihan utama. Portugal akhirnya tersingkir setelah kalah dari Spanyol.

Meski begitu, penampilannya cukup untuk membuka kembali diskusi soal masa depannya. Leao masih punya ledakan, kualitas individu, dan kemampuan mengubah arah pertandingan.

Tottenham bisa menjadi tempat yang tepat untuk Rafael Leao. Gaya Premier League yang cepat dan terbuka dapat memberinya ruang untuk berlari, menyerang balik, dan berduel satu lawan satu.

Dari sisi karakter permainan, Leao juga punya kemiripan dengan Son. Ia dapat bergerak dari kiri, menusuk ke tengah, lalu menyelesaikan peluang sendiri atau memberi umpan kepada penyerang lain.

De Zerbi dikenal sebagai pelatih dengan tuntutan tinggi. Intensitasnya bisa menjadi tantangan besar, tetapi juga dapat membantu Leao menemukan konsistensi yang selama ini sering dipertanyakan.

Bagi Tottenham, kedatangan Leao akan menjadi sinyal ambisi besar. Setelah mendatangkan Tonali dan Mateus Fernandes, Spurs bisa menunjukkan bahwa mereka benar-benar ingin naik level.

Bagi Leao, Premier League bisa menjadi panggung baru untuk membuktikan diri. Jika mampu tampil konsisten, Rafael Leao bukan hanya bisa menjadi penerus Son di Tottenham, tetapi juga kembali masuk pembicaraan sebagai salah satu winger terbaik dunia.

Scr/Mashable





Don't Miss