Portugal Tertahan Imbang, Cristiano Ronaldo Masuk Jajaran Pemain Tertua yang Ikut Piala Dunia

18.06.2026
Portugal Tertahan Imbang, Cristiano Ronaldo Masuk Jajaran Pemain Tertua yang Ikut Piala Dunia
Portugal Tertahan Imbang, Cristiano Ronaldo Masuk Jajaran Pemain Tertua yang Ikut Piala Dunia

Pertandingan perdana Grup K Piala Dunia 2026 menyajikan kejutan besar saat tim favorit juara, Portugal, dipaksa berbagi angka oleh Republik Demokratik Kongo (RD Kongo). Kendati laga berakhir dengan skor imbang 1-1 pada Rabu (17/6/2026), mega bintang sekaligus kapten tim, Cristiano Ronaldo, kembali memecahkan sejumlah rekor bersejarah.

Meski gagal membawa negaranya meraih poin penuh, perhatian dunia tetap tertuju pada sosok sang kapten.

Turun sebagai starter, penyerang berusia 41 tahun 132 hari ini menobatkan dirinya sebagai salah satu pemain lapangan (outfield player) tertua yang pernah tampil sejak menit awal dalam sejarah putaran final Piala Dunia.

Kehadiran Cristiano Ronaldo menegaskan dedikasi luar biasa sang pemain di level tertinggi sepak bola internasional bersama Portugal.

Catatan ini membuat nama Cristiano Ronaldo bersanding penyerang legendaris Kamerun, Roger Milla, dalam daftar pemain tertua yang pernah berkompetisi di Piala Dunia.

Penyerang Portugal itu menjadi pemain non-kiper tertua kedua yang pernah bermain di ajang Piala Dunia pada usia 41 tahun 132 hari.

Rekor tersebut hanya kalah dari legenda Kamerun, Roger Milla, yang tampil pada usia 42 tahun 39 hari.

Sementara itu, gelandang Kroasia Luka Modric menempati posisi ketiga dalam daftar pemain non-kiper tertua yang tampil di Piala Dunia dengan usia 40 tahun 260 hari.

Dalam laga yang berlangsung ketat, skuad Selecao das Quinas sebenarnya mampu unggul lebih awal melalui gol cepat gelandang muda berbakat Joao Neves pada menit ke-6 setelah memanfaatkan umpan matang Pedro Neto.

Namun, keunggulan tersebut sirna di penghujung babak pertama ketika penyerang RD Kongo yang bermain untuk Newcastle United, Yoane Wissa, berhasil menyamakan kedudukan lewat sundulan terukur pada masa injury time.

Performa lini depan tim asuhan Roberto Martinez ini diakui kurang tajam sepanjang laga karena ketatnya pertahanan terorganisir yang diterapkan oleh skuad asal Afrika tersebut.

Di sisi lain, hasil ini menjadi momen emosional bagi skuad Selecao das Quinas. Beberapa pemain terlihat mengenakan ban lengan khusus titipan Perdana Menteri Portugal, Luis Montenegro, sebagai bentuk penghormatan kepada mendiang rekan setim mereka, Diogo Jota, yang wafat akibat kecelakaan tragis tahun lalu.

Kehadiran mantan bek tangguh Pepe di kursi VVIP juga memperlihatkan dukungan moral yang besar bagi perjuangan tim nasionalnya.

Secara statistik pertandingan, kolaborasi taktis antara Cristiano Ronaldo dan Portugal mendominasi penguasaan bola hingga lebih dari 60 persen. Namun, efektivitas serangan menjadi evaluasi besar.

Pemain pengganti Francisco Conceicao sempat memberikan gairah baru di babak kedua dan melepaskan umpan matang kepada CR7. Sayangnya, peluang emas tersebut gagal dikonversi menjadi gol setelah tendangan Ronaldo menyamping tipis di sisi gawang RD Kongo.

Hasil imbang ini sekaligus memperpanjang rekor kurang impresif sang kapten yang belum mencetak gol dalam 10 pertandingan terakhirnya untuk tim nasional di turnamen mayor (Piala Dunia dan Euro).

Kendati demikian, sejarah mencatat bahwa kontribusi luar biasa dari kombinasi Cristiano Ronaldo dan Portugal selalu mampu bangkit di laga-laga krusial berikutnya untuk mengamankan tiket menuju fase gugur.

Dengan hasil ini, persaingan di Grup K Piala Dunia 2026 dipastikan akan berjalan semakin sengit. Pada laga selanjutnya melawan Uzbekistan, Rabu (24/06/2026), kerja sama solid antara Cristiano Ronaldo dan bersama rekan-rekan Portugal diharapkan maksimal demi menjaga asa lolos ke babak sistem gugur.

Scr/Mashable





Don't Miss