Nama Noussair Mazraoui kembali menjadi perhatian publik sepak bola dunia. Bukan hanya karena performanya bersama Manchester United dan Timnas Maroko, tetapi juga karena keputusan hidupnya yang tidak biasa.
Di usia yang masih tergolong emas bagi pesepak bola profesional, Noussair Mazraoui mengungkapkan keinginan untuk pensiun setelah 2026 FIFA World Cup demi fokus pada perjalanan spiritual sebagai seorang Muslim.
Pernyataan tersebut langsung menarik perhatian dunia, terutama komunitas Muslim global. Sebab, Mazraoui mengaku ingin mendedikasikan hidupnya untuk menghafal Al-Qur’an dan suatu hari menjadi imam masjid.
Di tengah gemerlap dunia sepak bola modern yang identik dengan ketenaran, uang, dan popularitas, pilihan hidup Mazraoui terasa sangat berbeda.
“Hidup ini singkat. Saya ingin menghafal Al-Qur’an dan suatu hari menjadi imam di sebuah masjid,” ucapnya dikutip dari Crypto Briefing (30/06/2026).
Ucapan itu membuat banyak orang melihat sisi lain dari Noussair Mazraoui bukan hanya sebagai bek elite Eropa, tetapi juga sebagai sosok Muslim yang memprioritaskan akhirat.
Siapa Noussair Mazraoui?
Noussair Mazraoui lahir pada 14 November 1997 di Leiderdorp, Belanda. Meski lahir dan besar di Eropa, ia memilih membela Maroko, negara asal keluarganya.
Mazraoui memiliki darah Maroko-Belanda dan tumbuh dalam keluarga Muslim yang kuat memegang nilai agama. Identitas itu tetap ia pertahankan meski berkarier di panggung sepak bola elite Eropa.
Dengan tinggi 1,83 meter, Mazraoui dikenal sebagai bek serba bisa. Posisi utamanya adalah bek kanan, tetapi ia juga mampu bermain sebagai bek kiri maupun bek tengah. Fleksibilitas ini membuatnya sangat berharga bagi tim mana pun.
Saat ini, nilai pasar Noussair Mazraoui berada di kisaran Rp312 miliar, dengan nilai tertinggi yang pernah menyentuh Rp556 miliar pada Desember 2024.
Sisi Islam Noussair Mazraoui yang Jarang Dibahas
Inilah bagian yang membuat profil Noussair Mazraoui begitu menarik.
Di luar sepak bola, Mazraoui menunjukkan komitmen besar terhadap Islam. Keinginannya untuk menjadi hafiz Al-Qur’an bukan keputusan kecil. Dalam tradisi Islam, menghafal 30 juz Al-Qur’an membutuhkan dedikasi luar biasa, disiplin harian, serta kesabaran tinggi.
Lebih dari itu, cita-citanya menjadi imam masjid menunjukkan bahwa ia ingin memiliki peran aktif dalam membimbing umat.
Seorang imam bukan hanya dituntut hafal Al-Qur’an, tetapi juga memahami:
- Fiqih ibadah
- Tajwid dan qira’ah
- Tafsir Al-Qur’an
- Kepemimpinan dalam masyarakat
Langkah Mazraoui ini membuat banyak penggemar Muslim terinspirasi. Ia menunjukkan bahwa kesuksesan dunia tidak selalu menjadi tujuan akhir.
Dalam dunia yang sering mengukur keberhasilan lewat trofi dan kekayaan, Noussair Mazraoui justru menunjukkan perspektif berbeda: mencari keberhasilan spiritual.
Noussair Mazraoui Menunaikan Ibadah Haji
Aktif di Keuangan Syariah
Komitmen religius Mazraoui juga terlihat dari aktivitas bisnisnya.
Pada 25 Maret 2026, ia resmi bekerja sama dengan Wahed, platform fintech berbasis syariah. Dalam kerja sama tersebut, Mazraoui tidak hanya menjadi mitra strategis, tetapi juga pemegang saham.
Platform ini menyediakan layanan investasi yang sesuai prinsip syariah, bebas riba, dan mengikuti aturan keuangan Islam.
Keterlibatan Mazraoui di sektor ini memperlihatkan bahwa nilai-nilai Islam yang ia pegang tidak berhenti di kehidupan pribadi, tetapi juga memengaruhi keputusan finansial dan bisnisnya.
Perjalanan Karier Noussair Mazraoui
Karier sepak bola Noussair Mazraoui dimulai dari akademi lokal sebelum akhirnya bergabung dengan akademi muda AFC Ajax pada 2005. Di sinilah fondasi teknik dan taktiknya terbentuk.
Mazraoui berkembang pesat di sistem akademi Ajax yang terkenal melahirkan pemain kelas dunia. Setelah melewati tim junior dan tim cadangan, ia promosi ke skuad utama pada 2018.
Bersama Ajax, ia menjelma menjadi salah satu full-back modern terbaik Eropa. Permainannya dikenal cerdas, agresif, dan nyaman membantu serangan dari sisi sayap.
Pada 2022, Mazraoui pindah ke FC Bayern Munich dengan status bebas transfer. Bermain di Bundesliga memberinya pengalaman baru di level tertinggi.
Dua tahun kemudian, tepat pada 13 Agustus 2024, ia bergabung dengan Manchester United dengan nilai transfer sekitar Rp260 miliar.
Bersama Manchester United, ia terikat kontrak hingga 30 Juni 2028, dengan opsi perpanjangan satu tahun.
Sepanjang karier profesionalnya, statistik Mazraoui tergolong impresif dengan 370 pertandingan, 23 gol dan 32 assist.
Untuk seorang pemain bertahan, angka tersebut menunjukkan kontribusi ofensif yang sangat baik.
Noussair Mazraoui di Piala Dunia 2026
Di ajang Piala Dunia 2026, Noussair Mazraoui tetap menjadi salah satu pilar penting Maroko.
Hingga saat ini, ia telah mencatat:
Namun, perjalanan Mazraoui di turnamen ini tidak sepenuhnya mulus. Ia sempat menjadi perhatian setelah ditarik keluar saat laga pembuka Maroko melawan Brazil national football team akibat masalah pada bahu.
Cedera tersebut sempat memunculkan kekhawatiran bahwa menit bermainnya akan terbatas selama turnamen. Meski begitu, ia tetap menjadi sosok penting di lini pertahanan Maroko.
Masa Depan Noussair Mazraoui
Meski sudah mengutarakan keinginan pensiun, Noussair Mazraoui belum memberikan keputusan final. Ia masih membuka peluang untuk melanjutkan karier setelah Piala Dunia 2026.
Bagi banyak orang, Noussair Mazraoui mungkin dikenal sebagai bek tangguh Manchester United. Tetapi bagi komunitas Muslim, ia adalah simbol bahwa seorang atlet elite tetap bisa memegang teguh iman, prinsip, dan tujuan hidup spiritual.
Scr/Mashable
















