Tim nasional Afrika Selatan baru saja menorehkan tinta hitam dalam sejarah Piala Dunia. Skuad berjuluk Bafana Bafana tersebut menjadi tim pertama yang harus bermain dengan 9 orang akibat dua kartu merah langsung dalam sebuah pertandingan pembuka turnamen.
Laga pembuka Piala Dunia 2026 yang berlangsung pada Jumat (12/6/2026) dini hari WIB menjadi panggung pertunjukan yang diwarnai tindakan indisipliner dari para pemain Afrika Selatan. Akibatnya, mereka kini menyandang rekor buruk yang belum pernah terjadi sebelumnya di sepanjang sejarah kompetisi paling bergengsi di dunia ini.
Mimpi buruk Afrika Selatan dimulai pada menit ke-49 ketika gelandang bertahan mereka, Yaya Sithole, diusir keluar lapangan oleh wasit.
Sithole diganjar kartu merah langsung setelah dinilai melakukan pelanggaran keras demi menghentikan peluang emas lawan untuk mencetak gol. Kehilangan satu pemain di awal babak kedua ini langsung mengubah arah permainan dan membuat Afrika Selatan berada di bawah tekanan hebat.
Frustrasi dan Kartu Merah Kedua Themba ZwaneBukannya bangkit, situasi perwakilan benua Afrika ini justru semakin hancur mendekati akhir pertandingan. Pada menit ke-82, malapetaka kembali datang menghampiri.
Gelandang serang andalan mereka, Themba Zwane, ikut menyusul ke ruang ganti setelah menerima kartu merah langsung dari wasit.
Zwane diusir akibat melakukan tindakan kekerasan di lapangan (violent conduct). Kehilangan pilar kedua membuat Afrika Selatan terpaksa pincang dan mengarungi sisa waktu pertandingan hanya dengan 9 orang pemain.
Strategi Hugo Broos Berantakan
Ketiadaan kontrol emosi dari para pemain Afrika Selatan menciptakan kekacauan besar di dalam lapangan. Dampaknya, seluruh rencana taktik dan strategi yang telah dipersiapkan matang oleh sang pelatih kepala, Hugo Broos, hancur berantakan.
Mengakhiri laga perdana dengan skuad yang keropos, Hugo Broos tidak hanya kehilangan poin penting di laga pembuka, tetapi juga harus memutar otak lebih keras. Pasalnya, Afrika Selatan kini menghadapi krisis personel yang sangat serius akibat sanksi larangan bermain untuk laga-laga krusial berikutnya di fase grup.
Scr/Mashable
















