Rekor Sempurna Tuan Rumah Belum Berhenti

01.07.2026
Rekor Sempurna Tuan Rumah Belum Berhenti
Rekor Sempurna Tuan Rumah Belum Berhenti

Hasil Pertandingan Piala Dunia 2026 antara Meksiko vs Ekuador di babak 32 besar menghadirkan drama yang menarik. Duel yang digelar di Mexico City Stadium sempat mengalami penundaan akibat badai petir yang melanda kawasan stadion.

Meski demikian, setelah kondisi cuaca dinyatakan aman dan kondusif, pertandingan akhirnya dapat dilanjutkan sesuai jadwal.

Bermain sebagai juara Grup A sekaligus tuan rumah turnamen, Meksiko datang dengan kepercayaan diri tinggi. Pelatih Javier Aguirre tidak ingin mengambil risiko dengan langsung menurunkan komposisi terbaiknya untuk menghadapi Ekuador, tim yang sebelumnya mencuri perhatian setelah menumbangkan Jerman pada fase Grup E.

Dukungan puluhan ribu suporter yang memadati stadion membuat Meksiko tampil agresif sejak menit awal. Mereka menguasai penguasaan bola dan terus menekan pertahanan Ekuador yang dipimpin Hernán Galíndez di bawah mistar gawang.

Meksiko Pecah Kebuntuan Lewat Julián Quiñones

Dominasi tuan rumah sebenarnya sudah terlihat sejak peluit pertama dibunyikan. Namun, rapatnya lini pertahanan Ekuador membuat sejumlah peluang yang tercipta belum mampu menghasilkan gol.

Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-22. Stadion Mexico City langsung bergemuruh ketika Julián Quiñones berhasil memanfaatkan peluang di depan gawang dan mengirim bola ke dalam jala Ekuador. Gol tersebut membuat Meksiko unggul 1-0 dan semakin meningkatkan kepercayaan diri para pemain tuan rumah.

Setelah gol pertama tercipta, intensitas serangan Meksiko tidak menurun. Mereka terus menekan dan memaksa Ekuador lebih banyak bertahan di wilayah sendiri.

Raul Jimenez Gandakan Keunggulan

Keunggulan Meksiko bertambah pada menit ke-31. Proses gol kedua berawal dari pergerakan Julián Quiñones yang kembali menjadi aktor penting dalam serangan timnya.

Quiñones mengirimkan operan matang ke dalam kotak penalti yang berhasil diterima Raul Jimenez. Tanpa membuang kesempatan, penyerang berpengalaman tersebut langsung melepaskan tendangan keras yang tidak mampu dihentikan Galíndez.

Gol itu mengubah skor menjadi 2-0 untuk keunggulan Meksiko. Hingga wasit meniup peluit tanda berakhirnya babak pertama, Ekuador belum mampu memberikan respons berarti sehingga skor tetap bertahan.

Ekuador Kesulitan Bangkit di Babak Kedua

Memasuki babak kedua, Meksiko tidak mengendurkan tekanan meski sudah unggul dua gol. Javier Aguirre tetap meminta anak asuhnya bermain menyerang untuk menjaga kontrol permainan.

Di sisi lain, Ekuador berusaha mencari celah untuk memperkecil ketertinggalan. Namun, organisasi pertahanan Meksiko tampil disiplin dan mampu mematahkan hampir seluruh upaya serangan lawan.

Menariknya, setelah kebobolan dua gol di babak pertama, lini belakang Ekuador justru tampil lebih solid. Mereka mampu meredam sejumlah peluang tambahan yang diciptakan para pemain Meksiko sehingga tidak ada gol ketiga yang tercipta.

Kartu Merah Warnai Akhir Pertandingan

Alih-alih mampu memperkecil selisih skor pada menit-menit akhir, Ekuador justru mendapat pukulan tambahan. Bek andalan mereka, Piero Hincapié, harus meninggalkan lapangan lebih cepat setelah menerima kartu merah dari wasit.

Kehilangan satu pemain membuat perjuangan Ekuador semakin berat. Meski pertandingan terus berlanjut hingga waktu normal berakhir, tidak ada lagi gol yang tercipta dari kedua tim.

Skor 2-0 untuk kemenangan Meksiko pun bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.

Meksiko Ukir Rekor Sempurna

Kemenangan ini memastikan Meksiko melaju ke babak 16 besar Piala Dunia 2026. Lebih dari sekadar lolos, El Tri juga mencatatkan pencapaian istimewa sepanjang turnamen.

Meksiko menjadi satu-satunya tim peserta Piala Dunia 2026 yang berhasil menyapu bersih seluruh pertandingan dengan kemenangan. Tidak hanya itu, mereka juga mempertahankan catatan pertahanan sempurna karena belum sekalipun kebobolan sejak turnamen dimulai.

Sementara itu, perjalanan Ekuador harus terhenti di babak 32 besar. Meski gagal melangkah lebih jauh, tim berjuluk La Tri tetap meninggalkan kesan positif setelah sebelumnya membuat kejutan besar dengan mengalahkan Jerman pada fase grup.

Scr/Mashable





Don't Miss