Sejarah, Prestasi, dan Kekuatan The Atlas Lions

30.06.2026
Sejarah, Prestasi, dan Kekuatan The Atlas Lions
Sejarah, Prestasi, dan Kekuatan The Atlas Lions

Tim nasional Maroko kembali menjadi salah satu sorotan di panggung sepak bola dunia.

Negara asal Afrika Utara ini datang dengan reputasi yang semakin kuat setelah mencatat sejarah luar biasa pada edisi sebelumnya.

Julukan The Atlas Lions kini tidak lagi sekadar dikenal sebagai kuda hitam, melainkan sebagai salah satu tim yang patut diperhitungkan di turnamen terbesar sepak bola dunia.

Partisipasi Maroko di Piala Dunia 2026 menjadi penampilan ketujuh mereka sepanjang sejarah. Lebih menarik lagi, ini merupakan kali ketiga secara beruntun Maroko tampil di Piala Dunia, sebuah pencapaian yang menunjukkan konsistensi perkembangan sepak bola mereka dalam beberapa tahun terakhir.

Perjalanan Maroko di Piala Dunia dimulai pada 1970 FIFA World Cup di Meksiko. Saat itu, Maroko menjadi satu-satunya wakil Afrika di turnamen tersebut.

Meski gagal lolos dari fase grup, penampilan mereka cukup kompetitif dan menjadi fondasi awal bagi perkembangan sepak bola nasional.

Setelah itu, Maroko kembali tampil pada edisi 1986 di Meksiko dan mencetak sejarah sebagai negara Afrika pertama yang berhasil lolos ke babak 16 besar Piala Dunia. Prestasi tersebut menjadi tonggak penting yang membuktikan bahwa tim dari Afrika mampu bersaing di level tertinggi.

Maroko juga berpartisipasi pada edisi 1994, 1998, 2018, 2022, dan kini 2026. Dari semua penampilan tersebut, momen paling ikonik tentu terjadi di 2022 FIFA World Cup. Di turnamen itu, Maroko membuat kejutan besar dengan menjadi tim Afrika pertama yang berhasil mencapai semifinal Piala Dunia.

Dalam perjalanan bersejarah tersebut, Maroko tampil impresif sejak fase grup. Mereka menahan imbang Kroasia, lalu mengalahkan Belgia dan Kanada.

Performa solid berlanjut di fase gugur ketika mereka menyingkirkan Spanyol melalui adu penalti di babak 16 besar, kemudian mengalahkan Portugal 1-0 di perempat final. Langkah mereka akhirnya dihentikan oleh Perancis di semifinal.

Di balik kesuksesan besar tersebut, sosok pelatih Walid Regragui memegang peranan penting. Regragui ditunjuk sebagai pelatih kepala pada Agustus 2022 dan langsung memberikan dampak besar bagi tim.

Dengan pendekatan taktik yang disiplin namun tetap agresif, ia berhasil membangun identitas permainan Maroko yang solid dalam bertahan dan cepat saat melakukan serangan balik.

Sebagai mantan pemain internasional Maroko, Regragui memahami kultur sepak bola negaranya dengan sangat baik. Hal inilah yang membuatnya sukses membangun chemistry kuat di ruang ganti dan memaksimalkan potensi para pemain bintang.

Salah satu pemain kunci dalam sejarah Piala Dunia Maroko adalah Youssef En-Nesyri. Penyerang yang dikenal kuat dalam duel udara ini tercatat sebagai top skor Maroko di Piala Dunia dengan koleksi 3 gol. Gol paling bersejarahnya tercipta saat menghadapi Portugal di perempat final Qatar 2022, ketika sundulannya membawa Maroko menang 1-0 dan melaju ke semifinal.

Selain En-Nesyri, dua nama lain yang sangat berpengaruh adalah Achraf Hakimi dan Hakim Ziyech. Keduanya memegang rekor sebagai pemain Maroko dengan penampilan terbanyak di Piala Dunia, masing-masing mencatat 10 pertandingan.

Hakimi dikenal sebagai bek sayap modern dengan kecepatan luar biasa serta kontribusi menyerang yang besar. Sementara Ziyech merupakan motor kreativitas di lini depan berkat visi bermain dan akurasi umpannya.

Secara keseluruhan, rekor Maroko di Piala Dunia mencatat 23 pertandingan, dengan 5 kemenangan, 11 hasil imbang, dan 7 kekalahan. Mereka telah mencetak 20 gol dan kebobolan 27 gol.

Optimisme terhadap Maroko semakin meningkat setelah mereka kembali menunjukkan mental juara di babak 32 besar Piala Dunia 2026.

The Atlas Lions sukses menyingkirkan Belanda lewat drama adu penalti dengan skor 3-2 setelah bermain imbang 1-1 selama 120 menit di Monterrey Stadium.

Belanda sempat unggul lebih dulu melalui gol Cody Gakpo pada menit ke-72, tetapi Maroko menunjukkan semangat pantang menyerah.

Saat kekalahan sudah di depan mata, pemain pengganti Issa Diop muncul sebagai penyelamat lewat gol sundulan pada menit 90+1 yang memaksa pertandingan berlanjut ke babak tambahan.

Dalam adu penalti, kiper andalan Yassine Bounou tampil sebagai pahlawan dengan penyelamatan krusial yang memastikan kemenangan Maroko. Hasil ini mengantarkan pasukan Walid Regragui ke babak 16 besar, di mana mereka akan menghadapi tuan rumah Kanada, pada 4 Juli di Houston.

Kemenangan dramatis atas Belanda ini semakin menegaskan bahwa pencapaian semifinal pada Piala Dunia 2022 bukanlah kebetulan. Maroko sekali lagi membuktikan diri sebagai salah satu kekuatan baru yang siap mengguncang sepak bola dunia.

Scr/Mashable





Don't Miss