Sesumbar Sebelum Lawan Brasil, Bintang Muda Jepang Kena “Serangan” Sejuta Komentar

01.07.2026
Sesumbar Sebelum Lawan Brasil, Bintang Muda Jepang Kena "Serangan" Sejuta Komentar
Sesumbar Sebelum Lawan Brasil, Bintang Muda Jepang Kena "Serangan" Sejuta Komentar

Penyerang muda Jepang, Kento Shiogai, menjadi sasaran kemarahan warganet Brasil setelah Tim Samurai Biru kalah dramatis 1-2 dari Brasil pada babak 16 besar Piala Dunia 2026. Ucapan Shiogai sebelum pertandingan dianggap meremehkan status Brasil sebagai raksasa sepak bola dunia dan berujung menjadi bumerang setelah Selecao memastikan kemenangan di menit-menit akhir.

Tak lama setelah peluit panjang dibunyikan, akun Instagram pemain berusia 21 tahun itu langsung dibanjiri komentar dari pendukung Brasil.

Hingga kini, unggahan Shiogai telah menerima hampir satu juta komentar, mayoritas berisi emoji bendera Brasil dan simbol lima trofi Piala Dunia sebagai pengingat bahwa Selecao merupakan negara tersukses dalam sejarah turnamen tersebut.

Gelombang komentar tersebut bermula dari pernyataan Shiogai jelang pertandingan. Saat ditanya mengenai Brasil, striker yang kini memperkuat Wolfsburg itu mengatakan bahwa Brasil bukan lagi tim seperti dulu.

Meski di Jepang ucapan tersebut dianggap sebagai bentuk kepercayaan diri pemain muda, publik Brasil menilainya sebagai bentuk pelecehan terhadap sejarah dan tradisi sepak bola mereka.

Jepang Sempat Memimpin, Brasil Bangkit Dramatis

Pada laga babak 16 besar yang berlangsung 30 Juni 2026, Jepang sebenarnya tampil impresif. Tim Samurai Biru unggul lebih dahulu melalui gol Kaishu Sano pada menit ke-29 setelah memanfaatkan kesalahan lini belakang Brasil.

Selama babak pertama, Jepang berhasil meredam kreativitas Brasil dengan pertahanan rapat dan disiplin. Mereka bahkan nyaris menciptakan sejarah dengan menyingkirkan tim lima kali juara dunia.

Namun situasi berubah drastis selepas turun minum. Pelatih Brasil Carlo Ancelotti melakukan sejumlah penyesuaian taktik dengan meningkatkan intensitas serangan dari kedua sisi lapangan dan lebih banyak mengirim umpan silang ke kotak penalti.

Perubahan tersebut membuahkan hasil ketika Casemiro menyamakan kedudukan melalui sundulan pada awal babak kedua. Saat pertandingan tampak akan berlanjut ke perpanjangan waktu, Gabriel Martinelli muncul sebagai pahlawan lewat gol kemenangan pada menit ke-95 setelah menerima umpan matang dari Bruno Guimaraes.

Gol dramatis itu memastikan Brasil menang 2-1 sekaligus melaju ke perempat final Piala Dunia 2026, sementara Jepang kembali gagal melewati babak gugur pertama untuk ketiga kalinya secara beruntun.

Selebrasi Matheus Cunha Jadi Sorotan

Usai gol kemenangan Brasil, penyerang Matheus Cunha mencuri perhatian lewat selebrasi yang dianggap menyindir Shiogai. Pemain Brasil itu menunjuk lambang tim nasional di dadanya sambil mengangkat lima jari ke arah bangku cadangan Jepang, sebuah gestur yang melambangkan lima gelar Piala Dunia milik Brasil.

Aksi tersebut memicu perdebatan di media sosial. Sebagian menilai selebrasi Cunha terlalu provokatif, sementara lainnya menganggapnya sebagai respons yang pantas atas komentar Shiogai sebelum pertandingan.

Menanggapi kritik tersebut, Cunha menegaskan bahwa selebrasinya bukan ditujukan untuk merendahkan lawan, melainkan sebagai bentuk penghormatan terhadap sejarah panjang tim nasional Brasil.

“Dengan segala hormat, jika ada pemain Jepang mengatakan hal seperti itu tentang tim nasional Brasil yang begitu berjaya, kami merasa harus bersatu. Ini bukan soal saya, tetapi tentang arti seragam ini, para legenda yang pernah memakainya, dan perjuangan untuk bisa mengenakannya hari ini,” ujar Cunha.

Melalui Instagram Story, penyerang yang juga memperkuat Manchester United itu kembali mengunggah pesan bernada sindiran.

“Sekarang kamu tahu sedikit lebih banyak tentang kami,” tulis Cunha dalam salah satu unggahannya.

Dalam unggahan lain ia menambahkan, “Kami tidak lebih unggul ataupun lebih rendah dari siapa pun,” disertai emoji bendera Brasil dan lagu Humble milik Kendrick Lamar.

Meski demikian, Cunha juga menunjukkan sisi sportif setelah pertandingan. Saat rekan-rekannya merayakan kemenangan, ia menghampiri gelandang Jepang Ao Tanaka yang terlihat menangis akibat tersingkir dari turnamen dan memberikan pelukan sebagai bentuk dukungan.

Sehari setelah Jepang tersingkir, Shiogai mengakui betapa besarnya dampak Piala Dunia terhadap sorotan publik.

“Lihat saja Instagram saya, kalian akan mengerti betapa besarnya pengaruh Piala Dunia,” kata Shiogai.

Ia juga menegaskan bahwa ucapannya sebelum pertandingan telah disalahartikan. Menurut Shiogai, yang ia maksud hanyalah mengingat kejayaan Brasil pada era Neymar, bukan mengatakan bahwa Selecao telah kehilangan kualitasnya.

Namun, penjelasan tersebut tidak mampu meredam reaksi suporter Brasil. Hingga kini, kolom komentar di akun media sosialnya masih terus dipenuhi pesan dari para pendukung Selecao.

Scr/Mashable





Don't Miss