AC Milan akhirnya melepas Youssouf Fofana ke Sevilla pada penghujung bursa transfer musim panas 2026. Gelandang asal Prancis tersebut bergabung dengan klub La Liga melalui skema peminjaman tanpa opsi pembelian setelah kepindahannya menuju Olympique Lyonnais mendadak gagal.
Sevilla secara resmi mengumumkan kedatangan Youssouf Fofana pada Selasa, 1 September 2026. AC Milan kemudian mengonfirmasi gelandang berusia 27 tahun tersebut akan menjalani masa peminjaman bersama klub Andalusia hingga 30 Juni 2027.
Transfer tersebut menjadi salah satu kejutan pada penghujung bursa setelah Youssouf Fofana sebelumnya lebih dekat kembali bermain di Ligue 1 bersama Olympique Lyonnais. Namun, rangkaian persoalan transfer yang melibatkan klub Prancis itu akhirnya membuka jalan bagi Sevilla bergerak cepat mendapatkan pemain Milan tersebut.
Football Italia melaporkan Youssouf Fofana memang sudah tidak masuk rencana pelatih AC Milan, Ruben Amorim, untuk musim 2026/2027. Situasi pemain semakin jelas setelah dirinya tidak dilibatkan dalam sejumlah pertandingan persahabatan pramusim maupun sesi latihan bersama kelompok utama Rossoneri.
Keputusan tersebut membuat AC Milan sepanjang musim panas berusaha menemukan klub baru bagi Youssouf Fofana. Sevilla akhirnya menjadi tujuan sang gelandang meskipun sebelumnya Besiktas dan Galatasaray juga disebut serius membuka kemungkinan membawa pemain internasional Prancis tersebut menuju Liga Turki.
Transfer ke Lyon Gagal di Saat Terakhir
Sebelum Sevilla muncul sebagai pemenang perburuan, Youssouf Fofana sebenarnya berada sangat dekat dengan Olympique Lyonnais. Kesepakatan yang dibicarakan berupa peminjaman senilai 2 juta euro dengan opsi pembelian sebesar 12 juta euro pada akhir musim.
Formula tersebut terlihat menguntungkan bagi AC Milan karena memberikan peluang melepas Youssouf Fofana secara permanen apabila performanya memenuhi harapan Lyon. Akan tetapi, transfer yang semula dianggap tinggal menunggu penyelesaian itu kemudian mengalami kebuntuan menjelang penutupan bursa transfer Prancis.
Menurut Football Italia, masalah Lyon berkaitan dengan situasi Malick Fofana yang saat itu berada di tengah dinamika transfer menuju Liga Inggris. Sunderland dan Crystal Palace disebut terlibat dalam proses tersebut sehingga Lyon belum dapat menyelesaikan penjualan sang pemain sesuai rencana.
Keterlambatan tersebut memberikan efek domino karena Lyon tidak dapat mendatangkan pengganti sebelum tenggat bursa transfer Prancis berakhir. Youssouf Fofana pun kehilangan kesempatan bergabung dengan Lyon meskipun kesepakatan bersama AC Milan sebelumnya sudah berada dalam tahap sangat maju.
Kegagalan itu sempat membuat Liga Turki menjadi jalan keluar paling memungkinkan bagi Youssouf Fofana. Bursa transfer Turki masih memberikan waktu tambahan, sementara Besiktas dan Galatasaray sudah menunjukkan ketertarikan kepada gelandang yang tidak lagi menjadi bagian proyek utama Ruben Amorim.
Namun, skenario tersebut tidak pernah terwujud. Sevilla masuk pada momentum yang tepat dan berhasil menyelesaikan kesepakatan dengan AC Milan, sekaligus membuat Besiktas dan Galatasaray kembali kehilangan kesempatan mendapatkan pemain yang mereka incar.
Sevilla Pinjam Fofana Tanpa Opsi Beli
Hal paling menarik dalam kesepakatan Youssouf Fofana adalah tidak adanya klausul pembelian permanen. Sevilla secara tegas menyebut kesepakatan dengan AC Milan hanya berupa peminjaman dan tidak memasukkan opsi untuk membeli gelandang Prancis tersebut setelah musim 2026/2027 berakhir.
AC Milan dalam pernyataan resminya juga memastikan Youssouf Fofana akan menjadi pemain Sevilla dengan status pinjaman sampai 30 Juni 2027. Rossoneri turut mengucapkan terima kasih atas profesionalisme dan dedikasi sang pemain serta mendoakan kesuksesannya selama menjalani musim di Spanyol.
Sky Sport Italia mengklaim transfer Youssouf Fofana merupakan peminjaman gratis. Sevilla tidak membayar biaya peminjaman kepada Milan dan hanya akan berkontribusi terhadap pembayaran gaji sang gelandang selama memperkuat tim asal Andalusia tersebut.
Skema itu berbeda jauh dibandingkan kesepakatan yang sempat dibicarakan dengan Lyon. Apabila transfer menuju klub Ligue 1 terealisasi, Milan berpotensi menerima 2 juta euro sebagai biaya peminjaman serta tambahan 12 juta euro apabila opsi pembelian kemudian diaktifkan.
Peminjaman tanpa opsi pembelian membuat masa depan Youssouf Fofana belum benar-benar selesai. Sang pemain secara kontraktual masih menjadi milik AC Milan dan secara teori harus kembali ke Italia setelah masa peminjamannya di Sevilla selesai apabila kedua klub tidak membuat kesepakatan baru.
Bagi Sevilla, skema tersebut tetap memberikan keuntungan karena mereka mendapatkan gelandang berpengalaman tanpa harus mengambil risiko finansial besar. Youssouf Fofana dapat langsung memperkuat lini tengah sekaligus menawarkan pengalaman bermain pada level tertinggi di Prancis, Italia, kompetisi Eropa dan tim nasional.
Dari Monaco, AC Milan hingga Sevilla
Youssouf Fofana bukan nama asing di sepak bola Eropa. Pemain kelahiran Paris pada 1999 itu memulai perjalanan profesionalnya di Strasbourg sebelum berkembang menjadi salah satu gelandang penting AS Monaco dan kemudian menarik perhatian AC Milan.
Berdasarkan catatan resmi Sevilla, Youssouf Fofana memainkan 41 pertandingan bersama Strasbourg di berbagai kompetisi. Perjalanannya kemudian berlanjut bersama Monaco, tempat gelandang setinggi 185 sentimeter tersebut mencapai periode terbaik dengan mencatat 175 penampilan, tujuh gol dan 13 assist.
Performanya bersama Monaco kemudian membawa Youssouf Fofana menuju AC Milan pada musim 2024/2025. Hingga kepindahannya ke Sevilla, pemain yang dapat beroperasi sebagai gelandang bertahan maupun gelandang tengah tersebut sudah mencatatkan 88 pertandingan untuk Rossoneri.
Dalam jumlah pertandingan tersebut, Youssouf Fofana membukukan tiga gol dan 13 assist bersama AC Milan. Ia juga sempat menjadi bagian skuad yang mengangkat trofi Supercoppa Italiana sebelum posisinya berubah setelah hadirnya proyek baru di bawah Ruben Amorim.
Pengalaman internasional menjadi nilai tambahan bagi Sevilla. Youssouf Fofana pernah memperkuat tim kelompok umur Prancis mulai U-19, U-20 hingga U-21 sebelum menembus tim senior Les Bleus, dengan catatan 25 pertandingan dan tiga gol menurut data yang dipublikasikan Sevilla.
Kini tantangan baru menanti Youssouf Fofana di La Liga. Setelah tidak mendapatkan tempat dalam rencana AC Milan dan melihat kepindahannya menuju Lyon runtuh pada saat terakhir, Sevilla menawarkan kesempatan kepada sang gelandang untuk menghidupkan kembali kariernya.
Bagi Milan, keputusan tersebut setidaknya memberikan solusi sementara terhadap pemain yang tidak lagi masuk perhitungan Ruben Amorim. Rossoneri memang belum memperoleh pemasukan transfer permanen, tetapi sebagian beban gaji Youssouf Fofana dapat dialihkan kepada Sevilla selama satu musim.
Sebaliknya, Sevilla mendapatkan pemain dengan pengalaman besar melalui sebuah kesepakatan berisiko relatif rendah. Jika Youssouf Fofana mampu menemukan kembali performa terbaik seperti saat membela Monaco dan periode awalnya bersama Milan, kepindahan dramatis pada deadline day ini bisa menjadi keuntungan besar bagi klub Spanyol tersebut.
Satu hal kini sudah pasti, Youssouf Fofana tidak akan memperkuat Besiktas ataupun Galatasaray seperti yang sempat diperkirakan setelah transfer Lyon gagal. Sevilla memenangkan perlombaan pada saat terakhir dan memberikan jalan keluar bagi gelandang Prancis tersebut dari situasi sulitnya bersama AC Milan.
Scr/Mashable















