Artemis II Resmi Meluncur, NASA Kirim Manusia ke Bulan Setelah 54 Tahun

02.04.2026
Artemis II Resmi Meluncur, NASA Kirim Manusia ke Bulan Setelah 54 Tahun
Artemis II Resmi Meluncur, NASA Kirim Manusia ke Bulan Setelah 54 Tahun

Peluncuran roket Artemis II menandai tonggak baru dalam eksplorasi luar angkasa setelah NASA berhasil mengirim empat astronaut menuju lintasan bulan untuk pertama kalinya sejak era Apollo 17 pada 1972.

Misi bersejarah ini lepas landas pada Rabu malam waktu setempat, membuka babak baru perjalanan manusia keluar dari orbit rendah Bumi setelah penantian hampir 54 tahun.

Roket tersebut kini berada di orbit Bumi dan dijadwalkan melanjutkan perjalanan menuju bulan melalui manuver translunar injection pada Kamis. Tahapan ini akan mengarahkan kapsul Orion menempuh perjalanan sekitar 240.000 mil menuju orbit bulan.

Di dalam kapsul, keempat astronaut langsung melakukan serangkaian pengujian untuk mengevaluasi performa wahana selama fase peluncuran yang mencapai kecepatan sekitar 17.500 mil per jam.

Tim pengendali misi di Houston memastikan seluruh sistem utama berjalan sesuai rencana, termasuk keberhasilan pembukaan empat panel surya yang menjadi sumber daya listrik utama sepanjang perjalanan. Keberhasilan tahap awal ini menjadi sinyal positif bagi keseluruhan misi yang sarat target teknis dan simbolis.

Komandan misi Reid Wiseman menyampaikan bahwa momen ini memiliki makna besar, tidak hanya bagi Amerika Serikat tetapi juga dunia.

“Negara ini, dan dunia, telah menunggu lama untuk melakukan ini lagi,” ujarnya kepada media menjelang peluncuran di Kennedy Space Center dikutip Mashable Indonesia dari The Guardian.

Misi uji selama 10 hari ini memang tidak mencakup pendaratan di bulan, namun tetap membawa sejumlah pencapaian penting. Dua astronaut NASA, Christina Koch dan Victor Glover, akan mencatat sejarah sebagai perempuan pertama dan orang kulit berwarna pertama yang menjelajah ruang cis-lunar, yaitu wilayah antara orbit Bumi dan bulan.

Sementara itu, astronaut Jeremy Hansen dari Canadian Space Agency menjadi warga non-Amerika pertama yang mencapai wilayah tersebut.

Meski mencatat sejumlah “yang pertama”, para astronaut menegaskan bahwa misi ini bukan tentang pencapaian individu. “Ini bukan tentang merayakan satu individu,” kata Koch dalam pengarahan terakhir sebelum peluncuran.

Ia menambahkan bahwa yang lebih penting adalah membuka kesempatan setara bagi siapa pun yang memiliki mimpi untuk terlibat dalam eksplorasi luar angkasa.

Pandangan serupa juga disampaikan Glover. Ia mengakui pentingnya representasi bagi generasi muda, namun berharap suatu saat pencapaian seperti ini tidak lagi dilihat sebagai kategori khusus, melainkan bagian dari perjalanan umat manusia secara keseluruhan.

Secara teknis, Artemis II berpotensi memecahkan rekor jarak tempuh manusia dari Bumi. Kru diperkirakan akan mencapai lebih dari 4.600 mil di luar sisi jauh bulan pada hari keenam misi, dengan jarak maksimum mendekati 253.000 mil dari Bumi. Angka ini melampaui rekor sebelumnya yang dipegang oleh misi Apollo 13 pada 1970.

Selain perjalanan jarak jauh, misi ini juga menjadi landasan penting bagi ambisi jangka panjang NASA, termasuk rencana pembangunan pangkalan permanen di bulan dengan nilai investasi sekitar 20 miliar dolar AS atau setara lebih dari Rp300 triliun.

Administrator NASA, Jared Isaacman, menegaskan pentingnya misi ini dalam strategi eksplorasi jangka panjang serta sebagai langkah awal menuju kehadiran manusia secara berkelanjutan di bulan.

Salah satu fokus utama Artemis II adalah pemetaan wilayah kutub selatan bulan dari ketinggian antara 4.000 hingga 6.000 mil. Kawasan ini dinilai strategis karena berpotensi menjadi lokasi pendaratan manusia berikutnya sekaligus pembangunan pangkalan lunar di masa depan.

Selama perjalanan, para astronaut juga akan menguji berbagai sistem vital, termasuk perangkat pendukung kehidupan dan dampak lingkungan luar angkasa terhadap tubuh manusia.

Mereka akan hidup dalam kapsul berdiameter sekitar lima meter dengan ruang terbatas, setara kendaraan camper van kecil, selama misi berlangsung hingga pendaratan di Samudra Pasifik setelah menempuh perjalanan total sekitar 685.000 mil.

Wiseman mengakui tantangan hidup dalam ruang sempit selama berhari-hari. “Hal kecil seperti suara klik tutup pena saja bisa mengganggu seseorang selama 10 hari di kapsul kecil,” katanya. Ia menambahkan bahwa komunikasi yang baik menjadi kunci agar kru tetap solid selama menjalani misi dengan tekanan tinggi dan ruang gerak terbatas.

Antusiasme publik terhadap peluncuran ini terlihat jelas di wilayah Space Coast, Florida. Sekitar 400.000 orang memadati pantai dan jalur penghubung untuk menyaksikan langsung peluncuran tersebut, sementara tingkat hunian hotel melonjak tajam.

Meski program Artemis mengalami keterlambatan dari jadwal awal dan pembengkakan biaya, peluncuran Artemis II tetap menjadi sinyal kuat bahwa ambisi eksplorasi luar angkasa manusia terus bergerak maju.

Misi ini dipandang sebagai fondasi penting bagi langkah berikutnya, termasuk pendaratan manusia di bulan dan pengembangan infrastruktur permanen yang akan membuka peluang eksplorasi lebih jauh di masa depan.

Scr/Mashable




Don't Miss