Ilmuwan Temukan Planet Berbentuk Lemon dengan Sesuatu yang Belum Pernah Mereka Lihat Sebelumnya

27.12.2025
Ilmuwan Temukan Planet Berbentuk Lemon dengan Sesuatu yang Belum Pernah Mereka Lihat Sebelumnya
Ilmuwan Temukan Planet Berbentuk Lemon dengan Sesuatu yang Belum Pernah Mereka Lihat Sebelumnya

scientists discover a lemon shaped planet with something the 8dz7

Para astronom menemukan sebuah dunia asing di luar tata surya yang terasa seperti cerita fiksi ilmiah — namun semuanya nyata.

Planet ekstrasurya itu, yang diberi nama PSR J2322-2650 b, memiliki atmosfer yang tersusun dari helium dan karbon, sesuatu yang menurut para peneliti belum pernah mereka temukan sebelumnya.

Udara di planet ini kemungkinan dipenuhi awan jelaga, dan jauh di bagian dalamnya, karbon bahkan bisa menggumpal menjadi kristal padat, yang berpotensi membentuk berlian.

Semua ini terjadi di sebuah planet berbentuk lemon yang mengorbit sebuah pulsar, yaitu jenis khusus bintang neutron yang berputar dan memancarkan denyut cahaya seperti mercusuar di angkasa. Pengamatan tersebut dilakukan menggunakan James Webb Space Telescope milik NASA.

“Reaksi kolektif kami adalah, ‘Apa-apaan ini?’,” kata Peter Gao, salah satu penulis penelitian dari Carnegie Earth and Planets Laboratory, dalam sebuah pernyataan. “Ini benar-benar sangat berbeda dari yang kami perkirakan.”

Sebuah planet raksasa dengan massa setara Jupiter, memiliki atmosfer kaya karbon, dan mengorbit bintang mati, tidak sesuai dengan model planet mana pun yang dikenal saat ini. Temuan ini menantang gagasan lama tentang bagaimana dunia terbentuk dan mampu bertahan.

Hasil penelitian yang dipublikasikan di The Astrophysical Journal Letters tersebut menunjukkan bahwa sistem planet bisa eksis dalam kondisi yang jauh lebih ekstrem daripada yang selama ini diperkirakan para ilmuwan.

Penelitian terbaru itu mengungkap bahwa gaya gravitasi yang sangat kuat dari bintang terdekatnya — yang berada sekitar 750 tahun cahaya dari Bumi — meregangkan dan menekan planet tersebut hingga berbentuk seperti lemon.

Planet ini mengorbit sebuah pulsar, yaitu inti bintang yang remuk dan tertinggal setelah sebuah bintang masif meledak.

Bintang tersebut, PSR J2322-2650, memiliki massa kira-kira setara Matahari, tetapi terpadatkan ke dalam ruang sebesar sebuah kota. Saat berputar dengan sangat cepat, pulsar ini memancarkan berkas energi yang stabil.

“Planet ini mengorbit bintang yang benar-benar aneh,” kata Michael Zhang dari University of Chicago, peneliti utama dalam studi ini, dalam sebuah pernyataan.

Planet tersebut mengelilingi pulsar pada jarak hanya sekitar 1 juta mil. Sebagai perbandingan, Bumi berada sekitar 100 juta mil dari Matahari. Karena orbitnya yang sangat dekat, satu tahun di PSR J2322-2650 b berlangsung kurang dari delapan jam.

Ketika Webb mengamati atmosfer planet itu, para ilmuwan awalnya berharap menemukan gas-gas umum seperti uap air atau metana. Namun, yang mereka temukan justru helium dan bentuk sederhana dari karbon.

Menurut para peneliti, karbon jenis ini seharusnya tidak dapat eksis sendiri pada suhu setinggi itu, kecuali hampir seluruh oksigen dan nitrogen hilang. Tidak ada planet lain yang diketahui menunjukkan pola seperti ini.

Suhu di planet tersebut berkisar dari sekitar 1.200 derajat Fahrenheit di sisi yang lebih sejuk hingga sekitar 3.700 derajat Fahrenheit di sisi yang lebih panas.

Sistem biner ini juga menyerupai konfigurasi langka yang dikenal sebagai “black widow”, di mana sebuah pulsar perlahan-lahan mengikis materi dari pendamping di dekatnya. Perbedaannya, dalam kasus ini pendampingnya adalah sebuah planet — bukan bintang lain.

Hingga kini, belum ada proses yang diketahui yang dapat menjelaskan bagaimana planet dengan kandungan karbon setinggi ini bisa terbentuk.

“Namun, rasanya menyenangkan untuk tidak mengetahui segalanya,” kata Roger Romani dari Stanford University, salah satu penulis penelitian, dalam sebuah pernyataan. “Saya menantikan untuk mempelajari lebih jauh keanehan atmosfer ini. Menyenangkan memiliki sebuah teka-teki untuk dipecahkan.”

Scr/Mashable




Don't Miss