Kabar gembira buat para pemburu fenomena antariksa karena langit bakal menyajikan pertunjukan super epik yang sudah absen selama lebih dari dua tahun. Tepat pada 12 Agustus mendatang, fenomena alam langka berupa Gerhana Matahari Total dipastikan siap memanjakan mata para pengamat langit di berbagai belahan dunia.
Peristiwa spektakuler ini sendiri terjadi saat posisi Bulan melintas tepat di antara Matahari dan Bumi sehingga menghalangi pancaran cahaya secara total. Efeknya, beberapa wilayah beruntung di planet kita bakal merasakan sensasi magis saat siang hari mendadak berubah menjadi gelap gulita dalam sekejap.
Buat kamu yang penasaran di mana saja spot terbaiknya, jalur totalitas gerhana sepanjang 8.300 kilometer ini bakal membentang luas melintasi Kutub Utara. Beberapa wilayah beruntung yang bakal dilewati kegelapan total ini meliputi kawasan eksotis Greenland, Islandia, Spanyol utara, hingga wilayah Portugal timur laut.
Para pengamat di Greenland diprediksi menjadi yang paling puas karena bisa menikmati fase gelap total ini selama lebih dari dua menit. Sementara itu, warga di Spanyol utara harus puas dengan durasi yang jauh lebih singkat karena fase totalitasnya hanya berlangsung sekitar 20 detik saja.
Jalur Totalitas dan Wilayah yang Kebagian “Midnight” Singkat
Buat kamu yang penasaran di mana saja spot terbaiknya, jalur totalitas gerhana sepanjang 8.300 kilometer ini bakal membentang luas melintasi Kutub Utara. Beberapa wilayah beruntung yang bakal dilewati kegelapan total ini meliputi kawasan eksotis Greenland, Islandia, Spanyol utara, hingga wilayah Portugal timur laut.
Para pengamat di Greenland diprediksi menjadi yang paling puas karena bisa menikmati fase gelap total ini selama lebih dari dua menit. Sementara itu, warga di Spanyol utara harus puas dengan durasi yang jauh lebih singkat karena fase totalitasnya hanya berlangsung sekitar 20 detik saja.
Menariknya, fenomena ini menjadi momen yang sangat bersejarah karena merupakan Gerhana Matahari Total pertama yang mampir di daratan Spanyol sejak tahun 1905 silam. Uniknya lagi, saat melintasi wilayah Galicia dan Kepulauan Balearic, gerhana ini terjadi pas momen matahari terbenam sehingga malam hari bakal datang jauh lebih cepat dari biasanya.
Bagi negara-negara yang berada di luar jalur utama, kalian tidak perlu berkecil hati karena masih bisa menikmati sisa-sisa keindahannya. Wilayah benua Eropa lainnya, sebagian Afrika, hingga Amerika Utara tetap bisa menyaksikan fenomena ini dalam bentuk Gerhana Matahari Sebagian.
Jadwal Lengkap Berdasarkan Data Resmi NASA
Biar kamu tidak ketinggalan momen berharga ini, NASA sudah merilis daftar wilayah beserta jam dimulainya fenomena epik tersebut secara mendetail. Berikut adalah daftar kota yang beruntung bisa menyaksikan fase totalitas serta kota-kota lain yang kebagian fase parsial atau sebagian:
Fase Totalitas (Matahari Tertutup Sepenuhnya):
- Reykjavík, Islandia: 16.47 waktu setempat
- León, Spanyol: 19.32 waktu setempat
- Zaragoza, Spanyol: 19.34 waktu setempat
- Valencia, Spanyol: 19.38 waktu setempat
Fase Parsial (Matahari Tertutup Sebagian):
- Anchorage & Fairbanks, Alaska: 07.36 & 07.37 waktu setempat
- Edmonton & Winnipeg, Kanada: 10.02 & 11.25 waktu setempat
- Toronto & Montreal, Kanada: 12.55 & 12.50 waktu setempat
- Bangor & Portland, Maine: 12.54 & 12.57 waktu setempat
- Boston & Detroit: 13.01 & 13.03 waktu setempat
- New York & Philadelphia: 13.07 & 13.11 waktu setempat
- Washington D.C. & Halifax: 13.17 & 13.58 waktu setempat
- Nuuk, Greenland & Dakar, Senegal: 15.30 & 18.25 waktu setempat
- Dublin, Irlandia & London, Inggris: 18.12 & 18.17 waktu setempat
- Lisbon, Portugal & Algiers, Aljazair: 18.39 & 18.42 waktu setempat
- Casablanca, Maroko & Tunis, Tunisia: 18.48 & 18.41 waktu setempat
- Oslo, Norwegia & Stockholm, Swedia: 19.02 & 19.03 waktu setempat
- Berlin, Jerman & Kraków, Polandia: 19.15 & 19.18 waktu setempat
- Paris, Prancis & Vienna, Austria: 19.22 & 19.22 waktu setempat
- Milan, Italia & Barcelona, Spanyol: 19.27 & 19.35 waktu setempat
- Madrid, Spanyol & Saint Petersburg, Rusia: 19.36 & 19.59 waktu setempat
Momen Langka dan Jadwal Antrean Gerhana Berikutnya
Direktur Sains ESA, Carole Mundell, menyebutkan bahwa momen langka ini merupakan waktu terbaik bagi jutaan manusia untuk menengadah bersama merasakan keajaiban semesta. Menurutnya, pengalaman kolektif ini secara tidak langsung mengingatkan kita akan besarnya kekuatan umat manusia untuk terus menjelajah dan memahami alam semesta.
Sebagai informasi tambahan, wilayah Spanyol sendiri tampaknya sedang panen fenomena langit karena gerhana Agustus ini adalah yang pertama dari tiga gerhana berturut-turut hingga 2028. Setelah ini, Gerhana Matahari Total berikutnya diprediksi baru akan menyapa wilayah selatan Spanyol, Afrika Utara, hingga Arab Saudi pada 2 Agustus 2027.
Nasib kurang beruntung justru harus dialami oleh para pencinta astronomi yang tinggal di kawasan Amerika Serikat. Pasalnya, Negeri Paman Sam tersebut tidak akan kebagian jatah Gerhana Matahari Total lagi dalam waktu dekat, setidaknya sampai tanggal 30 Maret 2033 mendatang.
Itu pun titik pengamatannya sangat terbatas karena hanya bisa disaksikan dengan jelas dari wilayah paling utara mereka, yaitu Alaska. Jeda waktu yang sangat lama ini tentu membuat gerhana pada Agustus esok menjadi komoditas yang sangat berharga bagi para petualang sains.
Panduan Keamanan Biar Mata Enggak “Error”
Mengingat bahaya radiasi yang mengintai, kamu sangat dilarang keras untuk melihat langsung ke arah Matahari dengan mata telanjang tanpa pengaman yang tepat. Solusi terbaiknya adalah wajib mengenakan kacamata gerhana yang sudah mengantongi sertifikat internasional khusus atau menggunakan alat pengamat matahari portabel standar pabrikan.
Jika kamu berniat menggunakan perangkat optik seperti teleskop, teropong, atau kamera, pastikan bagian depannya sudah dilapisi oleh filter matahari khusus terlebih dahulu. Jangan sekali-kali nekat menggantinya dengan kacamata hitam biasa karena filter kacamata gaya tersebut ribuan kali lebih tipis dan sama sekali tidak aman bagi kornea mata.
NASA juga memberikan peringatan keras bahwa memadukan perangkat optik tanpa filter dengan kacamata gerhana biasa tetaplah sebuah tindakan yang sangat fatal. Sinar Matahari yang melewati lensa perangkat optik akan mengalami konsentrasi energi yang sangat tinggi sehingga bisa langsung merusak lapisan mata kamu dalam sekejap.
Maka dari itu, persiapan yang matang dan pemahaman regulasi keselamatan menjadi kunci utama agar momen nobar gerhana kali ini berjalan dengan aman tanpa ada drama cedera.
Scr/Mashable





















