Mengapa Olahraga Ini Menjadi Napas dalam Petualangan Nobita?

08.01.2026
Mengapa Olahraga Ini Menjadi Napas dalam Petualangan Nobita?
Mengapa Olahraga Ini Menjadi Napas dalam Petualangan Nobita?

Dalam setiap Minggu pagi yang kita habiskan menonton Doraemon, sebuah pemandangan hampir selalu berulang: Nobita yang dipaksa Gian untuk bermain baseball di lapangan kosong, hanya untuk berakhir dengan kekalahan atau omelan karena ketidakmampuannya menangkap bola.

Bagi penonton internasional, mungkin muncul pertanyaan: mengapa baseball lebih populer di serial Doraemon? Mengapa bukan sepak bola yang secara global ?

Kedekatan antara serial Doraemon dan baseball bukanlah sekadar kebetulan kreatif. Hal ini merupakan cerminan mendalam dari identitas budaya Jepang dan sejarah yang membentuk masyarakatnya di era pasca-perang.

Simbol Kebangkitan Bangsa

Baseball bukan sekadar olahraga di Jepang; ia adalah fenomena nasional yang telah berakar sejak tahun 1872 ketika diperkenalkan oleh Horace Wilson, seorang pengajar asal Amerika Serikat. Namun, popularitasnya mencapai puncak saat masa hidup Fujiko F. Fujio, kreator Doraemon.

Setelah Perang Dunia II, baseball menjadi simbol kebangkitan dan modernisasi Jepang. Saat manga Doraemon pertama kali diterbitkan pada tahun 1969, baseball telah mapan sebagai olahraga nomor satu yang menyatukan masyarakat dari segala usia. Memasukkan baseball ke dalam cerita Nobita adalah cara Fujiko F. Fujio untuk membuat karyanya terasa sangat nyata dan dekat dengan keseharian anak-anak Jepang saat itu.

Data Popularitas: Raja Olahraga di Jepang

Hingga tahun 2026, data menunjukkan bahwa baseball tetap memegang takhta sebagai olahraga paling populer di Jepang. Survei konsisten menempatkan baseball di peringkat teratas, mengungguli sepak bola dalam hal jumlah partisipasi dan penonton televisi.

Partisipasi: Sekitar 7 juta warga Jepang aktif memainkan baseball, atau sekitar 5% dari total populasi.

Stadion: Turnamen baseball sekolah menengah nasional (Koshien) dianggap sebagai acara sakral yang lebih emosional bagi warga lokal daripada liga profesional sekalipun.

Dalam konteks Doraemon, “lapangan kosong” (akachi) dengan tiga pipa beton di tengahnya adalah representasi akurat dari ruang publik terbatas di pemukiman padat Jepang pada era 70-an dan 80-an, di mana anak-anak hanya butuh satu pemukul dan bola untuk memulai permainan.

Baseball sebagai Katarsis Karakter

Secara naratif, baseball dalam Doraemon berfungsi sebagai alat untuk mengeksplorasi dinamika sosial anak-anak.

1. Dinamika Kekuasaan: Tim baseball “Giants” yang dipimpin Gian menunjukkan struktur hierarki. Gian sebagai kapten yang otoriter mencerminkan sisi keras dari persaingan olahraga, sementara Nobita yang sering menjadi outfielder yang payah adalah representasi dari setiap anak yang merasa kurang berbakat namun ingin diterima dalam kelompoknya.

2. Moralitas dan Kerja Sama: Baseball adalah olahraga tim yang membutuhkan sinkronisasi. Seringkali, gadget Doraemon digunakan bukan untuk menang secara curang, melainkan untuk melatih mental Nobita agar tidak menyerah pada tekanan tim.

Warisan Melalui Dorabase

Besarnya pengaruh baseball dalam semesta Doraemon bahkan melahirkan spin-off khusus berjudul Dorabase (Doraemon Super Baseball Gaiden). Seri ini menampilkan tim robot kucing yang bertanding di masa depan, menggabungkan strategi baseball murni dengan penggunaan gadget terbatas sebagai bagian dari aturan permainan.

Ini membuktikan bahwa baseball telah menjadi elemen permanen yang tak terpisahkan dari branding Doraemon.

Sebagai penutup, baseball dalam Doraemon adalah jembatan antara imajinasi masa depan dan realitas budaya masa kini. Saat Nobita memegang pemukul baseball, ia tidak hanya sedang bermain; ia sedang menjalankan tradisi nasional yang mendefinisikan apa artinya tumbuh besar di Jepang.

Scr/Mashable




Don't Miss