Game Developer Muda BINUS University Unjuk Kualitas di Ajang Bergengsi IGDX dan PAX AUS 2025

16.01.2026
Game Developer Muda BINUS University Unjuk Kualitas di Ajang Bergengsi IGDX dan PAX AUS 2025
Game Developer Muda BINUS University Unjuk Kualitas di Ajang Bergengsi IGDX dan PAX AUS 2025

Dinamika industri kreatif yang bergerak super cepat menuntut talenta muda untuk tidak sekadar jago teori di balik meja kuliah. Di era digital saat ini, kesiapan mental dan teknis untuk terjun langsung ke ekosistem profesional menjadi kunci utama bagi mahasiswa agar tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga pemain kunci.

BINUS University memahami betul tantangan ini dengan secara konsisten mengarahkan mahasiswanya untuk menjajal pengalaman nyata di panggung industri, baik di skala nasional maupun internasional, guna mengasah insting kompetitif dan memperluas jaringan sejak dini.

Keberhasilan visi tersebut terbukti nyata lewat pencapaian gemilang para mahasiswa Program Game Application & Technology (GAT) dari School of Computer Science BINUS University.

Mereka sukses terpilih sebagai Selected Exhibitors dalam dua ajang raksasa industri game dunia, yakni Indonesia Game Developer Exchange (IGDX) 2025 yang berlangsung di Bali, serta PAX Australia (PAX AUS) 2025 di Melbourne.

Prestasi ini menjadi sinyal kuat bahwa kualitas karya anak bangsa, khususnya dari lingkungan akademik BINUS, memiliki daya tawar yang tinggi dan mampu bersanding dengan standar global yang ketat.

Dalam perhelatan IGDX 2025 yang diinisiasi oleh Komdigi bersama Asosiasi Game Indonesia (AGI), tim mahasiswa yang bernaung di bawah Lab of Game Incubation Center (LOGIC) BINUS University berhasil mencuri perhatian.

Melalui karya-karya inovatif seperti Luminote Mio oleh George Mercedes Junior Suitela, Silent Trip oleh Marcelino Kevin Nanda, serta Project Heist oleh Bryan Kurniawan, mereka berhasil melewati proses seleksi ketat untuk bersaing langsung dengan studio profesional.

Kehadiran mereka di Bali bukan sekadar pameran visual, melainkan langkah strategis untuk memvalidasi produk ke pasar nyata sekaligus membangun koneksi mahal dengan para publisher dan investor kelas dunia.

Loncatan prestasi tidak berhenti di pasar domestik, karena bendera BINUS University juga berkibar di Melbourne melalui aksi David Drago dan Justin Tjokro di ajang PAX AUS 2025.

Sebagai salah satu festival budaya game terbesar di dunia, PAX menjadi ruang impian bagi setiap pengembang untuk mendemokan karya mereka di depan ribuan komunitas global dan raksasa industri.

Kesempatan emas ini diraih setelah mereka menyabet gelar Excellence in International Award pada GameXcellence Award 2025, sebuah pengakuan yang membuktikan bahwa inovasi mahasiswa BINUS memiliki relevansi kuat di pasar internasional yang sangat kompetitif.

Keberhasilan luar biasa ini tentu tidak lepas dari dukungan ekosistem akademik yang suportif dan tangan dingin para mentor profesional.

Dimas Ramdhan, S.Kom., M.Kom., selaku dosen pembimbing, menekankan bahwa keterlibatan dalam pameran seperti IGDX dan PAX AUS adalah laboratorium belajar terbaik untuk memahami standar kualitas produk dan cara mempresentasikan ide secara profesional.

Dengan pendampingan teknis dari Thomas Galih Satria, S.Kom., M.TI., para mahasiswa dilatih untuk memiliki mentalitas industri yang matang, sebuah pengalaman eksklusif yang tidak mungkin didapatkan hanya melalui kurikulum di dalam kelas.

Capaian ini menjadi bukti konkret sinergi antara kurikulum yang adaptif dengan kebutuhan industri masa kini melalui Program GAT dan inkubasi LOGIC.

BINUS University terus berkomitmen untuk melahirkan talenta-talenta game developer unggulan yang tidak hanya mahir secara teknis, tetapi juga berani membawa inovasi mereka ke kancah global.

Diharapkan, perjalanan inspiratif ini menjadi batu loncatan bagi para mahasiswa untuk berkarier di dunia profesional sekaligus memotivasi generasi muda lainnya agar terus berani bermimpi dan mewujudkan karya mereka di panggung dunia.

Scr/Mashable




Don't Miss