Platform kemitraan asuransi digital Ignite by Igloo menargetkan pertumbuhan bisnis hingga tiga kali lipat pada 2026 dengan mengandalkan model distribusi berbasis mitra untuk menjangkau masyarakat di berbagai wilayah Indonesia.
Target tersebut disampaikan dalam acara kick-off tahunan bersama Mitra Ignite di Jakarta, belum lama ini, seiring kinerja positif perusahaan sepanjang 2025. Selama tahun lalu, penjualan melalui platform Ignite tercatat tumbuh sekitar 30 persen.
Sebagai bagian dari strategi ekspansi, Ignite akan memperluas jangkauan operasional ke luar Pulau Jawa dengan membuka kehadiran di Pekanbaru, Samarinda, Balikpapan, dan Makassar, sekaligus menandai perluasan ke wilayah Sumatra dan Sulawesi.
AVP Head of Retail Ignite by Igloo Handry Yunus mengatakan model distribusi berbasis mitra masih relevan untuk pasar Indonesia yang mengedepankan kepercayaan dan hubungan personal.
“Model ini efektif menjangkau masyarakat yang belum sepenuhnya terlayani asuransi, terutama di luar kota-kota besar,” ujar Handry.
Untuk mendukung target pertumbuhan 2026, Ignite menyiapkan tiga langkah utama. Pertama, membuka kantor cabang satelit di wilayah Sumatra dan Sulawesi guna memperkuat kehadiran regional. Kedua, meluncurkan program keterlibatan kampus dan kemitraan afiliasi untuk menjaring mitra muda sekaligus calon pembeli asuransi pemula.
Saat ini, Handry menyebutkan baru sekitar 12 persen pelanggan Ignite yang merupakan pembeli asuransi untuk pertama kalinya, sehingga perluasan edukasi dan akses menjadi fokus perusahaan.
Langkah ketiga adalah memperluas portofolio produk melalui kemitraan dengan perusahaan asuransi nasional, khususnya pada segmen asuransi kendaraan bermotor, properti, dan kesehatan.
Sepanjang 2025, kinerja Ignite didukung oleh mitra profesional, baik dari jalur organik maupun non-organik. Perusahaan mencatat 90 persen mitra tetap aktif setelah 12 bulan, dengan tingkat persetujuan klaim mencapai 98 persen.
Penguatan strategi distribusi regional juga diperkuat dengan bergabungnya Sasitharan Krishnan sebagai Chief Distribution Officer Igloo. Ia memiliki pengalaman lebih dari 30 tahun di industri asuransi regional.
“Pertumbuhan basis mitra Ignite yang mencapai 74 persen dalam setahun menunjukkan model ini berkelanjutan dan memberikan nilai ekonomi bagi mitra maupun kemudahan bagi pelanggan,” kata Sasitharan.
Menurut manajemen, pendekatan hibrida Ignite yang memadukan teknologi digital dengan interaksi langsung berbasis komunitas menjadi alternatif di tengah rendahnya tingkat penetrasi asuransi di Indonesia.
“Dengan dukungan teknologi, skema ekonomi yang adil, serta proses klaim yang transparan, mitra dapat menjangkau lebih banyak masyarakat dan mendorong peningkatan penetrasi asuransi nasional,” ujar Handry.
Scr/Mashable





















