Kylian Mbappe menghasilkan statistik mencetak gol yang luar biasa untuk Real Madrid di musim 2025/26, dengan performa yang membuat para ahli mulai membandingkannya langsung dengan Cristiano Ronaldo.
Dengan satu gol yang dicetak dalam kemenangan 2-0 melawan Valencia di pekan ke-23 La Liga pada, Senin 9 Februari 2026 dini hari WIB, Kylian Mbappe meningkatkan total golnya musim ini menjadi 38 dalam 31 pertandingan, mencapai performa lebih dari 1,22 gol per pertandingan.
Angka-angka ini dengan cepat menarik perhatian karena membangkitkan gambaran tentang masa puncak yang pernah ditorehkan Cristiano Ronaldo di Real Madrid.
Setelah pertandingan, pelatih Alvaro Arbeloa mengakui pengaruh Mbappe yang semakin besar terhadap gaya bermain Real Madrid. “Dulu kami mengira tidak akan pernah melihat pemain seperti Cristiano Ronaldo lagi, tetapi Mbappe mengikuti jejaknya,” kata Arbeloa.
Menurut para pengamat, Real Madrid saat ini lebih bergantung pada Mbappe daripada pemain lain mana pun sejak Ronaldo meninggalkan Bernabeu, bahkan selama musim 2021/22 dengan munculnya Karim Benzema .
Secara statistik, Cristiano Ronaldo mengakhiri kariernya di Real Madrid dengan 451 gol dalam 438 pertandingan, sebuah rekor yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah klub. Sementara itu, Mbappe mencetak 82 gol dalam 90 pertandingan pertamanya untuk raksasa Spanyol tersebut. Pada titik yang sama, Ronaldo telah mencetak 86 gol, menunjukkan bahwa selisih antara kedua bintang tersebut tidak terlalu besar jika mempertimbangkan tingkat mencetak gol mereka di awal karier.
Jika Mbappe mempertahankan rata-rata 0,91 gol per pertandingan sejak debutnya, ia membutuhkan sekitar 496 pertandingan untuk melampaui 451 gol Ronaldo. Dengan sekitar 55 pertandingan per musim, skenario ini dapat terjadi setelah lebih dari 9 musim, setara dengan lamanya masa Ronaldo di Real Madrid.
Jika Mbappe mempertahankan performa tingginya di musim ini (1,22 gol per pertandingan), waktu yang dibutuhkan bahkan bisa dipersingkat menjadi 302 pertandingan.
Namun, para ahli menekankan bahwa warisan Cristiano Ronaldo di Real Madrid bukan hanya tentang jumlah gol yang dicetaknya.
Ronaldo adalah figur sentral dalam meraih gelar Liga Champions ke-10 mereka dan periode dominasi Eropa mereka dengan tiga trofi berturut-turut.
Mbappe sedang memulai perjalanannya sendiri, tetapi untuk mengukir namanya dalam sejarah klub yang kaya akan sejarah ini dengan 15 gelar Liga Champions, striker Prancis itu membutuhkan lebih dari sekadar angka pencetak gol.
Kylian Mbappe Membayar Gaji yang Sangat Besar kepada Ibunya
Di sisi lain, Fichajes mengungkapkan bahwa Fayza Lamari, ibu sekaligus manajer Mbappe, menerima pendapatan bersih hingga 4,5 juta euro per musim sejak putranya bergabung dengan Real Madrid.
Informasi ini dengan cepat menimbulkan kehebohan di kalangan penggemar Real Madrid , meskipun penting untuk ditekankan bahwa klub bukanlah pihak yang membayar uang tersebut. Jumlah ini berasal langsung dari pendapatan pribadi Mbappe, melalui perjanjian representasi, konsultasi, dan manajemen karier dalam keluarganya. Namun, angka tersebut tetap cukup untuk memicu perdebatan sengit.
Yang paling menarik perhatian publik adalah perbandingan tersebut. Pendapatan tahunan Fayza Lamari bahkan lebih tinggi daripada gaji banyak pemain tim utama Real Madrid, termasuk Andriy Lunin, Fran Garcia, Raul Asencio, dan Gonzalo Garcia. Kontras ini menimbulkan pertanyaan tentang meningkatnya peran dan kekuasaan orang-orang terdekat para superstar sepak bola modern.
Fayza Lamari sudah lama lebih dari sekadar seorang ibu; dia telah menjadi figur sentral dalam semua keputusan penting Mbappe. Dia terlibat langsung dalam negosiasi besar, membentuk strategi kariernya, dan memegang suara penentu pada titik-titik penting.
Real Madrid sangat memahami hal ini ketika mereka memasuki negosiasi, menerima bahwa merekrut Mbappé berarti mengambil alih seluruh “ekosistem” yang menyertainya.
Scr/Mashable
















